CANGKRIMAN
23 Oktober 2009 at 8:40 pm | In javanese | 6 CommentsTags: cangkriman, font hanacaraka, perangan awak, teka teki jawa
Åjå lali piwulang bêcík.
• Wóng linuwíh iku kudu biså ngêpèk ati lan ngêpénakaké atiné liyan. Yèn kumpúl karo mitrå kudu biså ngêtrapaké têmbúng kang manís kang pêdhês, sêpêt,bisa gawé sênêngíng ati. Yèn kumpúl pandhitå kudu biså ngómóngaké têmbúng kang bêcík. Yèn ånå sangarêpíng mungsúh kudu biså ngatónaké kuwåså pangaribåwå kaluwihané. • Åjå sênêng yèn dèn alêm, åjå sêngit yèn dèn cacad.
• Åjå gampang nyêpatani anak nganggo têmbúng kang ora prayogå, jalaran sêpatané wóng tuwå bisa numusi sartå bisa ngilangaké råså bêktiné anak marang wóng tuwané.
Bali maneh menyang cangkriman, saiki kanca-kanca kabeh kudu nyebutke perangane awak kang diulang, cacahe ana 13. hayo sapa sing bisa?
tuladhane perangan awak sing diulang yaiku: dada, kuku lan sateruse, dibawah ini ada tulisan bahasa jawa menggunakan hanacaraka, kalau di pc sudah terinstall font tersebut, tulisan hanacaraka bisa terbaca. font tersebut dapat diunduh disisni
?c=k]ima\ ?, jwb[n fitulisAn ai= [ko[mn\.
REWARD DENGAN JEMPOL
21 Oktober 2009 at 11:14 am | In motivasi | 10 Comments
Rabu, 21 Oktober pada jam pelajaran sejarah, gurunya tidak hadir, lantas para siswa kelas 12 IPS 2 minta latihan upacara. “hm….semangat..sekali anak-anak ini.” gumamku dalam hati. Di Ampah pukul 10 pagi terik matahari begitu menyengat kulit, tapi para siswa semangat untuk latihan.
Kebetulan hari ini tidak ada jam mengajar, sehingga saya menyempatkan waktu untuk menunggui mereka latihan. Sesekali saya mengacungkan dua ibujari, tanda bahwa mereka menampilkan dengan sungguh-sungguh. Merekapun bangga mendapat acungan jempol.
Tiba-tiba mereka bersorak kegirangan, seperti melihat pengumuman kelulusan. Dua siswa menghampiriku dengan agak malu dan ragu. Namun setelah saya memberi selembar uang lima puluh ribu rupiah kedua anak yang menghampiriku tadi meloncat kegirangan ditambah tepuk tangan teman-teman yang lain.
Suasana latihan terhenti sejenak. Dua anak tadi berlarian mengitari teman-temannya sambil mengacung-acungkan selembar uang yang baru diperolehnya.
“Kita beli minum yuk…” terdengar ada salah satu siswa menyela kegembiraan yang sedang mereka rasakan.
Aku malah terdiam, bengong. Mereka begitu tulus mengungkapkan kegembiraannya. semangat mereka jadi membara lebih giat lagi latihan. lebih serius, suara lebih lantang, pengibar lebih tegap melangkah. Berkali-kali mereka mengulangi latihan. Hingga tulisan ini saya posting mereka masih berpanas-panas.
Sebegitukah dahsyatnya sebuah acungan jempol. .? ternyata memberi tidak harus menunggu kaya. Rp 50.000 sudah membuat siswa bersemangat.
LAPORAN GIAT PHBS
7 Oktober 2009 at 8:57 am | In pramuka | 10 CommentsLaporan kegiatan Pelatihan Pendidikan Kelompok Sebaya Krida Perilaku Hidup Sehat Saka Bakti Husada di SMA Negeri 1 Dusun Tengah Kabupaten BaritoTimur.
Kegiatan ini baru bisa dilaksanakan pada tanggal 6 Oktober 2009 mengingat pada bulan Agustus- September adalah bulan puasa di dilanjutkan libur Hari Raya. Pelaksanaannya pun disesuaikan dengan jadwal latihan rutin, yaitu pada hari Selasa dan akan dilanjutkan pada hari Selasa depan. Alasan lain mengapa tidak dilaksanakan selama satu hari penuh adalah bencana asap. Asap yang menyelimuti daerah Ampah sangat mengganggu aktifitas yang memerlukan kegiatan satu hari penuh di alam terbuka.
Kegiatan pelatihan ini banyak memerlukan tempat di alam terbuka, seperti halnya kegiatan pramuka pada umumnya. Oleh karena itu kegiatan ini dilakukan mulai pukul 14.00 s/d 16.30 dengan pertimbangan asap sudah agak menipis pada sore hari. laporan selengkapnya…. Continue reading LAPORAN GIAT PHBS…
ULANG TAHUN IBUNDA KE 78
1 Oktober 2009 at 12:09 am | In Uneg-Uneg, jalan-jalan | 14 CommentsTags: ngawi, puisi ultah, sidolaju, sri kartini, walikukun, widodaren
Kami anak-anakmu : Wahyu Subakdiono, Isnaeni Sukyastuty, Sasmito Widodo, Sari Indriyani, Peni Saptaningsih, Budi Santosa, Retno Rahayu, beserta menantu-menantu, 14 cucu dan dua cicit mengucapkan selamat ulang tahun ke-78. Semoga Panjang umur, sehat selalu agar semakin banyak amal ibadahnya. aamiin
puisi dibawakan oleh cucu dari anak tertua, (anak Mas Wahyu Subakdiono) di Sidolaju, Widodaren Ngawi 22 September 2009
MARIA OZAWA MAIN FILM DI INDONESIA…?
19 September 2009 at 5:58 am | In jalan-jalan | 9 CommentsTags: film maria ozawa, learning process, maria ozawa, maria ozawa diculik, miyaby diculik
Baru mendengar namanya saja sudah terbayang film apa yang akan dimainkan. Sampai-sampai Ustad muda Yusuf Mansyur merasa prihatin dengan upaya-upaya sistematis untuk menghancurkan akhlak bangsa Indonesia. Karena itu, dirinya lebih setuju jika Presiden mencekal kedatangan bintang Jepang, yang juga punya nama Miyabi atau Maria Paikem Ozawa Tulkiyem.
Konon film ini akan diberi judul “Penculikan Maria Ozawa”, pasti sudah terbayang film action atawa film perang. Menurut saya dampak dari film ini (kalau jadi..red) tidak kalah dari aksi terorisme. Teror melalui tayangan-tayangan di media semakin hari terasa semakin memprihatinkan. Ada teror ayam kampung, teror dadar, teror mata sapi dan lain-lain. Mungkin yang paling disukai Mr. Pall adalah teror angsa ditambah pasak bumi lengkap dengan ginsengnya.
Seorang Guru pasti memahami istilah yang satu ini. “Learning Process”. Manusia bisa berubah dan menerima paradigma baru, tidak serta merta. Tapi perlu tahapan. Tahapan itu adalah, “Know”, “Believe”, “Attitude”, “Behavior”, “Habit” dan ” Culture”. Pada kasus Maria Ozawa ini sepertinya tahapan akan terlewati sekonyong-konyong. Stimuli dari tayangan sejenis ini, akan menjadi bahan dasar untuk mengetahui sesuatu, dan selanjutnya berfungsi untuk memicu munculnya perilaku.
Lha lantas perilaku apa yang kita harapkan pada generasi muda kalau pemerintah mengizinkan Maria Ozawa main film di Indonesia? Lhawong tanpa dia saja sudah begini apalagi kalau kedatangan bintang top markotop.
BECIK KETITIK, YEN OLO DIBECIKNO
17 September 2009 at 10:19 am | In jalan-jalan | 7 CommentsTags: menara kudus, peribahasa jawa, semarang solo, sunan kudus
Becik ketitik, yen olo dibecikno, adalah jawaban sikembar ketika saya suruh melanjutkan peribahasa Jawa BECIK KETITIK, OLO ….., dengan keterbatasan kosa kata bahasa Jawa spontan langsung dia jawab YA DIBIKIN BECIK, PAK. Cangkriman ini saya berikan dalam perjalanan dari Jepara – Kudus – menara kudus – demak -semarang – salatiga – boyolali – kartosuro – solo
Setelah beberapa hari saya baru menyadari kalau jawaban sikembar tidak salah. Saya lantas mengaitkan dengan firmanNya 
“Wahai orang-orang yang beriman ! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu, supaya kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa.” (QS.Al-Baqarah:183)
Bagaimana kalau guru Anda menyapa, “Hai pintar…” atau pacar Anda menyapa , “hai ganteng/cantik…”? Tapi bulan ini saya mendapat sapaan, “Wahai orang beriman,….” duhhhhh….. rasanya maknyes. Rasanya nyesel kalau gak nutug puasanya.
Lho khan… setelah puasa diharapkan kita menjadi orang yang taqwa. Kalau setelah puasa kok masih tetep sama aja dengan bulan kemarin-kemarin, berarti perlu dibikin becik lagi cara kita menjalani puasa. Ya tentu pada puasa yang akan datang, makanya banyak orang yang merindukan bertemu lagi ramadhan, termasuk saya…. supaya dibecikkan.

singgah di menara Kudus, sambil sholat Ashar bersama sikembar……………………………………………….
PANTAI KARTINI JEPARA
14 September 2009 at 12:23 am | In Catatan teman, muatan lokal | 5 CommentsTags: hotspot jepara, masjid agung jepara, pantai kartini
Setelah menempuh perjalanan Tulungagung- kediri – madiun – ngawi (tempat kelahiran), perjalanan dilanjutkan ke jepara melalui sragen – purwodadi – demak – welahan – jepara.
Jepara adalah tempat ketika masa SMA. Sore ini kami bersempatan untuk jalan – jalan ke pantai Kartini sambil menunggu buka puasa. Hmm enak sekali buka puasa di pantai kartini bersama keluarga.
matahari mulai bersiap ke peraduan, pantai kartini jepara Continue reading PANTAI KARTINI JEPARA…
PANTAI PRIGI TRENGGALEK
9 September 2009 at 12:10 am | In muatan lokal | 10 CommentsTags: gandong bandung tulungagung, goback so door, God Thanks, pantai prigi, trenggalek, wisata laut
Pantai Prigi berada di wilayah desa Tasikmadu, Kec. Watulimo, Kab. Trenggalek. sepengatahuanku perigi/prigi berarti sumur. lantas apa kaitan smur dengan nama pantai ini? Ya udah saya tak prigi saja ke Ngawi, sungkem kepada ibu sambil mengingat tempat masa kecilku bermain:
Gobaksodor ( Go Back So Door) permainan menembus pintu yang dijaga oleh musuh yang dibatasi garis teritorial, sebuah zona exlusisive berbentuk pintu yang harus dijaga. kalau musuh bisa lolos melewati pintu ini berarti kalah. permainan ini biasanya dimainkan secara beregu. banyak permainan masa kecil yang dimainkan secara beregu, tidak seperti zaman sekarang. Social communitynya gak perlu diajarkan melalui materi SQ, semuanya berjalan secara alamiah.
anak zaman sekarang sudah sibuk di depan komputer, tivi, pe-es, hape. Dulu kalau mau maen hape pakai umplung yang dilobangi lalu dibubungken dengan benang. Keadaan yang serba tidak ada memang telah membawa ke alam kreativitas. Lempung jadi mobilan, bambu jadi senapan, pelepah daun pisang jadi kudaan, biji buah-buahan jadi mainan.

befree……. mode ON Continue reading PANTAI PRIGI TRENGGALEK…
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.








