<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: BlogGuru</title>
	<atom:link href="http://budies.wordpress.com/cerita-dari/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://budies.wordpress.com</link>
	<description>JIKA ANDA PIKIR PENDIDIKAN ITU MAHAL, COBALAH KEBODOHAN</description>
	<lastBuildDate>Sun, 06 Dec 2009 08:27:08 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: sunarnosahlan</title>
		<link>http://budies.wordpress.com/cerita-dari/#comment-1770</link>
		<dc:creator>sunarnosahlan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 20:32:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://budies.wordpress.com/cerita-dari/#comment-1770</guid>
		<description>maaf pak link adalah kekeliruan satu huruf sunarno bukan sunarso</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>maaf pak link adalah kekeliruan satu huruf sunarno bukan sunarso</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: sunarnosahlan</title>
		<link>http://budies.wordpress.com/cerita-dari/#comment-1757</link>
		<dc:creator>sunarnosahlan</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 12:53:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://budies.wordpress.com/cerita-dari/#comment-1757</guid>
		<description>link sudah saya pasang</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>link sudah saya pasang</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: DEDE MARLINA</title>
		<link>http://budies.wordpress.com/cerita-dari/#comment-1619</link>
		<dc:creator>DEDE MARLINA</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 13:26:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://budies.wordpress.com/cerita-dari/#comment-1619</guid>
		<description>aku seorang guru di smk sudah hampir 6 thn tapi sampai sekarang belum punya nuptk bagaimana agar aku punya nuptk itu? tolong bantuuuuuuuuuuu!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aku seorang guru di smk sudah hampir 6 thn tapi sampai sekarang belum punya nuptk bagaimana agar aku punya nuptk itu? tolong bantuuuuuuuuuuu!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: PBSI Dusun Tengah Bartim</title>
		<link>http://budies.wordpress.com/cerita-dari/#comment-962</link>
		<dc:creator>PBSI Dusun Tengah Bartim</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 May 2009 14:44:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://budies.wordpress.com/cerita-dari/#comment-962</guid>
		<description>Ini bukan tentang kartu ATMnya. Tapi salah satu pengalaman dari anggota kami yang memerlukan transfer cepat. Yg jelas Shar-e gak pake ngantri seperti BRI di Ampah dan sama-sama onlinenya.

Kami pengurus PBSI Dusun Tengah juga meminta sponsor dari pemilik rekening shar-e untuk pembinaan team senior dan junior. Untuk team senior memang tidak terlalu memerlukan sponsor karena anggotanya masih mampu urunan untuk latihan, tetapi team junior yg anggotanya usianya antara 8-14 tahun belum mampu untuk urunan jadi latihannya senin aja (tidak senin-kemis) itupun jarang-jarang.

Mohon informasi ini disalurkan pada pemilik rekening yg lain (selain shar-e). Thanks atas kesempatan menulis yg diberikan pd halaman Cerita tnt Shar-e. Semoga rek anda tulisannya makin banyak.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ini bukan tentang kartu ATMnya. Tapi salah satu pengalaman dari anggota kami yang memerlukan transfer cepat. Yg jelas Shar-e gak pake ngantri seperti BRI di Ampah dan sama-sama onlinenya.</p>
<p>Kami pengurus PBSI Dusun Tengah juga meminta sponsor dari pemilik rekening shar-e untuk pembinaan team senior dan junior. Untuk team senior memang tidak terlalu memerlukan sponsor karena anggotanya masih mampu urunan untuk latihan, tetapi team junior yg anggotanya usianya antara 8-14 tahun belum mampu untuk urunan jadi latihannya senin aja (tidak senin-kemis) itupun jarang-jarang.</p>
<p>Mohon informasi ini disalurkan pada pemilik rekening yg lain (selain shar-e). Thanks atas kesempatan menulis yg diberikan pd halaman Cerita tnt Shar-e. Semoga rek anda tulisannya makin banyak.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: budisan68</title>
		<link>http://budies.wordpress.com/cerita-dari/#comment-895</link>
		<dc:creator>budisan68</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Apr 2009 23:28:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://budies.wordpress.com/cerita-dari/#comment-895</guid>
		<description>http://202.153.30.131:1133/pcb itu pc banking dulu, sekarang gimana ya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://202.153.30.131:1133/pcb" rel="nofollow">http://202.153.30.131:1133/pcb</a> itu pc banking dulu, sekarang gimana ya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: elyhamdan</title>
		<link>http://budies.wordpress.com/cerita-dari/#comment-823</link>
		<dc:creator>elyhamdan</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Apr 2009 01:50:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://budies.wordpress.com/cerita-dari/#comment-823</guid>
		<description>&quot;&lt;a href=&quot;http://www2.clustrmaps.com/counter/maps.php?url=http://budies.wordpress.com&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;
&lt;/a&gt;&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;<a href="http://www2.clustrmaps.com/counter/maps.php?url=http://budies.wordpress.com" rel="nofollow"><br />
</a>&#8220;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: N Nuraini S</title>
		<link>http://budies.wordpress.com/cerita-dari/#comment-700</link>
		<dc:creator>N Nuraini S</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2009 04:17:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://budies.wordpress.com/cerita-dari/#comment-700</guid>
		<description>Melanjutkan cerita matahari....
Karena matahari mengatakan DIAM..DIAM..DIAM..DIAM. Maka sunyilah bumi ini dari suara-suara....Karena semua jadi diam. Dalam kesunyian itu Matahari MERASA jadi penguasa. 
Lantas bagai kalau ternyata kita tidak mau diam???
Matahari akan TETAP jadi penguasa sampai akhir zaman.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Melanjutkan cerita matahari&#8230;.<br />
Karena matahari mengatakan DIAM..DIAM..DIAM..DIAM. Maka sunyilah bumi ini dari suara-suara&#8230;.Karena semua jadi diam. Dalam kesunyian itu Matahari MERASA jadi penguasa.<br />
Lantas bagai kalau ternyata kita tidak mau diam???<br />
Matahari akan TETAP jadi penguasa sampai akhir zaman.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: umar bakri</title>
		<link>http://budies.wordpress.com/cerita-dari/#comment-92</link>
		<dc:creator>umar bakri</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Apr 2008 14:49:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://budies.wordpress.com/cerita-dari/#comment-92</guid>
		<description>he...hehhh...hek...hekkk.
saya copy karena tertarik dengan komentarnya
&quot;Mungkinkah hukum karma berlaku ?. Yang pasti saya berusaha maju terus melangkah tegak dan cuek, dengan cara ini ternyata mujuarab.&quot;
Karma juga dalam dongeng kan? Jadi kalau menunggu hukum Karma yang si Saleh sempat mati kehausan, kelaparan,kepanasan kena matahari. Mbok ya, udah suratan si Saleh kali yang baru terima balasan setelah di Surga.
Kan cuma cerita...?

@cerita anak Shaleh....aku punya teman, ketika anak tersebut bersama bapaknya jalan-jalan ke pasar bertemulah dengan orang tua teman bapaknya tersebut.
&quot;lho ini anaknya ....? wah sudah besar ya...nanti jadi anak Shaleh ya nak&quot;, kata orangtua tersebut sambil mengelus anak  itu. Lantas dengan sigap dan spontan anak itu menjawab, &quot;gak mau aku jadi anak Shaleh, aku jadi anak bapak aja&quot;
Ternyata pak Shaleh adalah tukang cukur langganan bapaknya.......</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>he&#8230;hehhh&#8230;hek&#8230;hekkk.<br />
saya copy karena tertarik dengan komentarnya<br />
&#8220;Mungkinkah hukum karma berlaku ?. Yang pasti saya berusaha maju terus melangkah tegak dan cuek, dengan cara ini ternyata mujuarab.&#8221;<br />
Karma juga dalam dongeng kan? Jadi kalau menunggu hukum Karma yang si Saleh sempat mati kehausan, kelaparan,kepanasan kena matahari. Mbok ya, udah suratan si Saleh kali yang baru terima balasan setelah di Surga.<br />
Kan cuma cerita&#8230;?</p>
<p>@cerita anak Shaleh&#8230;.aku punya teman, ketika anak tersebut bersama bapaknya jalan-jalan ke pasar bertemulah dengan orang tua teman bapaknya tersebut.<br />
&#8220;lho ini anaknya &#8230;.? wah sudah besar ya&#8230;nanti jadi anak Shaleh ya nak&#8221;, kata orangtua tersebut sambil mengelus anak  itu. Lantas dengan sigap dan spontan anak itu menjawab, &#8220;gak mau aku jadi anak Shaleh, aku jadi anak bapak aja&#8221;<br />
Ternyata pak Shaleh adalah tukang cukur langganan bapaknya&#8230;&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Listin Ngantung</title>
		<link>http://budies.wordpress.com/cerita-dari/#comment-76</link>
		<dc:creator>Listin Ngantung</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Mar 2008 04:24:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://budies.wordpress.com/cerita-dari/#comment-76</guid>
		<description>Ketika memulai hari baru, ada tekad untuk mengisi hari dengan penuh harapan dan ingin semua terjadi sempurna menjadi guru yang Profesional, tetapi di dunia nyata banyak hal yang kadang memaksa kita untuk menarik napas, merenung jika tidak ada tempat curahan hari mungkin saya menjadi frustasi,karena adanya diskriminasi dalam perlakuan hukum dan sosial. guru yang rajin jika sekali saja melanggar seorah-olah itu dosa besaaaar, tetapi ada guru lain yang katakanlah sangaaat malaaas, sekali saja rajin mendapat pujian. Sungguh ironis ini terjadi di dunia nyata. Saat ini saya hanya bisa menarik nafas panjang dan mencoba cuek. Mungkinkah hukum karma berlaku ?. Yang pasti saya berusaha maju terus melangkah tegak dan cuek, dengan cara ini ternyata mujuarab.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika memulai hari baru, ada tekad untuk mengisi hari dengan penuh harapan dan ingin semua terjadi sempurna menjadi guru yang Profesional, tetapi di dunia nyata banyak hal yang kadang memaksa kita untuk menarik napas, merenung jika tidak ada tempat curahan hari mungkin saya menjadi frustasi,karena adanya diskriminasi dalam perlakuan hukum dan sosial. guru yang rajin jika sekali saja melanggar seorah-olah itu dosa besaaaar, tetapi ada guru lain yang katakanlah sangaaat malaaas, sekali saja rajin mendapat pujian. Sungguh ironis ini terjadi di dunia nyata. Saat ini saya hanya bisa menarik nafas panjang dan mencoba cuek. Mungkinkah hukum karma berlaku ?. Yang pasti saya berusaha maju terus melangkah tegak dan cuek, dengan cara ini ternyata mujuarab.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: sastro</title>
		<link>http://budies.wordpress.com/cerita-dari/#comment-70</link>
		<dc:creator>sastro</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Mar 2008 12:19:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://budies.wordpress.com/cerita-dari/#comment-70</guid>
		<description>Walah mas..
tak lama kemudian matahari memanggil para awan, dikumpulkan lalu disuruh menyusun portofolio. Dalam pertemuan itu pun matahari masih sempat berpesan, &quot;Setelah kamu lulus, kamu akan kuberi duit tambahan, tapi kamu jangan melihat ke atas ,jangan terlalu tinggi, jangan terlalu vokal, jangan terlalu kreatif, jangan usul yang macam-macam&quot;. setelah batuk-batuk sebentar matahari melanjutkan lagi, &quot;Bukankah tujuanmu itu duit, sama seperti aku hanya ingin bagi-bagi duit, kualitas nomor 27&quot;, lalu tambahnya lagi &quot;Setelah dapat duit, DIAM, DIAM, DIAM dan DIAM&quot;.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Walah mas..<br />
tak lama kemudian matahari memanggil para awan, dikumpulkan lalu disuruh menyusun portofolio. Dalam pertemuan itu pun matahari masih sempat berpesan, &#8220;Setelah kamu lulus, kamu akan kuberi duit tambahan, tapi kamu jangan melihat ke atas ,jangan terlalu tinggi, jangan terlalu vokal, jangan terlalu kreatif, jangan usul yang macam-macam&#8221;. setelah batuk-batuk sebentar matahari melanjutkan lagi, &#8220;Bukankah tujuanmu itu duit, sama seperti aku hanya ingin bagi-bagi duit, kualitas nomor 27&#8243;, lalu tambahnya lagi &#8220;Setelah dapat duit, DIAM, DIAM, DIAM dan DIAM&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
