poling sertifikasi
aku cuma nyoba lho… jangan diambil hati. lawong sumua dalam rangka latihan
komentar anda tentang sertifikasi guru
& Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
Pengunjung saat ini
-
SUDAH DIKUNJUNGI
- 98,695 PEMBACA
421079
barito timur
belajar bhs inggris
BUKU TAMU
javanese
kabar dari luar negeri
kaya tutorial
KIMIA
Link Teman
- abid
- Adijaya
- agus sampurno
- akhmadsudrajad
- animhadi
- bung SYARIFwinataess.com
- busiti
- didik erlangga
- eko-lampung
- elementanah
- ellthyas
- elmuttaqie
- eswe
- EWA-penulis
- FArahikha
- gajah pesing
- gurupkn
- gusfudz
- gustidiana
- hejis
- jiwa kelana
- kangguru
- kejujuran cinta
- kesunyian jiwa
- Khoirul Anam
- kidung jingga
- marsudiyanto
- matematikaitah
- mgmp kimia
- mrPall
- mursyid
- nanangLPMP
- ndru
- nh18
- pejalan
- pustakamawar
- putri
- rudyhilkya
- sangbayang2
- sawali tuhu
- siapa naut kesini
- suhadi
- taufik-banjar
- Urip
- wandithok
- wyd
- yayat
- yellashakti
- zoelchaniago
pramuka
SEKOLAH
toko buku
untuk guru
- bagusweda
- DONLOT NUPTK
- DOWNLOAD BUKU PELAJARAN
- download RPP SD, SMP, SMA
- dunia para guru
- e-dukasi.net
- kamus besar Bhs Ind
- karya tulis ilmiah guru
- klinik pembelajaran
- LPMP KALTENG
- pembelajar-motivator
- pena pendidikan
- personality
- psikologi pendidikan
- pusat sumber belajar
- terjemahkan dg google
- warung fiksi
- wikipedia kimia
Berita ANTARA- Warga Blokir Jalan Menuju Kantor Bupati Mimika
- Presiden Rapat Mendadak
- Petisi 28 Desak KPK Usut Tuntas Kasus Century
- Korban Hilang Gempa Sumbar 212 Orang
- Penyidik Kasus Nasrudin Bantah Lakukan Kekerasan
- Williardi Siap Disumpah Mati
- Cucu Pattimura: Kakek Buyut Patut Diteladani
- Deplu Masih Tunggu Kepastian Nasib 78 Imigran
- Menko Polhukam Menghadap Presiden Senin Malam
- Raker Komisi III dan Jaksa Agung Dilanjutkan Selasa
-
Komentar Terakhir
B.SALASSA di PROPOSALKU MASUK ITSF yanessipil di PROPOSALKU MASUK ITSF yohanpuri di About Me pawartalamat di About Me dion di About Me dion di HUT PRAMUKA KE 48 BARTIM EsTehManis di PROPOSALKU MASUK ITSF pimda55 di MENULIS HANACARAKA DI WOR… dameydra di BEBAN KERJA GURU 2009 BERDASAR… JAUHDIMATA di BEBAN KERJA GURU 2009 BERDASAR… Halaman
Pelola
Kategori
- Catatan teman (18)
- euro 2008 (1)
- Ide-ide (14)
- jalan-jalan (4)
- javanese (4)
- KTSP (1)
- Lain-lain (23)
- Link Teman (2)
- motivasi (9)
- muatan lokal (7)
- parabola (3)
- Pendidikan (35)
- pramuka (10)
- Rembug-an (4)
- Uneg-Uneg (15)
-
Tulisan Terakhir
-
Tulisan Teratas
ARSIP TULISAN
- November 2009 (2)
- Oktober 2009 (7)
- September 2009 (7)
- Agustus 2009 (11)
- Juli 2009 (7)
- Juni 2009 (6)
- Mei 2009 (7)
- April 2009 (7)
- Maret 2009 (4)
- Februari 2009 (5)
- Januari 2009 (2)
- Desember 2008 (4)
- November 2008 (3)
- Oktober 2008 (1)
- September 2008 (2)
- Agustus 2008 (3)
- Juli 2008 (1)
- Juni 2008 (2)
- Mei 2008 (4)
- Maret 2008 (4)
- Februari 2008 (4)
- Januari 2008 (2)
- Desember 2007 (2)
- November 2007 (1)
- September 2007 (1)
- Agustus 2007 (5)
- Juli 2007 (3)
- Juni 2007 (2)
- Mei 2007 (2)
- April 2007 (1)
- Maret 2007 (2)
- November 2006 (1)
- Oktober 2006 (1)
AYO NGEBLOG
BLOGGER KALTENG
UPLOAD FILE?
asal pengunjung
Kategori
Kategori
Kategori
Kategori
Kategori
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.








Setuju, hanya kadang-kadang guru belum memahami sertifikasi guru, yang penting ikut
Komentar oleh Risma, S. Pd — 27 Agustus 2008 #
ya.. contohnya saya. yang penting duit tambah,kinerja nomor 27
Komentar oleh budi — 29 Agustus 2008 #
satuju bana ko a, (sangat setuju) karna itu salah satu bentuk usaha meningkatkan mutu pendidikan yang dimulai dari pendidiknya.
@ makaciiiii….. dukung terus para pendidik, saya sangat senang komentar anda
Komentar oleh YOSNELI — 25 September 2008 #
setuju,,
tapi dalam plaksanaannya harus memenuhi kriteria,,
contohnya pa BUDI SANTOSO memang bener2 pantas dapat sertifikasi pascalnya selain kompeten,kretif,gaul n friendly dg siswa…
smoga ini berlanjut samapi saya juga dapat gelar terhormat yaiotu S,pd…..
HIDUP GURU….
Komentar oleh sabatho — 1 November 2008 #
wah jadi tersanjung…. saya. oke terima kasih komentarnya, jangan lupa sering-sering singgah di blog ini, an jangan lupa juga belajar supaya cepat lulus
Komentar oleh budi — 1 November 2008 #
setuju sangat, masalahnya masih banyak kita-kita ini yang menghalalkan segala cara,ada RR tapi ega pernah buat RPP,ada BA ajar tapi ega pernah buat kacau deh .. .
Komentar oleh nita — 13 November 2008 #
saya sangat setuju, jika untuk meningkatkan kesejahteraan para pendidik, namun pendidik yang telah menerima tunjangan sertifikasi ini, peningkatan kinerjanya dalam usaha meningkatkan mutu pendidikan belum mulai menunjukkan ke arah itu, yang bersangkutan malah makin malas…las…las… dan selalu merumpi mengenai kenaikan gaji, tunjangan dan tetek bengek lainnya…yang selalu minta difasilitasi ( khususnya guru PNS ); selalu merasa kurang, bukannya merasa qona’ah. Na’udzubilla min dzaliq…
.
.
@syaipul: betul, saya kadang malu dengan diri saya sendiri, seribu guru berteriak mutu, dua ribu lainnya berteriak kesejahteraan
Komentar oleh syaipul bahri — 21 November 2008 #
aku setujunya, nggak usah ngajar cape-cape tapi digaji dua kali lipat dari gaji net (take home pay) dan terus dibayar segitu (selama-lamanya) walaupun sudah pensiun
Komentar oleh rudyhilkya — 21 November 2008 #
Setuju, asal obyektif dan lebih memperhatikan kemampuan guru, terutama guru yang melek informatika dan rajin nulis
Komentar oleh Sulaeman,S.Pd — 22 Desember 2008 #
sertifikasi guru! sebetulnya kalau menurut saya yang namanya sertifikasi itu khan merupakan bentuk “legal formal”. mestinya diknas lebih memperhatikan unsur lain tidak hanya sekedar legal formal saja. tidak banyak loh orang mau jadi guru, karenany guru itu khan manusia langka yang berjuang dengan nasib…… ehm nasib guru.
ada guru yang di hati dan kepalanya penuh dengan idealisme, ada guru juga yang dikepalanya mikirin nasib jadi guru hihi hi hi hihih…
.
.
@isrona:wah saya masuk manusia langka ya…………
Komentar oleh isrona — 14 Januari 2009 #
Apakah ada jaminan guru menjadi lebih profesional karena sudah sertifikasi? soalnya untuk lulus sertifikasi aja banyak yang “main curang”.
Tapi, boleh juga sertifikasi , sepanjang dilakukan dengan fair. Lihat langsung ke lapangan. Jangan ada yang di test ngajarnya aja di sekolah lain.
Terima kasih mas diberi rtuang untuk curhat, salam kenal, ijin taut blog nya yah?
salam,
USEP SUPRIATNA
http://www.muhammadirfani.wordpress.com
.
.
@asep:wah senang sekali dapat teman baru. ya kalau sertifikasi hanya portofolio, hanya kumpulan kertas-kertas…lhawong ijazah saja bisa dipalsu, apalagi cuma sertifikat2. semangat yuk.!!
Komentar oleh Usep Supriatna — 14 Januari 2009 #
setju asal caanya benerrrrrrrrrrrr
Komentar oleh JASMANSYAH — 14 Januari 2009 #
Salam…
Bukan soal setujua atau tidak, tetapi Guru harus dipikirkan, dimanusiakan, dilihat.
Berapa jilid buku yg telah Guru ajarkan,
Berapa juta orang yg telah Guru didik,
Berapa rupiah, piagam, status, ucapan terima kasih yang telah Guru terima,…? dst
Coba bandingkan profesi lain….
Pak Mentri bilang, kalau sertifikasi ini tidak mampu meninkatkan mutu pendidikan, maka “kita” telah khianat kepada negeri ini, kata ketua Sertifikasi Solo-Raya.
Kok kita…?
Lha wong saya saja jadi bertanya-tanya, untuk apa teman2 S.Pd, yang telah bertahun2 menuntut ilmu paedagogik demi selembar Akta IV, kini masih harus kumpulkan portofolio …? Belum kecurangan dan tambal sulam barang2 ‘AsPal’.
Jangan ah..
Guru, kapan engkau didengar dan menjadi pahlawan yang benar2 berJASA bukan sekedar tanpa tanda JASA…
Wassalaam…
.
.
@pakar:tanda JASA = UPAH?…. pahlawan tanpa tanda jasa berarti pahlawan yang tak diberi upah?…. sayang tidak banyak yang berfikir seperti bapak, bahwa guru adalah profesi yang berjasa besar terhadap kemajuan negeri ini… salam sukses selalu
Komentar oleh pakarfisika — 17 Januari 2009 #
ga setuju jika adanya sertifikasi guru menambah berat siswa [kebanyakan tugas yg ga jelas]
Komentar oleh bendiel — 30 Januari 2009 #
setuju, tapi terus tenanan lan tanggung jawab karo profesine sebagai seorang guru.
Komentar oleh tjatur — 7 Februari 2009 #
kalau saya yang cuma guru swasta milih yang no 3 wae pak
Komentar oleh mastermisterndru — 11 Februari 2009 #
No 3 aja, tapi mas budie harus perjuangkan tuh !
Komentar oleh Usep Supriatna — 11 Februari 2009 #
Jujur salah, gak jujur malah nambah salah. kudu di benerin dulu sih.
.
.
@Era:yang penting harus berani jujur dan berani disalahkan
Komentar oleh eRa Cellular — 19 Februari 2009 #
Saya setuju sertifikasi guru untuk meningkatkan martabat,profesional dan kesejahteraan.Yang perlu ditinjau ulang mengenai UUGD dan sistem sertifikasi.Persyaratan sertifikasi guru S-1, dosen S-2,pengawas S-2 bukan meningkatkan kualitas karena S berapapun persyaratan pasti diusahakan dengan ilegal.Sistem kuota mengenai masa kerja jangan per jenjang atau swasta /negeri,tapi masa kerja guru semua guru setiap kab./kota.
.
.
@tarigan: saya juga heran begitu mudahnya beli “S”, kasihan khan yang gak mampu beli
Komentar oleh Saksi Tarigan, S.Pd. — 24 Februari 2009 #
Setuju serifikasi guru, asalkan guru itu mencintai profesinya, jangan sekedar motivasi nomina, utamakan kinerja,
Komentar oleh Risma, S.Pd — 3 Maret 2009 #
Masalah setuju gampang, ya … sangat setuju tapi , kualitasnya tingkatkaan. Sampai saat ini beban kerja aja gak ngarti gimana profesional
Komentar oleh Daryaman — 7 Maret 2009 #
Setuju meskipun banyak yang lulus dengan menyandang predikat `ngapusi` ,hanya Tuhan yang tahu (paling jawabane ngono)
Komentar oleh sri kustari — 8 Maret 2009 #
Rekan-rekan guru tercinta,
Gelombang sertifikasi lambat laun atau segera, nampaknya akan sampai juga kepada kita. Itu ‘kan gawenya pemerintah……..
Ga peduli punya akta-IV atau tidak, pokoke kudu melewati sertifikasi sebagai tanda TERDAFTAR sebagai pengajar.
Mungkin saat ini pemerintah belum gencar, karena dana untuk men-sertifikasi guru masih minim. Tapi kalau para guru mau bayar….?? Mungkin itu yg ditungggu juga. PERAN AKTIF, bahasa kerennya.
Lantas dimana kegunaannya???
Wis tho, masih belum ngerti juga??
Ya…kalau PEMDAnya berdana tebal, si guru kecipratan. Kalau ga tebal??……….nobody knows…..
Kalau orang2 PEMDAnya ada yang nakal??…..everybody knows what will be the answer…..
Jadi………kesimpulannya:
Sebagai warganegara yg baik, dengan rasa bimbang bercampur penasaran….kita ikuti prog sertifikasi itu.
Komentar oleh N Nuraini S — 13 Maret 2009 #
Kalau program sertifikasi tak kujung tiba pada diriku???
Hik…hik…… sedihnya nasib guru.
Komentar oleh N Nuraini S — 13 Maret 2009 #
sertifikasi atau tidak…beban tetap 24 jp mas…!!!
Komentar oleh pakdhe — 17 Maret 2009 #
wah pak, pilihan saya ga ada di polling. jadi saya tulis di sini aja yah?
kenapa mesti sertifikasi? karena guru ga cukup layak buat mendidik? karena lembaga pendidikan banyak yang ga kompeten? yeee… yang mengijinkan lembaga pendidikan berdiri, siapa hayo?
jangan2 sertifikasi hanyalah ‘proyek’?!?!?!
ah ga mau berpikiran negatif ah… ntar ga kebagian sertifikasi, terpaksa nyari kerjaan baru
ok, balik ke polling, jawaban saya: setuju2 aja sih tapi tujuannya buat apa?
.
.
@wyd:tujuan sertifikasi supaya bu wyd berpikiran positif, ( hehe… sembunyi) bukan untuk mutu pendidikan. kerana kita harus berpikir positif dulu baru berpikir mutu ( ngacir…………………………….)
Komentar oleh wyd — 28 Maret 2009 #
alaah bartimnya banyak nepotismenya……lebih baik enggak usah aja…. sertifikasi kalau cuman datang n tidur aja di kantor doang…………
.
.
@senu: maksudnya gak usah ada sertifiksi? lho ada to guru tidur di kantor? dimana itu
Komentar oleh senu — 21 April 2009 #
setuju asal ga ada unsur kkn atau nepotisme…
Komentar oleh iklanfresh — 27 April 2009 #
secara teoritis memamng baik, tetapi dilapangan dan pelaku (guru) pada dasarnya belum siap dewngan perubahan, harapan pemerintah agar ada motivasi dan dedikasi guru yang profesional, tetapikebijakan itu oleh guru dijadikan alasan untuk mendapatkan uang. yang kemudian berbagai cara bahkan tidak hahalpun bisa jadi halal. saya pernah berteriak keras kepada guru-guru yang mau sertifikasi, Bapak ibu ini kan akan mendapatrkan tunjangan yang layak artinya dapat tambahan rizki, apakah dengan cara yang salah ini menjadi halal perolehan imbalan itu, padahal hasil (uang) itu untuik anak kita untuk keluarga kita, mengapa nafkahi keluarga dengan cara yang haram. artinya untuk manipulasi data dan macam-macam itukan terjadi luar biasa, bahkan ada calo yang khusus menangangi berkas sertifikasi dengan membayar 1 juta pun mau. …
Komentar oleh turhan — 1 Juli 2009 #
setuju banget…asal yang lulus sertif bukan hanya menumpuk fortofolio saja,agar kesanya tidak sepele…,menyedihkan jika hny di ukur melalui fotrtofolio saja, peningkatanya di mana?
Komentar oleh alea2009 — 3 Juli 2009 #
kunjungi ‘rumah’ saya ya pak.maksih
Komentar oleh alea — 3 Juli 2009 #
setuju sekali pak,,,,,,asalkan yg lulus sertifikasi bener2 berkualitas dan pada saat membuat fortofolio bener dan tidak ada rekayasa yah seperti scan sertifikat,,,jiplak fototfolio punya teman,,,hehehee banyak lo pak…..mash pak…..
Komentar oleh bayu putra — 20 Juli 2009 #
setuju wae, tapi sertifikasi tidak identik dengan legitimasi profesional, hanya nambah lengkape isi kuali, nggak ada hubungannya dengan kuali-tas, karena guru di cap jempol dari ngajarnya, bukan dari cap jempol di portofolionya.
Komentar oleh pak heri — 1 Agustus 2009 #
stuju….coz skarg banyak guru yang pinter mendadak,,contoh buat PTK…langsung empat jadi dalam waktu satu minggu, RPP…akses di internet….abis sertifikasi…nyantai donnk ngitung gajian tambah….wkwkwkwkwkwk….aku kadang malu jadi guru…..sok yeessssss…ni guru ahli neraka.wkwkwkwkwkwk….
Komentar oleh arif — 5 September 2009 #
stuju….coz skarg banyak guru yang pinter mendadak,,contoh buat PTK…langsung empat jadi dalam waktu satu minggu, RPP…akses di internet….sertifikat cari sana-sini..abis sertifikasi…nyantai donnk ngitung gajian tambah….wkwkwkwkwkwk….aku kadang malu jadi guru…..sok yeessssss…ni guru ahli neraka.wkwkwkwkwkwk….
.
.
@arif: hahaha… termasuk aku ya
Komentar oleh arif — 5 September 2009 #
Setuju untuk point 1, dengan adanya sertifikasi guru diharapkan untuk menjadi lebih professional lagi dalam mengajar, ya bisa dibilang untuk memotivasi guru untuk lebih giat lagi atau aktif bersaingan dalam arti positif dengan guru yang lain, ya otomatis guru bersertifikat mendapat penghasilan lebih dibandingkan dengan guru tidak bersertifikat tetapi harus sesuai dengan kinerjanya dunk hehee, Bapak bersertifikat juga kan pak he.. Selamat ya Pak ! Sukses slalu
Komentar oleh yanessipil — 3 November 2009 #