Beranda > Lain-lain, motivasi > GURU itu SPD

GURU itu SPD

Guru dalam UUGD adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada jalur pendidikan formal, serta pada jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah, termasuk pendidikan anak usia dini. Adapun profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. Untuk memenuhi kriteria profesional sebagaimana dimaksud pada UUGD, guru itu SPD…….

Sarjana Penuh Derita, pada 1997 mendapat beasiswa tugas belajar ke IKIP Malang. Banyak teman-teman asal luar jawa yang menderita karena jauh keluarga, uang beasiswa minim biaya hidup meningkat karena krisis ekonomi.

Sarjana Pakai Duit, setelah keberhasilan kejar paket A setra SD, paket B setara SMP, paket C setara SMA, maka muncullah kejar paket D setara sarjana. Ni sekarang lagi nunggu-nunggu kejar paket E setara master, gak usah kuliah yang penting dapat gelar master.

Selalu Pikirannya Duit, munculnya program sertifikasi disinyalir sebagian elemen masyarakat sebagai program bagi-bagi duit secara bergiliran, bukan kualitas, bukan pula profesionalitas karena prosedur yang ditempuh terasa ganjil. Protes ketidakpuasan bermunculan hingga muncul wacana guru-guru yang telah terlanjur menerima sertifikat pendidik harus mengembalikan uang tunjangan profesi yang telah diterimanya.

Seharian Pekerjaannya Duduk, lha ini mungkin yang diprotes orang. Mulai bel masuk sampai bel keluar Cuma duduk di kursi guru, mendikte, membaca buku, anak-anak tidak diperhatikan. Jauh dari sebutan profesional yang disandang, tidak sesuai antara gaji yang diterima dengan kinerja yang dilakukan. Apalagi sebutan PAIKEM, Pembelajaran yang Aktif, Inovatif , Kreatif, Efektif dan Menyenangkan.

Spesialis Pembuat Diktat, sehingga guru juga mendapat sebutan DIKTATOR. Membuat diktat untuk membeli motor. Gagasan ini muncul ketika pemerintah melarang menjual buku-buku di lingkungan sekolah, lantas guru-gurupun berinisiatif untuk membuat diktat untuk menjadi sang DIKTATOR.

Sosok Penuh Dedikasi, sampai-sampai syair lagu Umar Bakri sangat melekat dengan sosok guru yang telah menciptakan banyak menteri, anggota dewan, panglima bahkan sampai presiden. Tapi apa kata mereka… guru tak peduli, dia tetap kerja dengan penuh dedikasi.

Seharusnya Percaya Diri, dalam bahasa pergaulan sering disingkat PeDe. ”Kamu kok bangga sih dapat sebutan PeDe”, kata teman saya. PeDe itu kepanjangan dari PEKOK DEWE, pekok itu artinya goblok, tahu?. Saya senang dapat sebutan guru goblok, tapi nulisnya go-blog, jawabku. Guru memang harus go-blog, mencari informasi, mencari teman, membuat blog, dan menulis di blog. Pokoknya harus percaya diri. Lho kok gak sambung sih….

Selanjutnya Pikiren Dewe, ……….. ya terserah Anda mau bilang apa terhadap guru dan pendidikan di negeri ini.

About these ads
  1. 26 September 2009 pukul 2:48 pm

    wis aku ora iso ngartine spd liane, meluk aeee heheheh

  2. 26 April 2009 pukul 11:05 pm

    ada juga yang memplesetkan SPD jadi sarjana pecah Dase, mas budi, keke … karena pusing mikirin tunjangan profesi ndak keluar2, haks.
    .
    .
    @sawali: kwak….kakakakakakak…. ada juga Seharusnya Pilih Demokrat

  3. 26 April 2009 pukul 8:19 pm

    Guru itu tauladan bagi muridnya. tanggung jawab yang begitu besar :)

    Saya salut dengan orang2 yang berprofesi sebagai Guru. salah satunya Ibuku yang seorang guru SD

  4. 26 April 2009 pukul 6:00 pm

    dulu pas lg pacaran sma nyonya slalu make kata SPD untuk guyonan.. SPD : sarjana penuh derita, tp setelah dpt kerja gantian diganti artine, SPD L : Sarjana Penuh Duwit.. hehe..

  5. joe
    25 April 2009 pukul 9:55 pm

    sok pinter dewe
    .
    .
    @joe: sak penake dhewe

  6. 25 April 2009 pukul 8:15 pm

    saya amat sangat menghormati guru saya……tetapi,
    Guru dalam UUGD adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada jalur pendidikan formal, serta pada jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah, termasuk pendidikan anak usia dini. Adapun profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. Untuk memenuhi kriteria profesional sebagaimana dimaksud pada UUGD, guru itu SPD…….
    dan skarang APAKAH SUDAH SESUAI….
    .
    .
    @mrpall:kok pakai tapi sih pak….tapi singkong apa tapi gaplek, wah jadi kangen tape gaplek. apa sekarang masih ada ya di ngawi
    dan skarang apakah sudah sesuai? Lhawong tulisannya saja gak sesuai dengan isinya kok pak… makasih

  7. 25 April 2009 pukul 5:55 pm

    Saya tetap menghormati guru, dari beliau-beliau lah, saya bisa seperti sekarang ini.
    Orangtua saya juga guru, ayah dosen di IKIP dan ibu Kepala SD. Saya sendiri, walau bukan pendidik, tapi diantara tugas kantor, sering diminta mengajar untuk para yunior, dan setelah pensiun bergabung dengan Lembaga pendidikan.
    Adik nomor dua juga guru, di UNDIP Semarang. Yang ketiga (bungsu), selain kerja di BPPT, juga mengajar di Binus, dan Paramadina.

    Dan yang terakhir, suamiku juga dosen di Bandung.
    Anakku, sejak tahun kedua menjadi asisten…yang kecil, sambil meneruskan S2, menjadi koordinator asisten di lab elektro ITB…dan kayaknya nanti juga akan mengarah menjadi pengajar.

    Jadi, walau gaji kecil, kami hidup bahagia….
    .
    .
    @edratna:kakek dan nenek kami juga guru, ibu saya juga guru, kami bahagia, walau SPD, Sumber Penghasilan Dikit

  8. 25 April 2009 pukul 3:12 pm

    semoga saja tidak
    SPD = Sak Penake Dewe
    but angkat topi buat guru
    .
    .
    @Jamal: terimakasih, Semoga Penghormatannya Diterima oleh guru-gur lainnya

  9. 24 April 2009 pukul 9:35 pm

    SPD, susah pakai dasi…
    Wagu…

    .
    .
    @mars: aku lho mesti ngguyu yen njenengan nulis komentar ato postingan
    SPD, sepeda

  10. 24 April 2009 pukul 8:10 pm

    seharusnya gak nyontek waktu ujian….

  1. No trackbacks yet.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.737 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: