Arsip

Posts Tagged ‘guru tidak profesional’

WINNER ANNOUNCEMENT, ITSF 2009

15 Desember 2009 41 komentar

“Selalu saja ada alasan untuk bersyukur, bersyukur dan bersyukur”, begitulah kata pak Sastro Guru pada SMA N 1 Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur Provinsi Kalimantan Tengah. Pak Sastro yang juga bapaknya Nohara, adalah putera kelahiran Ngawi 42 tahun yang lalu, tepatnya di Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren.

Semenjak awal tahun 1991 dia menjadi guru di Ampah, kota kecil yang ramah dan terbuka. Barangkali sudah nasibnya yang “nurutan” dia pernah mengajar Matematika, Bahasa Inggris, Kesenian, Keterampilan, Bahasa Indonesia, Komputer dan Kimia. Tiga mata pelajaran terakhir masih diampunya hinggga sekarang. Halah Pak, Pak.. kok mau-maunya ngajar tiga mata pelajaran sekaligus. Gimana sampean bisa disebut guru profesional? Baca selengkapnya…

BIKIN AQUARIUM SENDIRI

9 April 2009 23 komentar

Seseorang menjadi mau melakukan sesuatu jika terpaksa oleh keadaan. Bisa saja keadaan itu berasal dari dirinya sendiri atau lingkungan. Namun saya sependapat dengan kalimat-kalimat positif dari berpikir positif. Jadi keadaan dapat kita ciptakan sehingga kita mau melakukan sesuatu. 

Bagi yang banyak duit, tentunya keadaan dapat dibeli. Ngapain susah-susah bro…kan banyak yang jual aqurium jadi. Demikian komentar salah seorang tetangga ketika saya mencoba membuat aquarium. Lagi-lagi muncul keraguan tentang profesinalisme, lho guru kimia kok bikin aquarium sendiri. Seharusnya guru kimia ya membuat alat peraga kimia, atau setidaknya seluruh waktunya dicurahkan untuk kimia. Jangan yang lain. Baca selengkapnya…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.736 pengikut lainnya.