Arsip

Posts Tagged ‘profesi guru’

GURU itu SPD

24 April 2009 10 komentar

Guru dalam UUGD adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada jalur pendidikan formal, serta pada jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah, termasuk pendidikan anak usia dini. Adapun profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. Untuk memenuhi kriteria profesional sebagaimana dimaksud pada UUGD, guru itu SPD…….

Sarjana Penuh Derita, pada 1997 mendapat beasiswa tugas belajar ke IKIP Malang. Banyak teman-teman asal luar jawa yang menderita karena jauh keluarga, uang beasiswa minim biaya hidup meningkat karena krisis ekonomi.

Sarjana Pakai Duit, setelah keberhasilan kejar paket A setra SD, paket B setara SMP, paket C setara SMA, maka muncullah kejar paket D setara sarjana. Ni sekarang lagi nunggu-nunggu kejar paket E setara master, gak usah kuliah yang penting dapat gelar master.

Selalu Pikirannya Duit, munculnya program sertifikasi disinyalir sebagian elemen masyarakat sebagai program bagi-bagi duit secara bergiliran, bukan kualitas, bukan pula profesionalitas karena prosedur yang ditempuh terasa ganjil. Protes ketidakpuasan bermunculan hingga muncul wacana guru-guru yang telah terlanjur menerima sertifikat pendidik harus mengembalikan uang tunjangan profesi yang telah diterimanya.

Seharian Pekerjaannya Duduk, lha ini mungkin yang diprotes orang. Mulai bel masuk sampai bel keluar Cuma duduk di kursi guru, mendikte, membaca buku, anak-anak tidak diperhatikan. Jauh dari sebutan profesional yang disandang, tidak sesuai antara gaji yang diterima dengan kinerja yang dilakukan. Apalagi sebutan PAIKEM, Pembelajaran yang Aktif, Inovatif , Kreatif, Efektif dan Menyenangkan.

Spesialis Pembuat Diktat, sehingga guru juga mendapat sebutan DIKTATOR. Membuat diktat untuk membeli motor. Gagasan ini muncul ketika pemerintah melarang menjual buku-buku di lingkungan sekolah, lantas guru-gurupun berinisiatif untuk membuat diktat untuk menjadi sang DIKTATOR.

Sosok Penuh Dedikasi, sampai-sampai syair lagu Umar Bakri sangat melekat dengan sosok guru yang telah menciptakan banyak menteri, anggota dewan, panglima bahkan sampai presiden. Tapi apa kata mereka… guru tak peduli, dia tetap kerja dengan penuh dedikasi.

Seharusnya Percaya Diri, dalam bahasa pergaulan sering disingkat PeDe. ”Kamu kok bangga sih dapat sebutan PeDe”, kata teman saya. PeDe itu kepanjangan dari PEKOK DEWE, pekok itu artinya goblok, tahu?. Saya senang dapat sebutan guru goblok, tapi nulisnya go-blog, jawabku. Guru memang harus go-blog, mencari informasi, mencari teman, membuat blog, dan menulis di blog. Pokoknya harus percaya diri. Lho kok gak sambung sih….

Selanjutnya Pikiren Dewe, ……….. ya terserah Anda mau bilang apa terhadap guru dan pendidikan di negeri ini.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.737 pengikut lainnya.