Beranda > Catatan teman > PROFESI GURU

PROFESI GURU

bapak6Sertifikasi guru telah mulai mengubah pandangan orang dari profesi yang tidak menjanjikan menjadi sebuah profesi yang menjanjikan dinilai dari segi ekonomi. Karena apapun pilihan profesi, ujung-ujungnya adalah berapa penghasilan dalam satu bulan. Menurut kajian komunikasi tentu ada hubungan antara profesi dengan profesionalisme. Pada zaman saya SMA dulu, kalau ditanya guru fisika, guru IPA, guru Bahasa, guru kimia, guru PKn, guru BK/BP “kemana kamu nanti kuliah?” maka teman-teman papan atas akan malu menjawab kalau ingin melanjutkan kuliah di IKIP.

Cita-cita favorit adalah menjadi dokter, sedikit sekali atau bahkan tidak ada yang bermimpi menjadi penulis buku atau penjual buku. Pada dasarnya hidup/urip ini harus selalu berguru,dan berbakti kepada Allah swt. yang telah memberikan kita talenta. Mbah saya dulu menyebut Allah dengan Gusti, tapi bukan gustidiana. Semuanya harus kita jalani dengan penuh kejujuran cinta, agar hidup ini terasa indah rephi.

Apapun cita-cita dan impian mereka adalah baik semua, asalkan dapat menjalaninya dengan profesional. Menurut Mario Teguh, (yang jauh dimata) “diantara semut-semut yang kecil pasti ada semut yang hebat, dan diantara gajah-gajah yang hebat pasti ada gajah yang brengsek”. Sehingga jadi apapun Anda jadilah yang hebat. Jangan biarkan jiwa Anda hanya berkelana, visualisasikan impian Anda. Buatlah dream book.

Kalau jadi guru jadilah guru yang kreatif, bagus, sehingga dapat mencapai derajat profesional. Hm…. Tentu putriku nohara, tidak sendiri. Masih ada putri-putri yang lain seperti Maria Ozawa, mbak yulism, yellashakti, saung bunda, dewiyuhana dan lain-lain.

Wah postingan ini sepertinya gak sambung… tapi biarlah. Mau kidung jinggga di lagukan secara mars juga gak papa. Mau puisi dibaca seperti pidatonya kyai juga gak masalah.

About these ads
  1. 4 April 2011 pukul 4:22 am

    hile I found this page really intriguing, I could not help but to contemplate whether the figures you used are accurate. That statement looks fairly weird to me. Any thoughts whether it?s genuinely true?

  2. 26 November 2010 pukul 4:08 pm

    Guru diNegri kita sangat memperhatinkan…….
    mereka mencerdaskan orang banyak tp tak da yang mau memperhatikan kehidupan mereka…….
    kalo gak da guru tak ada orang pintar…..
    mereka yang bergaji besar tak bisa seperti itu kalo gak da guru…..
    Ku sangat menghargai profesi guru…..merka adalah
    PAHLAWAN TANPA TANDA JASA

  3. 8 Juni 2010 pukul 11:56 pm

    Kirain serius soal sertifikasi Pak :)

  4. 1 April 2010 pukul 3:58 pm

    guru yang profesional harus juga diikuti dengan pendidikan yang bermutu.. untuk itu sebenarnya pendidikan guru harus lebih ditingkatkan dengan sarana dan prasana yang memadai. termasuk kwalitas SDM yang masuk pendidikan guru haruslah di selesi seketat mungkin.

  5. 1 April 2010 pukul 12:48 pm

    salut Pak, moga profesionalisme guru benar-benar bisa ditingkatkan, demi kemajuan pendidikan di Indonesia

  6. nasir rhosidi
    17 Maret 2010 pukul 8:29 pm

    Lho-lho-lho…., jangan ikut-ikutan ‘menyalahkaprahkan’ (salah kaprah = salah tapi umum pemakaiannya) menyebut Guru dengan PAHLAWAN TANPA JASA, lho Pak/Bu. Yg benar, Guru itu banyak jasanya tapi tidak diberi tanda jasa, seperti tanda bintang dsb. PAHLAWAN TANPA TANDA JASA, ya! Aku bangga jadi itu.

  7. nasir rhosidi
    17 Maret 2010 pukul 8:22 pm

    Lho-lho-lho…., jangan ikut-ikutan ‘menyalahkaprahkan’ (salah kaprah = salah tapi umum dipakai khalayak) menyebut Guru dengan PAHLAWAN TANPA JASA, lho Pak/Bu. Yg benar, Guru itu banyak jasanya tapi tidak diberi tanda jasa, seperti tanda bintang dsb.dan gajinya pas-pasan untuk >/< 2 minggu azza… PAHLAWAN TANPA TANDA JASA, ya! Aku bangga jadi itu.

  8. Ina
    19 Februari 2010 pukul 12:46 pm

    Guru adalah pahlawan tanpa jasa tp mengapa anggota DPR yg dididik oleh guru gajinya lebih besar dr guru

  9. 19 Februari 2010 pukul 10:47 am

    jasa guru harus dihargai……..
    dari jerih payahnya yang selama ini dilakukan
    tanpa memperhatikan gaji yang didapat…..
    kadang gaji tidak sesuai dengan pekerjaan yang telah dilakukan
    hargalah para guru honore………

    karena tidak semua guru honor dapat diangkat menjadi PNS
    mereka banyak yang terlunta-lunta……
    padahal masa kerjanya telah lama………..

  10. aceng
    2 Februari 2010 pukul 1:52 pm

    itu hanya bagi guru yang sudah PNS, bagi guru honorer mah teuteup susah, sedih, disepelekan tidak ada kretifitas teuteup umar bakrie

  11. 26 Oktober 2009 pukul 3:47 am

    siapa yang mengajar presiden?
    siapa yang mengajar dokter?
    siapa yang mengajar kita semua?
    jawabnya adalah GURU.
    betapa besar jasa para guru.

  12. Rosandy
    25 Juni 2009 pukul 10:09 am

    kyaknya tidak merik tuk di bca ada yang lain gk…………..

  13. shin
    30 Mei 2009 pukul 5:03 pm

    menurut ku profesi guru sangat penting bagi pendidikan saat ini, kalau kita tidak cangih mgkin ilmu gutu sangat sia-sia karena guru yang tidak ber pengalaman mungkin tidak tahu ilmu yang dia capai.

  14. 27 Maret 2009 pukul 8:54 am

    pemaksaan,
    tapi nyambung juga tuh,
    by the way
    nohara adalah anak bapak dalam arti sesungguhnya?
    sudah saya kunjungi dan coba bantu menulis dengan karakter jepang.
    selamat mengajar…
    .
    .
    @subpokjepang: anak kandung bu, tadi malem lngsung nyoba nulis jepang dan bisa, makasih bu ya

  15. 14 Maret 2009 pukul 2:02 pm

    salam kenal pak guru :)

  16. 22 Februari 2009 pukul 11:28 am

    Makasih nama saya ikut sambung menyambung menjadi satu…
    Hidup Guru…
    Sukses buat Mas Budie…
    .
    .
    @marsudiyanto: makasih pak Mars.. sampean telah banyak memberikan inspirasi saya.

  17. 19 Februari 2009 pukul 3:45 pm

    Numpang Share Maz Admin :
    artikelnya bagus banged.. saya nambah dikit yaa.. matur Nuwun mas.. IJIN yang Punya (sambil bakar menyan) hehehehe

    Mulai tahun 2008 bagi guru yang lulus sertifikasi guru akan mendapatkan tunjangan profesional yang besarnya sama dengan satu kali gai pokok, jadi seorang guru akan mendapatkan dua kali lipat gaji pada tahun 2007, Namum Buwat Rekan Rekan yang Belum sertifikasi atau yang udah sertifikasi Pun dapat Menambah penghasilan dari Internet Caranya Gampang, CUKUP daftar di sini Klick DAFTAR
    Nah ini gak basa basi deh..
    Ntah dah basi atau ngak ?? saya cuma mo bagi Informasi.. saatnya jadi Guru tanpa sertifikasi tapi dapat uang dari Internet..

    saya gak bakal bahas Google adsense atau sejenis nya disini..
    saya juga gak bakal Nipu atau minta Pengguna buat Download sesuatu dari Link yang Payable Download.. Like Ziddu or BizHat..!!nah Gimana caranya?? Klick DAFTAR Stay Tune..!!
    Oh ya Jangan Lupa ntar SIGN UP daftar GITU…


    @guru: monggo….

  18. 16 Februari 2009 pukul 10:53 pm

    Profesi guru kata orang semakin hari semakin menjanjikan. Jikapun benar demikian ya…syukur alhamdulillah.
    Paling tidak, guru-guru di Indonesia bisa sedikit menghela nafas dan mengendorkan ikat pinggang.
    Mudah-mudahan pemerintah juga masih sudi berwelas asih kepada para guru yang selalu ngatung-ngatung mengemis-ngemis kepada pemerintah minta jatah sejumput kue legit dari APBN.

    Tapi, sepertinya seberapapun besarnya welas asih pemerintah kepada para guru masih jauh panggang dari api. Cepat tergerus oleh arus inflasi. Jadinya ya tetep kembali ke laptop alias muspro tanpo warto.

    Mending lebih kreatif sedikit dengan mencari penghasilan diluar profesi guru. Tidak mengganggu konsentrasi dan dan yang pasti sudah bisa saya nikmati. Gak perlu ngatung dan ngemis lagi. Alhamdulillah tenaaannnn…hehehe…

    Referensinya silakan obrak-abrik di blog saya:
    KLIK BISNIS GURU : Referensi Bisnis Online dan Info Pendidikan

  19. ceritakan
    14 Februari 2009 pukul 1:38 pm

    Blog anda sangat bagus dlm dunia pendidikan, penuh ide-ide cemerlang.

    Launching blog baru, tempat beli e-buku manajemen diri diskon hingga 80% di

    http://ceritakan.wordpress.com

    Salam kenal selalu,
    Ari Zusnan F

  20. yussa
    12 Februari 2009 pukul 10:16 am

    Muantep Mas…. konsist juga tentang gurunya…kapan-kapan tulis tentang kepala sekolah…(eh…itu guru juga ya…)

  21. wyd
    9 Februari 2009 pukul 7:45 pm

    saya termasuk yang nyasar juga pak. cita2 asli sih pingin jadi beach guard hehehehehehe… eh malah sekarang ga tau apa masih bisa berenang apa ga, udah belasan tahun yang lalu berenang terakhir di laut

  22. 8 Februari 2009 pukul 10:12 pm

    Wah gawat, sekarang peserta sertifikasi via diklat ada yang gak LULUS, berarti yang dinyatakan LULUS pasti profesional.
    Tapi saking profesionalnya minta jam mengajar 24 jam meskipun gak sesuai jurusan,sementara jam wajibnya sering kosong.
    .
    .
    superbejo:podho wae ng kene..sing aku bingung ki antarane guru-dinas-pengawas-pemda jan gak sambung blassssssss. ndi blogmu ra apdet maneh

  23. 8 Februari 2009 pukul 1:53 am

    Kok ada bajingan segala to,emange guru ada yg nyambi nyopir gerobak ya?
    Bajingan itu,lak yo sopir gerobak to?
    Huakhakhahaha.
    .
    .
    @sangBayang:awalnya makdheg..tapi setelah tak pikir itulah konsekuensi bersedia dikomentari oleh siapapun dan apapun isi komentarnya. lha kalo gak mau dheg-dhegang khan tutup saja komennya. lak nggih to mas? Jadi inget bajingan waktu kecil di desa, memang waktu kecil suka nggandul cikar/gerobag yang sedang lewat.

  24. di2kariadi
    7 Februari 2009 pukul 10:26 pm

    hehehehe……… konsep baru nih tulisannya pak?????? sambung menyambung menjadi satu… itulah INDONESIA……..TOPS banget…..ngomong2 masalah Guru….hhhhhhhhhhhhhhh……. saya cuma menghela nafas aja dech pak…saya sudah temui banyak guru di 2 provinsi, 6 kabupaten 1 kotamadya…berapa kecamatan ya???? sertifikasi tidak menjamin profesionalitas guru…dan tidak menjamin kreativitas guru….kurang tau apa akar masalahnya… apa terlalu mudahnya untuk bisa menjadi guru… atau karena memang kurangnya Tenaga guru….??? sehingga kreativitas dan profesionalitas sebagian besar guru “Jauh panggang dari api” lebih-lebih pada tingkatan Dikdas… menurut saya pribadi… lembaga penjamin mutu pendidikan pun… “tidak punya” andil besar dalam meningkatkan kreativitas dan profesionalitas guru…termasuk mutu guru. kreativitas guru , saya pikir lebih pada keterbukaan pemikiran/mindset para guru dalam menyikapi kondisi pendidikan saat ini…dan saat ini tidak hanya karena iming2 sertifikasi…
    (panjang betul komentar nya…. knapa gak di tulis di blog sendiri ya pak???>> LANJUT>>>>>>>>>>>>>>>>>>….



    @Di2k:mutu pendidkan kan sudah ada yang menjamin, yaitu lembaga penjaminan mutu pendidikan…kenapa guru harus mengejar mutu? guru itu kan kalau malem minggu ya jangan cepat turu, browsing kek, blogging kek, atau nulis-nulis apa gitu. masak tunjangannya tambah kok gak berani pasang internet…. lho gak sambung. halah… wis-wis

  25. 7 Februari 2009 pukul 8:16 pm

    dulu sebelum sertifikasi guru yoiku wagu tur kuru saiki bareng wis sertifikasi digugu lan ditiru tenan kanggone guru sing konsekwn. sing orang tenanan kuwi guru bajingan.
    .
    .
    @tjatur:saya sudah sertifikasi masih tetap tidak bisa ditiru …wah dasar bajingan

  26. 7 Februari 2009 pukul 4:11 pm

    yang udah sertifikasi juga belum tentu menjadi profesional karena memang sertifikasi “menjanjikan” :-)

  27. 7 Februari 2009 pukul 12:32 pm

    Keren Pak, ide nyatuin blogsphere lewat tema profesi guru :D

    tetap semangat

  28. ari
    7 Februari 2009 pukul 12:28 pm

    mau copy poastingan saya, silahkan :), saya sangts enang jik postingan saya bisa memotivasi saya, sebenarny say juga ada keinginan jadi guru hehehehehe, ingin memajukan pendidikan Indonesia heheheh :D terlalu besar ya keinginannya hehhehehe,s alam kenal :)

  29. 7 Februari 2009 pukul 11:20 am

    Profesi Guru dan Links Para Guru.
    hebat pak…
    ngakak tenan ki

  30. 7 Februari 2009 pukul 1:43 am

    cita -cita = binggung soalnya wkwkwkwkwkwkdah tua sieeh pi memang menjadi guru ga banyak yng suka tapi klo di tempatku masih banyak ko yng berminat untuk jadi guru buktinya tahun ini aja banyak yng masuk ke pakultas ilmu keguruan hayoooooooooo.
    .
    .
    @fans :ya alhamdulilla bae, lhah.

  31. 7 Februari 2009 pukul 1:40 am

    pertamak nich

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.737 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: