REWARD DENGAN JEMPOL
21 Oktober 2009 at 11:14 am | In motivasi | 10 Comments
Rabu, 21 Oktober pada jam pelajaran sejarah, gurunya tidak hadir, lantas para siswa kelas 12 IPS 2 minta latihan upacara. “hm….semangat..sekali anak-anak ini.” gumamku dalam hati. Di Ampah pukul 10 pagi terik matahari begitu menyengat kulit, tapi para siswa semangat untuk latihan.
Kebetulan hari ini tidak ada jam mengajar, sehingga saya menyempatkan waktu untuk menunggui mereka latihan. Sesekali saya mengacungkan dua ibujari, tanda bahwa mereka menampilkan dengan sungguh-sungguh. Merekapun bangga mendapat acungan jempol.
Tiba-tiba mereka bersorak kegirangan, seperti melihat pengumuman kelulusan. Dua siswa menghampiriku dengan agak malu dan ragu. Namun setelah saya memberi selembar uang lima puluh ribu rupiah kedua anak yang menghampiriku tadi meloncat kegirangan ditambah tepuk tangan teman-teman yang lain.
Suasana latihan terhenti sejenak. Dua anak tadi berlarian mengitari teman-temannya sambil mengacung-acungkan selembar uang yang baru diperolehnya.
“Kita beli minum yuk…” terdengar ada salah satu siswa menyela kegembiraan yang sedang mereka rasakan.
Aku malah terdiam, bengong. Mereka begitu tulus mengungkapkan kegembiraannya. semangat mereka jadi membara lebih giat lagi latihan. lebih serius, suara lebih lantang, pengibar lebih tegap melangkah. Berkali-kali mereka mengulangi latihan. Hingga tulisan ini saya posting mereka masih berpanas-panas.
Sebegitukah dahsyatnya sebuah acungan jempol. .? ternyata memberi tidak harus menunggu kaya. Rp 50.000 sudah membuat siswa bersemangat.
& Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.









wah bisa jadi masukan buat calon guru seperti kacang nj
Komentar oleh kacang — 21 Oktober 2009 #
aku mau jd murid nya… hehehehe
Komentar oleh ties — 21 Oktober 2009 #
waktusekolah dulu saya selalu jadi pengibar bendera kok ngak ada guru sing menehi seketewu ya…
Komentar oleh JAUHDIMATA — 21 Oktober 2009 #
mau donk seket ewu jeee,… memang jiwa anak didik di jawa memang beda dengan di luar jawa
Komentar oleh dameydra — 22 Oktober 2009 #
Kalo ene di jawa..aku ndaftar dadi muridnya
Komentar oleh SanG BaYAnG — 22 Oktober 2009 #
salut pak
Komentar oleh ndru — 23 Oktober 2009 #
Njenengan bener sekali, pak Bud. Reward acungan jempol juga sering saya lakukan pada siswa saya. Bahkan sayapun pernah nempel uang 5000-an di papan tulis di sebelah soal yang saya buat. Yang bisa dengan sempurna mengerjakan soal berhak untuk mendapatkan uang itu, dan para siswa sangt antusias untuk berlomba dapat mengerjkan soal yang saya buat. Entah cra itu benar atau tidak, yang penting saya berhasil menciptakan suasana yang lain dari biasanya.
Komentar oleh M Mursyid PW — 23 Oktober 2009 #
Walah, pak guru yang murah hati apa ndak jebol itu dompetnya kalau setiap hari seperti itu
Komentar oleh Den Mas — 24 Oktober 2009 #
Saya merasa banga atas prestasi yang kami dapat sampai2 masuk iternet trima kasih guru q jasa mu begitu besar bagi kami…….
Komentar oleh Kusmayandi — 27 Oktober 2009 #
kami juga mau kalah pak semangat kakak kelas akan kami tiru
Komentar oleh ditya21cool — 3 Desember 2009 #