SEDUMUK BATHUK, SENYARI BUMI
1 Juni 2009 at 5:39 pm | In Lain-lain, motivasi | 11 CommentsTags: AMBALAT, krisis tni, malingsia, manohara, sebatik

Lemahnya pertahanan kita tercium tetangga
Perseteruan tiga jenderal
Jatuhnya pesawat latih
Jatuhnya pesawat Hercules
Menurunnya anggaran pertahanan
Keprofesionalan prajurit
Politisi yang hanya memikir perut sendiri
Lemahnya pertahanan kita tercium tetangga
Pesawat-pesawat usang
Kapal-kapal karatan
Bedil-bedil mejen
Keker-keker jamuren
Prajurit-prajurit kelaparan
Ketika kau berusaha mengusik kedaulatan ibuku
Darahku mendidih
Nasionalismeku bangkit
Sedumuk bathuk senyari bumi,
Malingsia ndi dadamu
iki dadaku
rawe-rawe rantas
malang-malang putung…….
& Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.








Heee ganyang malaysia …. tapi kalau dipikir-pikir ternyata yang salah ya para pemimpin bangsa ini … karena hanya memikirkan perutnya sendiri tanpa mengedepankan kepentingan bangsa dan negara
.
.
@WD: malingsia mas….pecas ndahe
Komentar oleh Wongndeso — 2 Juni 2009 #
Akankah kita terjajah kembali..?
.
.
‘@jiwakelana: jangan ah…. merdeka!
Komentar oleh jiwakelana — 2 Juni 2009 #
gadjoel tjotjotnja….
.
.
@gubrik: itu untuk saya kah…. hi…. jangan ah
Komentar oleh grubik — 2 Juni 2009 #
gak usah pake nego, gak bakal maju negara kita kalo pake perasaan
Komentar oleh iphant — 3 Juni 2009 #
tok ke plinthenge ……
.
.
@sudaryadi: tapi jangan saya yang di plintheng, yapak….
Komentar oleh sudaryadi — 3 Juni 2009 #
sedumuk bathuk senyari bumi ki artinya opo to pak?
Komentar oleh denologis — 3 Juni 2009 #
yang dekat ambalat siyap-siyap ya…
ganyang malingsia!!
Komentar oleh JAUHDIMATA — 4 Juni 2009 #
Ganyang.. Ganyang.. Ayo ganyang telo bakar sambil manggul senjata menuju medan perang.. Tp kapan pak perangé ? Ki senjataku wis tak minyaki terusé..
Komentar oleh zarod — 4 Juni 2009 #
rakyat kita rupanya dah lama tidak “merasakan” suasana heroik. Lihat saja antar suporter tawuran, antar mahasiswa tawuran, antar kampung tawuran…mbok ya sekali-kali “membangkitkan lagi” semangat patriotisme itu dengan “mencoba” si negara “usil” disebelah….he..he… mungkin semangat tempurnya jadi tersalurkan…….
Komentar oleh gusfudz — 10 Juni 2009 #
@gusfudz: betul gus,.. daripada saling serang sesama mahasiswa, sesama seporter. khan ndik sana ada musuh-musuh yang nyata. masalahnya berani gak gak mereka-mereka yang suka kelahi itu dihadapkan musuh yang sebenarnya……..
Komentar oleh budi — 10 Juni 2009 #
Setelah Sipadan dan Ligitan, masalah kita bukan hanya Ambalat.
Komentar oleh Mahendrattunggadewa — 13 Juni 2009 #