BlogGuru
Silahkan tinggalkan link pada kotak komentar (berisi link weblog/website serta kelompok guru TK, SD, SMP, SMA) untuk dimasukkan dalam daftar ini. Mohon koreksi untuk perbaikan tautan, nama, kelompok tingkat sekolah. Tulisan ini saya kopi langsung dari blog Pak URIP
…..Guru TK …..Guru SD/MI….. Guru SMP/MTs …..Guru SMA/MA…..Guru SMK/MAK…..
Silahkan tulis link jika anda punya rekomendasi untuk blog guru tk….
Agus Sampurno (DKI)
Ardymond (…) – TIK
Donny Rajagukguk (Sumbar) – B. Inggris/TIK
Hindraswari Enggar D (DKI) – TIK
Moh. Syafi’i (Kaltim) – Matematika/TIK
Sumarso (Banten) – Penjasorkes
Willy Ediyanto (Kalteng) – Bahasa Indonesia
Ade Fathurahman (Jabar, Sukabumi) – Geografi
Agus Yulianto (DIY) – Kimia
Andi Hidayat (DIY) – Geografi
Anim Hadi Susanto (Jatim) – Kimia
Aries Eko Wibowo (Kalsel) – Kimia
Budi S. (Kalteng) – Kimia
Ismuji (Kaltim) – Matematika
Istiyanto (DIY) – Matematika
Muhammad Yuliawan (Sulsel) – Kimia
Rudy Hilkya (Kalteng) – Fisika
U r i p (Kalteng) – Kimia
Guru SMK/MAK:
Dedi Dwitagama (DKI)
Deni Triwardana (DKI)
H. Bustamam Ismail (DKI)
Haryanto (DKI)
Lily Musyarofah (DKI)
Masnur Tampubolon (DKI)
Parjono (DKI)
Paryaningsih (DKI)
Pormina Silaen (DKI)
Sudiono (DKI)
Titi Mayani (DKI)
Umi Umairoh (DKI)
Kusdiono (DKI)
Kwarta A.P. (Jatim)
Gusti Sahroni (Kalteng)
Karlan (Kalteng)
…..Guru TK …..Guru SD/MI….. Guru SMP/MTs …..Guru SMA/MA…..Guru SMK/MAK…..
Belum s-4 Terklasifkasikan;
Bakharuddin(Riau)
Ayo Pak/Bu Guru…. Kita Berbagi Lewat Tulisan di Blog.
& Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.








MATAHARI BERONTAK
Yang namanya matahari pastilah panas. Namun walaupun sifatnya panas dia adalah figur makhluk disipiln yang pantas kita contoh. Pada suatu hari, seperti biasa dia punya agenda rutin untuk menyinari bumi. Tiba-tiba hari itu dia marah besar karena niatnya dihalangi oleh Awan. Matahari berontak.
Dia hendak turun untuk marah kepada awan.
Dia hendak turun agar awan tak bisa menghalangi niat baiknya. “Hai awan beraninya engkau menghalangi aktivitasku”, gertak matahari. Si Awan yang lemah lembutpun menjawab, “Bukankah aku hadir disini juga karena aktivitasmu yang menyinari lautan, sungai, danau sehingga mereka mengeluarkan uap dan terkumpullah seperti sekarang ini?!”. Matahari tak mau mendengar penjelasan awan, lalu awanpun disuruh menyingkir dan jangan sekali-sekali menghalangi teriknya. Tidaklah terlalu sulit bagi awan untuk menyingkir, bukan karena takut pada gertakan matahari, bukan karena matahari posisinya di atas, bukan karena matahari yang memberi gaji setiap bulan, bukan karena matahari yang mengesahkan kenaikan pangkat dan berkala, bukan karena tandatangannya laku, Namun awan ingin memberi kebebasan pada matahari untuk berbuat semaunya tanpa harus membuat RPP, silabus, KTSP, penilaian semaunya, melaksanakan UN tanpa mengacu pada prosedur operasional standar, membuat aturan yang justru melanggar UU sisdiknas.
Tanpa awan, malam, dan ozon matahari telah melakukan perbuatan diluar kodrat. Tanah di bumi kering kerontang, tumbuhan layu, produktivitas menurun, prestasi belajar menurun dan akhirnya pendidikan di negeri ini terpuruk.
kelanjutannya diserahkan pada pembaca
Komentar oleh budisan68 — 20 Maret 2008 #
Walah mas..
tak lama kemudian matahari memanggil para awan, dikumpulkan lalu disuruh menyusun portofolio. Dalam pertemuan itu pun matahari masih sempat berpesan, “Setelah kamu lulus, kamu akan kuberi duit tambahan, tapi kamu jangan melihat ke atas ,jangan terlalu tinggi, jangan terlalu vokal, jangan terlalu kreatif, jangan usul yang macam-macam”. setelah batuk-batuk sebentar matahari melanjutkan lagi, “Bukankah tujuanmu itu duit, sama seperti aku hanya ingin bagi-bagi duit, kualitas nomor 27″, lalu tambahnya lagi “Setelah dapat duit, DIAM, DIAM, DIAM dan DIAM”.
Komentar oleh sastro — 22 Maret 2008 #
Ketika memulai hari baru, ada tekad untuk mengisi hari dengan penuh harapan dan ingin semua terjadi sempurna menjadi guru yang Profesional, tetapi di dunia nyata banyak hal yang kadang memaksa kita untuk menarik napas, merenung jika tidak ada tempat curahan hari mungkin saya menjadi frustasi,karena adanya diskriminasi dalam perlakuan hukum dan sosial. guru yang rajin jika sekali saja melanggar seorah-olah itu dosa besaaaar, tetapi ada guru lain yang katakanlah sangaaat malaaas, sekali saja rajin mendapat pujian. Sungguh ironis ini terjadi di dunia nyata. Saat ini saya hanya bisa menarik nafas panjang dan mencoba cuek. Mungkinkah hukum karma berlaku ?. Yang pasti saya berusaha maju terus melangkah tegak dan cuek, dengan cara ini ternyata mujuarab.
Komentar oleh Listin Ngantung — 27 Maret 2008 #
he…hehhh…hek…hekkk.
saya copy karena tertarik dengan komentarnya
“Mungkinkah hukum karma berlaku ?. Yang pasti saya berusaha maju terus melangkah tegak dan cuek, dengan cara ini ternyata mujuarab.”
Karma juga dalam dongeng kan? Jadi kalau menunggu hukum Karma yang si Saleh sempat mati kehausan, kelaparan,kepanasan kena matahari. Mbok ya, udah suratan si Saleh kali yang baru terima balasan setelah di Surga.
Kan cuma cerita…?
@cerita anak Shaleh….aku punya teman, ketika anak tersebut bersama bapaknya jalan-jalan ke pasar bertemulah dengan orang tua teman bapaknya tersebut.
“lho ini anaknya ….? wah sudah besar ya…nanti jadi anak Shaleh ya nak”, kata orangtua tersebut sambil mengelus anak itu. Lantas dengan sigap dan spontan anak itu menjawab, “gak mau aku jadi anak Shaleh, aku jadi anak bapak aja”
Ternyata pak Shaleh adalah tukang cukur langganan bapaknya…….
Komentar oleh umar bakri — 24 April 2008 #
Melanjutkan cerita matahari….
Karena matahari mengatakan DIAM..DIAM..DIAM..DIAM. Maka sunyilah bumi ini dari suara-suara….Karena semua jadi diam. Dalam kesunyian itu Matahari MERASA jadi penguasa.
Lantas bagai kalau ternyata kita tidak mau diam???
Matahari akan TETAP jadi penguasa sampai akhir zaman.
Komentar oleh N Nuraini S — 13 Maret 2009 #
“
“
Komentar oleh elyhamdan — 11 April 2009 #
http://202.153.30.131:1133/pcb itu pc banking dulu, sekarang gimana ya
Komentar oleh budisan68 — 25 April 2009 #
Ini bukan tentang kartu ATMnya. Tapi salah satu pengalaman dari anggota kami yang memerlukan transfer cepat. Yg jelas Shar-e gak pake ngantri seperti BRI di Ampah dan sama-sama onlinenya.
Kami pengurus PBSI Dusun Tengah juga meminta sponsor dari pemilik rekening shar-e untuk pembinaan team senior dan junior. Untuk team senior memang tidak terlalu memerlukan sponsor karena anggotanya masih mampu urunan untuk latihan, tetapi team junior yg anggotanya usianya antara 8-14 tahun belum mampu untuk urunan jadi latihannya senin aja (tidak senin-kemis) itupun jarang-jarang.
Mohon informasi ini disalurkan pada pemilik rekening yg lain (selain shar-e). Thanks atas kesempatan menulis yg diberikan pd halaman Cerita tnt Shar-e. Semoga rek anda tulisannya makin banyak.
Komentar oleh PBSI Dusun Tengah Bartim — 9 Mei 2009 #
aku seorang guru di smk sudah hampir 6 thn tapi sampai sekarang belum punya nuptk bagaimana agar aku punya nuptk itu? tolong bantuuuuuuuuuuu!
Komentar oleh DEDE MARLINA — 16 Oktober 2009 #