Beranda > motivasi > HIDUP HARUS OPTIMIS, falsafah air

HIDUP HARUS OPTIMIS, falsafah air

HIDUP HARUS OPTIMIS, FALSAFAH AIR
Secara kimia air memiliki rumus H2O (HHO = Hidup Harus Optimis). Bahasan di luar kimia, air bisa berarti zat yang cair. Seperti air kelapa, air laut, air keras, air raksa. Tentu berbeda pada airmail, airforces, airways (“Dul, Dul…kamu tidak cocok hidup di air, tapi kamu cocoknya jadi guru“)

air-hid1 air1
gambar dari wikipedia
Alhamdulillah….karena ikatan hidrogen antarmolekul air, air dapat berfungsi sebagaimana air yang kita nikmati. Ikatan hidogen ini adalah ikatan antarmolekul air, sehingga air tak tercerai berai. Air dapat berwujud cair pada suhu kamar. Air harus berikatan dengan air lainnya agar bisa menjadi air yang berwujud cair. Begitu pula manusia, harus berinteraksi dengan manusia lainnya agar bisa menjadi manusia. Manusia yang tidak berinteraksi dengan manusia lainnya tak ubahnya seperti patung bernyawa. Alhamdulillah, selalu ada rasa syukur setiap kita mengetahui sesuatu. Untuk itu kita harus banyak tahu agar selalu bersyukur. Karena dengan bersyukur, nikmat akan selalu bertambah.

Allahu akbar… air menempati ruang sesuai wadahnya. Dituang di gelas, bentuk air menyesuaikan gelas. Dituang dilantai, airpun datar. Kemampuan adaptasi air sungguh luar biasa. Adaptasi air terhadap suhu disekilingnya dilakukan dengan perubahan wujud, padat; cair dan gas. Perubahan wujud yang dilakukan tidak mengubah massa air itu sendiri.
Pada tubuh manusia ternyata kandungan air sangat dominan (80%). Dengan demikian kalau kita tidak bisa adatasi dan tidak berguna bagi orang lain, celakalah kita

Akhirnya filosofi air dalam kehidupan yang dapat kita ambil adalah:

1. Berinteraksi dengan sesama,
2. Dapat menyesuaikan diri di segala tempat
3. Berguna bagi orang lain.
Semoga tulisan ini berguna bagi yang lain.

About these ads
  1. 24 Mei 2013 pukul 5:47 pm

    Hey there, I think your blog might be having
    browser compatibility issues. When I look at your website
    in Firefox, it looks fine but when opening in Internet Explorer, it has some overlapping.
    I just wanted to give you a quick heads up!

    Other then that, great blog!

  2. tirta
    28 Januari 2011 pukul 10:16 pm

    H2O ( air ) baik jga q-ta jdi air, lbh baik lgi jd diri sendiri

  3. 4 Maret 2010 pukul 10:03 am

    mas budi..salam kenal dari pohonbesar…o,ya pohonbesar butuh air untuk tumbuh. karena hampir 80% manusia terdiri dari air, jadi pohonbesar juga butuh manusia untuk menjaganya..hehehe..saya jadi ikut berlogika neh..semoga hubungan manusia tidak hanya sesama manusia saja yaa..hohoho

  4. 6 Oktober 2009 pukul 12:31 pm

    filosofi yang mengesankan.

  5. suhadinet
    5 Mei 2009 pukul 10:15 am

    hmmmm……..
    saya falsafah yang bagus untuk diterapkan.
    .
    .
    @Suhadi: saya SPD=sok percaya diri

  6. sri kustari
    2 Mei 2009 pukul 10:26 pm

    mas budi air juga jernih dan memadamkan api, intinya manusia diharapkan selalu berpikiran jernih dan berkepala dingin….
    .
    .
    @Sri: makasih bu, kunjungannya

  7. 2 Mei 2009 pukul 10:03 pm

    Sori om sedikit OOT: Tidak bermaksud menyalahkan filosifi yg diangkat. Bentuk tetraheral atau V sekalipun pada air itu hanya kondisi yang direka (dgn memodelkan-nya) manusia untuk membenarkan konsep-konsep yg ia buat. Lebih bisa diterima kalau pemodelan seperti itu diberi keterangan kondisi kapan, bagaimana dlll hehehe. Soale tiap atom dalam molekul air gak diam. ada vibrasi, rotasi, bengkok-kan, streching.
    Kalau begitu gimana filosofi untuk air-nya :D, IKI PR NGGO sampean
    .
    .
    @urip: halah kasih PR kok angil sekali, lha aku gak bisa bahasa inggris gimana

  8. 28 April 2009 pukul 8:08 pm

    mengalir seperti air, tapi mengalirnya juga menuju sesuatu, bukan mengalir ke mana-mana alias ndak punya tujuan…

    *cmiiw*
    .
    .
    @Ndop: muantab

  9. Novianto Puji Raharjo
    28 April 2009 pukul 9:39 am

    Itulah air yang mengalir dan dia bisa jadi apapun bentuk sesuai dengan tempatnya itulah gambaran seharusnya kita bisa menyesuaikan diri dan bisa diterima dimanapun berada
    .
    .
    @novi: insya Allah… pak

  10. 28 April 2009 pukul 8:06 am

    makasih ilmu air nya pak budi.
    air adaptasi dg lingkungan tapi tidak berubah sifat aslinya.ya ssemoga saya bisa belajar dari air.berteman dg siapa saja tapi tidak merubah sifat atau karakter saya.
    tabik.
    .
    .
    @Jamal: tapi hati-hati pengaruh lingkungan sangat besar

  11. 28 April 2009 pukul 6:46 am

    semoga ngak filosofi air yang banjir hhehehehee
    .
    .
    @SUwung: kalau banjir, rumah-rumah pada suwung

  12. 28 April 2009 pukul 3:01 am

    tulisannya sangat bermanfaat, mas budi. air juga menggambarkan sikap “manjing-ajur-ajer”, gampang beradaptasi dan tak pernah marah meski dirinya dicampuri dengan segala macam limbah dan kotoran. terima kasih pencerahannya.
    .
    .
    @sawali: kaya pak sawali.. masih mau ngumpuli saya…walo saya jelek

  13. 27 April 2009 pukul 10:49 pm

    Yups..analisa saya cenderung ke teori piramidanya.
    Empat pilar penyangga dan segita sama sisi di susun menjadi sebuah piramida dengan satu puncak tertingi.
    Empat pilar = bersumber pada kunci asmiul khak yang slalu bersatu dan bersumber pada satu.
    Segitiga = bersumber dari khakekat Rossululloh Mukhamad atau Mukhamad Rossul Alloh,yang mengarah pada satu titik puncak tertinggi yaitu Alloh.
    Tapi kalo filosofi air menurut ajaran jawa mungkin lain lg ya Om..??? Wakxkxkxkx..
    @=> Husss..,duowo men..,omong opo je.. iki..??? Cah cilik koyo ngerti-ngertio wae..!!!
    Maap..Om..,SanG BaYAnG kalo lagi kesambet ya ndleming wae..ngene kiye Om..ehehehehe..
    .
    .
    @Sangbayang: ndleming tapi mantab, mungkin 4 pilar yang menyatu dengan simetri ke satu titik, “sedulur papat, lima pancer yang saling mendukung guna sampurnaning ngaurip”,
    ora kena adigang adigung adiguna

    Wóng linuwíh iku kudu biså ngêpèk ati lan ngêpénakaké atiné liyan. Yèn kumpúl karo mitrå kudu biså ngêtrapaké têmbúng kang manís kang pêdhês, sêpêt,bisa gawé sênêngíng ati. Yèn kumpúl pandhitå kudu biså ngómóngaké têmbúng kang bêcík. Yèn ånå sangarêpíng mungsúh kudu biså ngatónaké kuwåså pangaribåwå kaluwihané.

  14. 27 April 2009 pukul 10:39 pm

    Yap, di belahan bumi yang lain ada yang kesulitan air, juga di sebagian tempat di tanah air yang juga belum mempunyai kesempatan dalam memanfaatkan air dengan sanitasi yang baik.

    Air, semakin lama menjadi barang yang mahal, jadi perlu terus dijaga dan dikelola dengan baik, karena kita tentunya tidak ingin berada dalam keadaan krisis air.

    Filsafat air, diantaranya, selalu menuju ke tempat yang paling rendah.
    .
    .
    @benyamin: menuju ke tempat yang rendah, bermakna lebih banyak memberi

  15. 27 April 2009 pukul 10:03 pm

    Bahkan saya baca di makalahnya Mr Tung Desem Waringin, ternyata air itu mempunyai struktur kristal yang baik jika mendapatkan pujian. Dan strukturnya akan berubah jelek jika air itu dicela, dikata-katai jorok, dll.

  16. 27 April 2009 pukul 9:28 pm

    Dibaliknya … betapa hebatnya Sang Pencipta … sungguh luar biasa, tubuh kita adalah air (70%?), dan … filosofi air seharusnya melakad … sayang kita kurang memepelajarinya. Maksih tulisannya Pak Guru.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.737 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: