JANGAN BUBARKAN IPDN

Adalah IPDN lembaga yang akan mencetak calon-calon birokrat, calon pemimpin, calon pelayan masyarakat. Putera-puteri “terbaik” negeri ini dikumpulkan pada suatu sistem tadisi negeri yang selama ini ditumbuhkembangkan sejak orde baru. Sebuah tradisi takut senior, tidak melawan atasan, tutup mulut terhadap kesalahan yang dilakukan oleh lembaga, menindas bawahan, menggunakan kekuatannya untuk melawan hukum serta tradisi-tradisi lain yang sejenis.
Di sana juga diajarkan untuk membuat “peti es” yaitu sebuah skenario untuk membekukan suatu permasalahan menjadi seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Jika listrik sedang tidak jalan, ada cara lain untuk mengemas kasus dengan “formalin” agar semua terlihat masih bagus, utuh dan tidak ada bekas-bekas terjadinya sesuatu. Selain itu untuk lebih mengenal alam setiap praja harus menjelajahi antar barak, anatarruang kuliah dengan jalan kaki secara bersama-sama dengan jenis alas kaki yang sama untuk membuat jejak baru dan bisa menghilangkan jejak lama.
Tradisi tradisi itu seperti yang kita rasakan bagaimana para peminpin kita, para pegawai negeri melaksanakan tugasnya untuk melayani masyarakat. Menindas, tidak mendengarkan aspirasi bawahan, tidak patuh aturan, tidak memberi teladan dan yang penting atasan senang. Salah satu contoh misalnya pelaksanaan UAN di sekolahku. Jelas bahwa untuk pekalsanaan UAN menggunakan dasar POS UN yang dikeluarkan BNSP tetapi karena kepala dinas memberi “petunjuk” bagaimana melaksanakan UAN. Menurut kadis bahwa membagi soal itu satu deret ke belakang mendapat paket soal yang sama. Menurut saya berdasarkan POS UN yang ada bahwa siswa mendapat soal secara berselang ke belakang maupun ke samping sehingga tingkat kerjasama dalam menjawab soal dapat dikurangi. Namun atasan saya memilih menurut kadis dari pada menurut bawahan.
Berdasarkan paparan di atas maka saya lebih cenderung untuk memilih JANGAN BUBARKAN IPDN karena kalau dibubarkan maka tradisi yang selama ini sudah berjalan bertahun-tahun dan berpontensi menjadi budaya akan sirna begitu saja karena usl segelintir orang. Kalau sekedar dikemanakan para praja, diapakan fasilitas yang telah dibangun saya rasa tidak sulit. Tentunya kehilangan sistem yang lebih mendasari jangan dibubarkan IPDN.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s