Sertifikasi Guru Meningkatkan Kualitas Pendidikan Nasional

Bagi kebanyakan guru tentu bukan sertifikat pendidik yang diharapkan, malainkan penghasilannya meningkat. Tak peduli apakah memalui tambahan tunjangan funsional, tunjangan lauk pauk, tunjangan daerah atau tunjang-tunjangan yang penting penghasilannya meningkat, cukup untuk hidup layak dan bisa menyekolahkan anak-anaknya ke perguruan tinggi pilihannya.

Sertifikasi yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan telah dijalankan melalui proses-proses perbaikan, kemudahan prosedur hingga kemudahan dalam menentukan asesor untuk menilai dokumen protofolio yang disusun oleh guru. Asesor yang tidak “bersertifikat” diperbolehkan mengadakan penilaian. Dinaspun dipermudah untuk memilih guru yang berhak menyusun potofolio, tak peduli apakah guru itu sudah puluhan tahun mengajar atau masih beberapa tahun bahkan mungkin masih CPNS.

Beberapa perguruan tinggi ada yang menemukan kecurangan guru dalam menyusun dokumen portofolio. Apakah Mendiknas juga telah menemukan kecurangan perguruan tinggi dalam menilai? Bagi mendiknas mungkin ini tidak perlu dicari atau dikaji, karena toh dosen-dosen sudah pasti kompeten. Guru dan dosen memang beda. Dosen lebih pintar dari guru. Tidak ada dosen mengojek untuk mencari tambahan ekonomi, tapi guru…rumahnya kontrakan, kendaraannya butut, gak bisa bahasa Inggris, gak pernah naik pesawat sudah pasti mudah untuk dijadikan kambing hitam.

Karena sangat dipercaya jangan-jangan dosen tidak meluluskan mantan gurunya yang sekarang ikut menyusun dokumen portofolio, karena dulu waktu sekolah pernah di beri hukuman oleh gurunya. Jangan-jangan dosen meluluskan guru yang baru kemarin sore menjadi guru lantaran dokmennya dilengkapi dengan amplop. Lantas apa bedanya guru malas bersertifikat dengan guru berprestasi tapi tidak bersertifikat. Jawabnya tentu guru bersertifikat dapat meningkatkan kualitas Pendidikan Nasional.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s