Beranda > Pendidikan > BEBAN KERJA GURU 24 JAM

BEBAN KERJA GURU 24 JAM

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen menyatakan bahwa guru sebagai pendidik merupakan tenaga profesional. Pengakuan kedudukan guru sebagai tenaga profesional dibuktikan dengan sertifikat profesi pendidik yang diperoleh melalui sertifikasi dan bagi guru yang telah mendapat sertifikat pendidik akan diberikan tunjangan profesi yang besarnya setara dengan satu kali gaji pokok.

Dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 35 ayat (2) dinyatakan bahwa beban kerja guru mengajar sekurang-kurangnya 24 jam dan sebanyak-banyaknya 40 jam tatap muka per minggu. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 18 Tahun 2007 Tentang Sertifikasi Bagi Guru Dalam Jabatan mengamanatkan bahwa guru yang telah memperoleh sertifikat pendidik, nomor registrasi, dan telah memenuhi beban kerja mengajar minimal 24 jam tatap muka per minggu memperoleh tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokok. Tidak semua guru berada pada kondisi ideal dengan beban mengajar minimal 24 jam tatap muka per minggu . Oleh karena itu diperlukan suatu panduan penghitungan beban kerja bagi guru / sekolah / dinas dalam pemenuhan wajib mengajar minimal 24 jam per minggu agar guru yang telah memiliki sertifikat pendidik memperoleh haknya, yaitu tunjangan profesi.

Dalam praktik di lapangan masih banyak sekolah yang belum menerapkan UUGD pasal 35 (2), karena banyak yang beranggapan bahwa beban kerja adalah sama dengan jumlah jam pada SK pembagian tugas mengajar, sehingga semua beranggapan bahwa beban kerja 24 jam tidak akan tertapai. Hanya beberapa sekolah yang menerapkan pembuatan SK pembagian tugas mengajar di jadikan satu dengan tugas tambahan, sehingga terlihat dengan jelas beban kerja guru.

Beban kerja guru memang tidak sama dengan beban kerja pegawai kantor lainnya. Walaupun pegawai kantor memiliki jam kerja 40 jam permingu, namun sebagian waktunya banyak dihabiskan untuk bermain game di depan komputer atau bermain catur dengan pagawai lainnya. Seorang guru yang akan masuk kelas selama 2 jam pelajaran pada dasarnya telah melakukan kerja, yaitu mempersiapkan bahan pengajaran dengan membuat RPP.

Tidak mengherankan jika seorang guru telah membuat RPP diperhitungkan kerjanya dalam Pedoman Penghitungan Beban Kerja Guru, karena itu adalah bagian dari pekerjaan profesi. Lagi-lagi kita akan dihadapkan pada suatu pertanyaan, “Apakah semua guru membuat RPP?”. Jawabnya tentu bergantung dari masing-masing guru dan sekolah dalam melaksanakan tugasnya.

Bagi seorang guru yang ingin memiliki dan menggunakan RPP dalam mengajar tidak harus bersusah payah dengan setumpuk buku dan seabreg perangkat lainnya. Sekarang melalui internet dapat diperoleh RPP serta rubrik-rubrik penilaiannya. Seorang guru tinggal melakukan editing untuk adaptasi sesuai dengan kondisi sekolah. Untuk pelajaran Kimia SMA dapat diunduh di http://budies.wordpress.com/unduh/. Sedangkan untuk pelajaran lainnya dapat diunduh di http://gurupkn.wordpress.com.

Selain membuat RPP masih banyak kerja guru lainnya yang diperhitungkan sebagai beban kerja. Tugas-tugas sekolah tambahan seperti kepala sekolah, wakil kepala sekolah, penanggungjawab perpustakaan, dan lain-lain yang dapat diperhitungkan sebagai beban kerja guru. Selengkapnya tentang pedoman penghitungan beban kerja guru dapat diunduh di sini.(format *.RAR) atau disini (format PDF)

Pengembangan diri juga dapat dijadikan sebagai penambahan beban kerja guru. Salah satu contoh pengembangan diri yang diterapkan di SMP Negeri 1 Pecangaan Kabupaten Jepara adalah, sekolah menyiapkan 15 macam bidang pengembangan diri. Pelajaran tersebut dilaksanakan pada tiap hari Jumat pada jam ke 2-3. Begitu hari jumat, siswa langsung menuju bidang pengembangan diri sesuai pilihannya. Jadi bukan kelas klasikal, melainkan bergabung dalam kelas bidang pengembangan diri.

PENGHITUNGAN BEBAN KERJA GURU YANG BARU http://budies.wordpress.com/2009/11/04/beban-kerja-guru-2009-berdasar-permendiknas-no-39/ update 4 nov 2009

komentar tentang beban guru 1=24 jam. saya kopi dari http://suaidinmath.wordpress.com/
Permasalahan Bapak hampir semua di rasakan oleh sekolah yang kelebihan guru . Berdasarkan PEDOMAN PELAKSANAAN TUGAS GURU DAN PENGAWAS yang dikeluarkan oleh DIREKTORAT JENDERAL
PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
2009 bahwa Pemenuhan Kewajiban Jam Tatap Muka Guru yang belum memenuhi kewajiban mengajar paling sedikit 24 (duapuluh empat) jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu di sekolah/madrasah satminkal dapat memenuhi kekurangannya dengan cara sebagai berikut.
1. Meningkatkan Jumlah Jam Tatap Muka di Sekolah/Madrasah dilakukan dengan menata/merencanakan kembali jumlah peserta didik per rombongan belajar sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 tahun 2007tentang Standar Proses dengan ketentuan sebagai
berikut:
- SD/MI : 28 peserta didik / kelas, – SMP/MTs : 32 peserta didik / kelas, – SMA/MA : 32 peserta didik / kelas
- SMK/MAK : 32 peserta didik / kelas Angka tersebut digunakan sebagai jumlah peserta didik paling
banyak per rombongan belajar. Penataan jumlah peserta didik per rombongan belajar tersebut dilakukan dengan tetap memperhatikan rasio guru terhadap peserta didik tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru Pasal 17.
2. Mengajar pada sekolah/madrasah lain
Pemenuhan beban kerja paling sedikit 24 jam tatap muka dalam 1(satu) minggu dengan mengajar disekolah/madrasah lain dapat dilaksanakan dengan ketentuan guru yang bersangkutan mengajar paling sedikit 6 (enam) jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu pada sekolah/madrasah satminkalnya.Apabila solusi (i) dan (2) juga belum terpenuhi maka ada solusi (3) yaitu :
3. Ekuivalensi jam tatap muka dapat menjadi solusi pemenuhan beban kerja tatap muka bagi guru yang bertugas pada satuan pendidikan di suatu kabupaten/kota dengan kondisi kelebihan guru, Usulan ekuivalensi tersebut harus dilengkapi dengan bukti tertulis yang dibuat oleh kepala sekolah/madrasah satminkal dandisahkan kepala dinas pendidikan kabupaten/kotatempat sekolah/madrasah berada.Jenis kegiatan guru di sekolah pada kabupaten/kota dengan kondisi kelebihan guru, untuk memenuhi kewajiban tatap muka
minimal 24 jam tatap muka per minggu dicantumkan padab Tabel 5. Ekuivalensi Kegiatan Bagi Guru yang Bertugas pada Satuan Pendidikan di Kabupaten/Kota dengan Kondisi Kelebihan
1. Mengajar mata pelajaran yang sama atau mata pelajaran lain dapat dilakukan di satminkal guru yang bersangkutan atau di sekolah lain.Sesuai dengan alokasi jam pelajaran
(2). Menjadi tutor Paket A,B,C; C Kejuruan, atauprogram pendidikan keaksaraanMengacu pada program yang dikelola oleh dinas pendidikan setempat.
Kegiatan harus terjadwal, surat keterangan dari kepala dinas pendidikan setempat untuk mata pelajaran yang
sama Sesuaidengan alokasi jam pelajaran
(3). Menjadi guru bina pada sekolah terbuka Surat keterangan dari kepala sekolah pelaksanan sekolah terbuka
Sesuaidenganalokasi jam pelajaran
(4). Menjadi guru inti/instruktur/ tutor/pemandu pada KKG/MGMPGuru harus menyusun dan melaksanakan
program kerja yang mengacu pada program kegiatan KKG/MGMP Paling banyak 2 jam pelajaran per minggu
(5). Membina kegiatan mandiri terstruktur bagipeserta didik Kegiatan mandiri merupakan kegiatan terstruktur yang dicantumkan dalam kurikulum. Guru harus menyusun rencana kerja dan membuat laporan hasil kegiatan mandiri Paling banyak 2 jam pelajaran per minggu
6. Membina kegiatanekstrakurikuler
Jenis kegiatan ditentukan oleh sekolahdan harus terjadwal setiapmingguPaling banyak 2 jam pelajaran perminggu
7. Melaksanakanpembelajaran bertim
(team-teaching)Pembelajaran bertim dapat dilakukan apabila kurikulum memang menuntut pelaksanaan pembelajaran bertim setuiap minggu Sesuaidengan alokasi jam pelajaran bertim
8. Melaksanakan pembelajaran perbaikan(remedial teaching). Pembelajaran perbaikan harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dalam pelaksanaan KTSP dan dilakukan per mingguSesuai denganalokasi jam
pelajaranremedial

About these ads
  1. 18 Juli 2013 pukul 5:03 pm

    Admiring the commitment you put into your
    blog and detailed information you provide.
    It’s good to come across a blog every once in a while that isn’t
    the same out of date rehashed information. Wonderful read!
    I’ve saved your site and I’m including your RSS feeds to my Google account.

  2. 21 Desember 2012 pukul 8:47 pm

    Tolong dong bagi info terkini tentang kurikulum 2013 dan beban mengajarnya walau pun itu masih dalam bentuk rancangan matur nuwun

  3. lukman
    4 April 2012 pukul 10:44 pm

    thank all info

  4. 20 Agustus 2011 pukul 5:00 pm

    ada wacana bahwa permendiknas 39 th 2009 berlakunya sampai dengan juni 2011, kepada pak menteri yth, tolong segera keluarkan peraturan penggantinya agar tidak membingungkan bagi guru, terima kasih pak menteri…

  5. 16 Juli 2011 pukul 7:33 pm

    gendeng pamungkas……wong gendeng kon mungkasi gawe kang mboya dong marang dong dinge pakaryan….arepo podo-podo PNS ananging pakaryan guru mboya bisa dianggep podo karo pakaryan PNS liyane. Pakaryan liyane (pegawe kantoran/Bank pisan) umnpomo lara weteng cukup pasang tulisan “sedang istirahat sebentar” wis cukup, lha menawa pakaryan guru umpomo lara mencret kuwi wis bingung carane bocah bisa ditinggal sedilit amarga hajat mencret mau…..guru arep mulang wis mesthi kudu siap mental selain kudu siap materi/bahan….arepo ora kudu ditulis mesti wae tetep nganggo “ancang-ancang”

  6. Guruku
    11 Oktober 2010 pukul 8:10 pm

    Baru2 ini ada rolling guru2 SD pangkalanbun tanpa memberikan konfirmasi terlebih dulu kepada yg bersangkutan??? ini mengadung pertanyaan ??? apakah ada anunya !! Ada2 aja ??? selama engga ada bupati nya?? bikin perintah semaunya ????hehehhe

  7. Ade Chairil Anwar
    30 September 2010 pukul 2:16 pm

    Lebih aneh lagi bila kita menilik di beberapa sekolah–yang mengatasnamakan dirinya sekolah global, etc–yang menggunakan manajemen perusahaan/ekonomi-industri dan UU ketenagakerjaan sehingga jam kerja guru/jam mengajar disamakan dengan jam kerja karyawan/pegawai kantor, ctc. padahal dunia pendidikan dengan industri bukanlah dua subordinat dari lokus yang sama. kedua merupakan ramifikasi dari ilmu sosial-humaniora yang bersifat tentatif. Fenomena keduanya tidak bisa digeneralisir.

  8. 23 Juni 2010 pukul 10:46 am

    komentar tentang beban guru 1=24 jam. saya kopi dari http://suaidinmath.wordpress.com/
    Permasalahan Bapak hampir semua di rasakan oleh sekolah yang kelebihan guru . Berdasarkan PEDOMAN PELAKSANAAN TUGAS GURU DAN PENGAWAS yang dikeluarkan oleh DIREKTORAT JENDERAL
    PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
    2009 bahwa Pemenuhan Kewajiban Jam Tatap Muka Guru yang belum memenuhi kewajiban mengajar paling sedikit 24 (duapuluh empat) jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu di sekolah/madrasah satminkal dapat memenuhi kekurangannya dengan cara sebagai berikut.
    1. Meningkatkan Jumlah Jam Tatap Muka di Sekolah/Madrasah dilakukan dengan menata/merencanakan kembali jumlah peserta didik per rombongan belajar sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 tahun 2007tentang Standar Proses dengan ketentuan sebagai
    berikut:
    - SD/MI : 28 peserta didik / kelas, – SMP/MTs : 32 peserta didik / kelas, – SMA/MA : 32 peserta didik / kelas
    - SMK/MAK : 32 peserta didik / kelas Angka tersebut digunakan sebagai jumlah peserta didik paling
    banyak per rombongan belajar. Penataan jumlah peserta didik per rombongan belajar tersebut dilakukan dengan tetap memperhatikan rasio guru terhadap peserta didik tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru Pasal 17.
    2. Mengajar pada sekolah/madrasah lain
    Pemenuhan beban kerja paling sedikit 24 jam tatap muka dalam 1(satu) minggu dengan mengajar disekolah/madrasah lain dapat dilaksanakan dengan ketentuan guru yang bersangkutan mengajar paling sedikit 6 (enam) jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu pada sekolah/madrasah satminkalnya.Apabila solusi (i) dan (2) juga belum terpenuhi maka ada solusi (3) yaitu :
    3. Ekuivalensi jam tatap muka dapat menjadi solusi pemenuhan beban kerja tatap muka bagi guru yang bertugas pada satuan pendidikan di suatu kabupaten/kota dengan kondisi kelebihan guru, Usulan ekuivalensi tersebut harus dilengkapi dengan bukti tertulis yang dibuat oleh kepala sekolah/madrasah satminkal dandisahkan kepala dinas pendidikan kabupaten/kotatempat sekolah/madrasah berada.Jenis kegiatan guru di sekolah pada kabupaten/kota dengan kondisi kelebihan guru, untuk memenuhi kewajiban tatap muka
    minimal 24 jam tatap muka per minggu dicantumkan padab Tabel 5. Ekuivalensi Kegiatan Bagi Guru yang Bertugas pada Satuan Pendidikan di Kabupaten/Kota dengan Kondisi Kelebihan
    1. Mengajar mata pelajaran yang sama atau mata pelajaran lain dapat dilakukan di satminkal guru yang bersangkutan atau di sekolah lain.Sesuai dengan alokasi jam pelajaran
    (2). Menjadi tutor Paket A,B,C; C Kejuruan, atauprogram pendidikan keaksaraanMengacu pada program yang dikelola oleh dinas pendidikan setempat.
    Kegiatan harus terjadwal, surat keterangan dari kepala dinas pendidikan setempat untuk mata pelajaran yang
    sama Sesuaidengan alokasi jam pelajaran
    (3). Menjadi guru bina pada sekolah terbuka Surat keterangan dari kepala sekolah pelaksanan sekolah terbuka
    Sesuaidenganalokasi jam pelajaran
    (4). Menjadi guru inti/instruktur/ tutor/pemandu pada KKG/MGMPGuru harus menyusun dan melaksanakan
    program kerja yang mengacu pada program kegiatan KKG/MGMP Paling banyak 2 jam pelajaran per minggu
    (5). Membina kegiatan mandiri terstruktur bagipeserta didik Kegiatan mandiri merupakan kegiatan terstruktur yang dicantumkan dalam kurikulum. Guru harus menyusun rencana kerja dan membuat laporan hasil kegiatan mandiri Paling banyak 2 jam pelajaran per minggu
    6. Membina kegiatanekstrakurikuler
    Jenis kegiatan ditentukan oleh sekolahdan harus terjadwal setiapmingguPaling banyak 2 jam pelajaran perminggu
    7. Melaksanakanpembelajaran bertim
    (team-teaching)Pembelajaran bertim dapat dilakukan apabila kurikulum memang menuntut pelaksanaan pembelajaran bertim setuiap minggu Sesuaidengan alokasi jam pelajaran bertim
    8. Melaksanakan pembelajaran perbaikan(remedial teaching). Pembelajaran perbaikan harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dalam pelaksanaan KTSP dan dilakukan per mingguSesuai denganalokasi jam
    pelajaranremedial

  9. sjamjudi
    19 Februari 2010 pukul 8:06 pm

    di tempatku mutlak 24 jam benar-benar tatap muka dg siswa khusus mata pelajaran yang sesuai dengan yang tercantum dalam sertifikat pendidik. tidak boleh ada mata pelajaran lain selain yang sesuai dg sertifikat tsb. Apa memang begitu aturannya? matur nuwun

    • Husin Abdul
      18 Agustus 2010 pukul 3:05 pm

      Sebenarnya semuanya itu sudah ada pedoman yang diterbitkan oleh Dirjen PMPTK tahun 2008. Hanya masalahnya sekarang mungkin ada pihak-pihak terkait yang terlalu berhati-hati dalam memberlakukan isi dari pedoman tersebut, akibatnya pedoman itu hanya diberlakukan sebagian saja. Pada hal sebenarnya semuanya sudah begitu jelas, tapi entah mengapa, masih ada juga oknum-oknum yang tidak memahaminya.

  10. 19 Februari 2010 pukul 6:47 pm

    @iTHA: Saya tulis demikian sebenarnya sebuah usulan mbok iyao sekolahku bikin eska yang tercantum juga bebban kerja guru. tapi sampai sekarang malah gak pernah digubris, malahan ide ini dipakai smp 1 pecangaan jepara
    terima kasih telah berkunjung disini

  11. Itha
    19 Februari 2010 pukul 9:29 am

    Salam kenaal pak…..

    boleh mhon dikirimi contoh2 sk pembagian tugas / beban mengajar ?
    makasih sebelumnya

    wassalam,
    ita

  12. H.A.MUKTAMIRIN NUR
    5 Februari 2010 pukul 6:33 am

    Mohon bantuan saudara-saudara untuk memncarikan alamat-alamat organisasi / yayasan / LSM / Instansi pemerintah / orang-orang kaya, yang mau membantu menyelesaikan Pembangunan Asrama Panti Asuhan Darun Najihin Berlantai Tiga, dalam bentuk amal / Hibah yang tidak mengikat. sebelumnya kami ucapin trima kasih
    hubungi kami ke ;alamat : Jl.Datok Daud Bagik Nyala Rt.6 Desa Gunung Rajak Kec. Sakra Barat Kab.Lombok Timur.NTB. HP. 081 75708172
    Salurkan bantuan Zakat,infaq, shodaqoh dan Hibah Saudara ke:
    - Bank Syariah Mandiri (BSM) Rek: 1570055213, an.M.NUR QQ PA DARUNNAJIHIN
    - BNI Cab. Selong Rek: 0041426189, an.MUKTAMIRIN NUR/ PA DARUNNAJIHIN
    - BRI Cab.Selong Rek: 0157.01.028541.50.8, an. PANTI ASUHAN DARUNNAJIHIN
    - E-BATARAPOS CABANG : KP. SELONG 83600. Rek: 11245-01-57-000416-7, an. MUKTAMIRIN PA DARUNNAJIHIN atau bantuan apa saja baik barang ataupun uang.
    Bagi yang sudah transfer, kami mohon keikhlasannya untuk memberikan konfirmasi ke Kosi via SMS di nomor : 081 757 081 72 atau dengan menuliskan : amal / hibah /shodaqoh, Nama Bank dan Jumlahnya.

  13. Khoirul Anam
    7 Desember 2009 pukul 5:11 pm

    Ada sisi baik dalam Undang-undang guru yaitu :
    1. Syarat jadi guru minimal harus berpendidika S-1 ( ingat syarat untuk jadi
    presiden saja hanya tamat SLTA )
    2. Guru yang sudah sertifikasi diberi tunjangan profesi, yang ini OK banget.

    Sisi kurang baik dari Undang-undang guru yaitu :
    1. UU tersebut mengatur terlalu detail dari BEBAN KERJA GURU, padahal profesi lain
    seperti dokter, advokad, notaris dsb. hanya diatur oleh organisasi profesi
    masing-masing.

    Mengapa sih beban kerja guru saja diatur dalam Undang-undang ? Mestinya dalam UU hanya disebutkan bahwa beban kerja guru diatur dalam PP, Permen atau Organisasi profesi guru, tidak langsung disebutkan dalam UU bahwa beban kerja guru 24 jam.
    Ini keterlaluan masak beban kerja guru diatur oleh politisi ?

    Ayo siapa yang berani mengubah ini semua, dengan cara mengajukan gugatan ke MK, agar pasal yng menyebutkan bahwa beban kerja guru 24 jam dapat diganti dengan beban kerja guru diatur dalam PP, Permen atau Organisasi profesi guru, OK ?

  14. 5 Oktober 2009 pukul 10:46 pm

    @rafi :lho ayo pak ikutan ngeblog biar ramai dunia perbloggan, terima kasih ikutan curhat

    @irena : kepala sekolah adalah guru yang diberi tugas tambahan, jadi tugas mengajar masih tetap ada. untuk kepala sekolah jam wajibnya adalah 6 jam/minggu

  15. Rafi Assidiqie
    5 Oktober 2009 pukul 10:02 pm

    Mau ikutan curhat dong…, sekarang memang lagi banyak sekolah yang guru2nya rebutan jam mengajar utk memenuhi 24 jam. Padahal sesuai pedoman penghitungan beban kerja guru telah jelas, beban kerja guru tidak hanya mengajar 24 jam. Tapi yang tugas tambahan lain dapt diperhitungkan… (Yaa termasuk di daerahku Kab. Tegal. Padahal tetangga Kota Tegal dah menerapkan sistem SK beban kerja ini. Kepala Sekolah diberi masukan tetap nda mau…karena dinas juga belum menerapkan…..Waduh siapa yang bener yaaah.

  16. 25 Agustus 2009 pukul 11:23 pm

    pak tolong saya kirimi contoh pembuatan surat keputusan tentang jurnalis. atas bantuanya terima kasih banyak.
    .
    .
    @Wahab : wah saya kurang pengalaman dalam hal ini, mohon maaf tidak bida bantu

  17. irena
    13 Juli 2009 pukul 7:55 pm

    kami ingin tahu bagaimana dengan pembagian tugas jam mengajar untuk kepala sekolah ?

  18. kocir
    18 Juni 2009 pukul 6:22 pm

    s7 sama bapak, beban kerja guru ini tak hanya berada saat disekolah saja.bahkan setelah sampai rumah pun ikut-ikutan menambah beban juga. kalo pegawai non pendidikan kalo malam-malam ya..refreshing..nah kalo guru, memikirkan meth0d apa untuk besok, strategi apa yang bertujuan untuk mencerdaskan manusia sampe membentuk karakternya.karena guru tidak hanya berhadapan dengan buku saja, melainkan manusia yang beraneka jenis karakter tabiatnya yang di didik dan dibina sehingga menjadi manusia yang berguna nantinya. tanggung jawab yang amat besar, tapi terkadang tak terlihat oleh pegawai yang lain.

  19. 14 Juni 2009 pukul 7:25 am

    Terimakasih atas artikelnya, cuman mau nanya kalau beban kerja Guru TK Apakah sama dengan guru yang lainnya?

  20. 10 Juni 2009 pukul 11:02 pm

    @A.Jamhuri:Mohon maaf kalau terjadi perbedaan penafsiran. berikut cuplikan paragraf dimaksud:…
    Beban kerja guru memang tidak sama dengan beban kerja pegawai kantor lainnya. Walaupun pegawai kantor memiliki jam kerja 40 jam permingu, namun sebagian waktunya banyak dihabiskan untuk bermain game di depan komputer atau bermain catur dengan pagawai lainnya.
    Maksud saya seharusnya ada perbedaan penghitungan kerja guru dengan pegawai kantor.Adapun 40 jam yang saya tulis di situ hanya sebuah pengandaian bahwa 40 jam kerja pegawai kantor, bukan berarti semua waktu 40 jam habis digunakan untuk bekerja.
    sekali lagi ini tidak bermaksud menggeneralisasikan kerja pegawai kantor

  21. A.Jamhuri
    10 Juni 2009 pukul 7:27 pm

    Pernyataan bahwa semua pegawai yang mempunyaijam kerja 40 jam dengan hanya dihabiskan bermain game sungguh sangat picik dan tidak beralasan.
    Kita tidak bisa menggeneralisir setiap keadaan. Masih sangat banyak pegawai yang punya idealisme, rasa pengabdian dan tanggung jawab. Malah kalau mau jujur, tidak sedikit para guru yang hanya datang, kasih tugas pada murid, selanjutnya entah apa lagi. RPP, koreksi nilai siswa dan lain-lain diabaikan. Saya katakan ini karena setiap hari saya bertugas dilingkungan sekolah yang malah letaknya ditengah kota dan sekolah negeri.

  22. 20 April 2009 pukul 9:40 am

    wah, gimana dong ngitung jam kerjanya Chairul Tanjung yang bisa 18 jam sehari.

    Baca di sini:
    Keberhasilan Chairul Tanjung juga tidak terlepas dari etos kerjanya yang tinggi. Baca di sini:

    http://kalipaksi.wordpress.com/2008/03/05/jam-kerja-ala-chairul-tanjung/
    .
    .
    @sofwan: langsung menuju TKP pak

  23. AMIN THOHA
    14 Maret 2009 pukul 10:03 pm

    Walah mas, sak sampunipun kulo undhuh, nyatanipun sami plek kaliyan foto copy ingkang sampun kulo waos. senajan mekaten, matur nuwun sanget. Wonten Mojokerto, Bidang Ketenagaan taksih dereng saget nampi ingkang kados kaserat ing buku, 24 jam nggih kedah kados ingkang kawaos wonten ing SK Pembagian Mengajar. Kok saget ngaten nggih?.
    .
    .
    @amin: mungkin format SK pembagian tugasnya yang kudu menyesuaikan. cara lain adalah dengan team teaching, satu kelas diajar oleh lebih dari satu guru, dan ini yang paling mungkin karena jumlah jam tetap. bukan dibagi

  24. 7 Maret 2009 pukul 12:46 am

    @sri kuetari : bu sri, kawula remen sanget pikantuk rencang ingkang kathah, punapa malih rencang guru. salam gasan dangsanak nang di banjarmasin, … insya Allah.. juah e dari tempatku ke mBanjar

  25. sri kustari
    6 Maret 2009 pukul 7:01 pm

    Mas nyuwun sewu badhe kenalan kula sri kustari asli mbantul saniki sma8 cirebon, matur nuwun blog panjenangan bermanfaat sanget, titip salam gasan ading ulun urang banjar edi haryanta sma7 bjm

  26. zertuyot
    5 Maret 2009 pukul 11:49 am

    pak guru, beri komentar dong diblog saya di http//:zertuyot.wordpress.com biar ada nambah pengetahuan saya n biar lebih berkembang lagi. trims

  27. Asep Suganda
    4 Maret 2009 pukul 11:40 pm

    Teman-teman Para Guru wajib disukuri bahwa profesi guru saat ini menjadi sebuah pekerjaan yang sangat dihargai dengan mendapaykan tunjangan khusus bagi guru (sertifikasi)

    Selanjutnya yang paling penting bagaimana kita dapat memberikan pencitraan kepada publik, bagaimana kita (guru) dapat melaksanakan tugas-tugas sebagai guru (mendidik & mengajar). Persoalan tentang beban kerja guru mari kita sikapi dengan baik, tunjukan dengan sikap dan tanggung jawab yang tinggi (bukan mempersoalkan beban kerja 24 Jam terlalu besar dll)……….

    Mari kita syukuri dan tunjukan “Profesionalisme Guru”

  28. zertuyot
    27 Februari 2009 pukul 9:40 pm

    alamat blog saya klo ga salah http://zertuyot.wordpress.com

  29. zertuyot
    27 Februari 2009 pukul 9:38 pm

    Sorry buanget pak guru, kelupaan pagi td ninggalkan alamat blognya…trus maaf pa, blog saya belum ada artikelnya, maklum baru belajar….trus mau nanya pak skalian, gmana sihc caranya buat artikel dalam sebuah blog punya kita????

  30. zertuyot
    27 Februari 2009 pukul 1:57 am

    Ass…wr.wb : Met,pagi pa guru…. maaf subuh2 mengganggu atau mungkin sampean g bho2, saya sangat berterima kasih buanget karna udah bisa buat blog di wordpress.com berkat petunjuk pa guru….!!!!
    .
    .
    @yOTRI:Mana alamat blognya kok ditulis di komentar,ssaya jadi gak bisa komentar nih…selamat ya….

  31. yotthree
    25 Februari 2009 pukul 10:40 pm

    Salam kenal pak guru, mungkin sampean juga udah kenal dengan saya… Address in Aspolsk Ds Tengah, biasa… yang sering nanya2 ttg penjelajahan didunia maya als Internt… Heee
    .
    .
    @yotri:coba klik disini ada panduan untuk membuat blog, memang gak langsung jadi bagus, ya bertahap

  32. 11 Februari 2009 pukul 1:44 am

    walah aku terlambat yo, di sekolah ku belum ada beban-beban tuh guru, semua happy-happy aja haaaaa….haaaaa…

  33. MAsyhur
    28 Januari 2009 pukul 8:17 am

    Sebenarnya pembagian beban kerja guru pada setiap sekolah khususnya di Kabupaten Pangkajene Kepulauan sudah difahami cukup jelas oleh guru berdasarkan UUGD pasal 35 (2) buktinya banyak sekolah yang sudah menggunakan format yang ada sesuai petunjuk dan telah ditanda tangani oleh direktur jenderal pada bulan Maret 2008, akan tetapi nyatanya masih mengundang banyak penafsiran yang berbeda di kalangan pejabat yang menentukan Pembayaran tunjangan frofesi guru di Kabupaten Pangkep Sulsel( beban kerja 24 Jam harus sesuai jadwal Tatap muka di depan Kelas dan harus dibuktikan dengan Jadwal Pelajaran, SK, RPP yang disetor, jika tidak maka tunjangan yang sudah ditransfer kerekening, akan di blokir.( mohon petunjuk yang jelas dan lebih kongkrit lagi).
    .
    .
    @Masykur:salam hormat saya pak…di Kalteng gak serumit itu pak, barangkali salah satu hal yang harus kita galakkan ajak-guru-guru untuk ngeblog. nantinya akan membuat “pressure” kepada para pejabat yang tidak sejalan dengan UUGD:35(2). saya yakin UUGD tersebut tidak untuk mempersulit guru, tetapi lebih untuk menghargai guru sebagai sebuah profesi yg pantas diakui sacara hukum. selamat berjuang. viva pendidikan

  34. 9 Januari 2009 pukul 3:44 pm

    terima kasih, karena pedoman bneban kerja guru 24 jam sudah termuat dalam blok ini.
    .
    .
    @harmin: sama-sama

  35. Kemat
    7 Desember 2008 pukul 3:48 am

    Matur nuwun pak, kulo sedulur sinoro wedi ingkang wonten bengkulu utara saged ngangsu kaweruh dumateng panjenengan babagan penggawean guru. Mugi-mugi panjenengan tansah pikantuk karohmatan saking alloh swt. aamiin.

  36. umarpujakesuma
    19 November 2008 pukul 5:45 am

    beban kerja 24 jam memang sulit diterapkan jika hanya mengacu pada jam tatap muka di kelas per minggu apalagi untuk sekolah swasta yang pararel kelasnya tidak banyak, trus di pedalaman lagi.
    pemerintah bisa saja telah mengusulkan dengan mengajar di banyak sekolah untuk memenuhi 24 jam tersebut, tapi kalau antarsekolah jaraknya jauh. sampai di sekolah tujuan bisa ngos2an.
    saya sependapat dengan sampean dan rekan-rekan kalau beban kerja 24 jam dikembalikan pada proporsinya.

  37. 4 November 2008 pukul 9:50 am

    Makasih pada semuanya! Silahkan tengok-tengok: http://mansabdodadi.net84.net/
    .
    .
    @paijo: sudah saya berkunjung, tapi kesulitan mau ninggalkan jejak,,, hehehe

  38. suhadi
    28 Oktober 2008 pukul 9:13 am

    salam buat masdar, semoga sukses. mtr nwn kulo dados sampun dong.

  39. elmuttaqie
    25 September 2008 pukul 6:16 am

    Salam kenal…
    Saya guru TIK pada MAN Kotabaru. Saya minta izin melink blog anda di blog sederhana saya yg masih dlm tahap pengembangan. Saya kebetulan tertarik dengan topik beban tugas mengajar guru karena di madrasah kami persoalan beban kerja guru demi kepentingan sertifikasi kerap menjadi persoalan pelik. Bahkan saya saja yg sudah dinyatakan lulus sertifikasi guru TIK Depag angkatan pertama masih mengajar 18 jam saat ini, itu kan keliru.. Wakamad kurikulumnya aja yg enggan ngasih tambahan jam mengajar, kalo saya sih yg penting nanti tunjangannya tetap dapat dua kali lipat, hehehe!

    @Elmuttaqin : silakan di link kalau dianggap ada gunanya, Tapi Blog sampean mana?, Eh, ngajar 18 jam bukan berarti belum memenuhi peraturan karena siapa tahu Anda mempunyai tugas-tugas tambahan. Selain itu SK pembagian jam mengajar sekarang (yang sesuai peraturan) harus dicantumkan tugas tambahan. Tapi kenyataannya masih banyak teman-teman yang yang beranggapan beban kerja 24 jam = SK mengajar 24 jam. salam kenal balik.

  40. 12 September 2008 pukul 1:09 pm

    Aku ‘ora ngerti boso jowo’ …. he..he..
    Jadi tidak bisa memahami comment rekan-rekan lain.
    Maaf ya, kalau bisa kasih terjemahanna dong ke bahasa Indonesia biar aku bisa ikut tertawa kalau ada yang lucu.

    Salam Sukses,
    Syamsuddin Ideris : Bajayau-HSS-Kalsel.

  41. 21 Agustus 2008 pukul 6:00 pm

    Bagusnya Kepala Sekolah juga berkunjung kesini biar mengerti betul yang dibilang “beban kerja guru” moga yang jadi guru semakin giat dan tekun bekerja

    @Betul pak, termasuk juga kepala dinas. karena kemarin kepala dinas mengeras bahwa yang dimaksud beban kerja 24 jam itu ya, jam sesuai pembagian tugas mengajar. Padahal seharusnya dalam SK terdapat rincian tatap muka, dan tugas tambahan yang diperhitungkan ekivalensi jam. Dan lebih bagus memang tugas tambahan tersebut dilaksanakan, bukan cuma sekedar SK.

  42. 19 Agustus 2008 pukul 11:32 am

    Maturnuwun pak budi kula syauqi sampun saged ngunduh pedoman penghitungan beban kerja, mugi tansah sukses, maturnuwun

    @sama-sama pak, sering-sering mampir ya pak…

  43. 17 Agustus 2008 pukul 3:29 pm

    Posting bermanfaat Pak.

    @mudahan demikian adanya

  44. mazdarwan
    17 Agustus 2008 pukul 11:07 am

    Matur nuwun pak, kulo sampun saget ngunduh pedoman beban kerja guru.
    kulo mazdarwan, man sabdodadi bantul
    e-amil: man_sabdodadi@yahoo.com atau mazdarwan66@yahoo.com

    @kepanggihipun mapan keleresan, saumpami blog menika saget migunani kangge rencang-rencang. Namung kosok wangsulipun kula nyuwun dipun ceneng lan gangheng supados kula saget maju kados sederek-sederek ingkang wonten tlatah Jawi. Saking Kalimantan taklim kula. suwun.

  45. edi haryanta
    14 Agustus 2008 pukul 8:33 am

    Matur nuwun pak, kulo sampun saget ngunduh pedoman beban kerja guru.
    kulo edi haryanta, sman 7 banjarmasin. asli bantul
    nuwun…

    Walah…njeketek malah neng kalimantan ketemu dulur-dulur saka sebrang. Lenggahipun wonten pundi pak? kula kala-kala nggih teng mBanjarmasin. Kula nembe kemawon lho merantau teng Ampah kalimantan tengah. Nembe wolulas tahun. Mugi panjenengan sakeluwaga sumrambahe dhumateng rencang-rencang sedaya pinarirang rahayu, widada nir ing sambikala. Lawas jua pang kada bapandir kaituan, sabujurnya ulun katuju banar ada nang bapandir kaya urang tuha, lalu batauan wan dangsanak WEH …mak nyooss

  46. 13 Agustus 2008 pukul 10:24 am

    pedoman penghitungan beban kerjanya koq susah dibuka?? Mohon webnya aja . Maturnuwun

    @katur mas syauqi : maturnuwun, kersa pinarak wonten gubugipun tiyang kalimantan. Mekaten mas, file inkang dipun unduh arupi *.RAR, pramila kedah dibuka ngangge WINRAR utawi winzip. saksampunipun dimekaraken fie arupi PDF

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.709 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: