HASIL SERTIFIKASI 2007

PENGUKUHAN GURU BERPRESTASIhasil sertifikasi rayon 18 Universitas Palangka Raya telah diumumkan, suka atau tidak suka itulah hasilnya.

Ada yang meragukan hasil penilaian, ada yang sadar bahwa ini sertifikasi untuk guru, bukan untuk kepala sekolah (Kepala Sekolah BUKAN GURU??)

diantaranya ada yang bertanya : gimana sih cara penilaiannya kok banyak yang masa kerja di bawah saya bisa lulus, ada yang masa kerja belum 5 tahun bisa lulus, ada yang PNS sekitar 1 tahun DPG, yang sudah di atas 25 tahun juga DPG.

banyak kepala sekolah yang sudah puluhan tahun berguguran, aku jadi malu, sungkan, ewuh pekewuh dengan kepala sekolahku yang nyata-nyata beliau dipilih menjadi kepala sekolah karena berprestasi. disekolahku banyak guru-guru senior yang juga tidak ikut.

Kalau demikian lantas siapa yang salah, bartim tidak ada sosialisasi yang jelas tentang hal ini, saya menyusunpun dengan niat seperti pasang dadu, siap tahu kena. Teman seangkatanku yang menurutku lebih berprestasi kok malah masuk MF. pasti ini ada yang salah, ada link yang putus, ada informasi yang gak sampe, walaupun di Indonesia banyak kambing hitam, gak perlulah kita mencari kambing hitam lagi.

Ke depan kita musti lebih jelas, ke depan kita harus…, ke depan. he..he..he seperti pejabat saja. Ingat gak kalau ada sesuatu selalu KE DEPAN …

30 thoughts on “HASIL SERTIFIKASI 2007

  1. Saya agak heran mengapa peserta sertifikasi guru yang lulus 2008 dan cair Januari 2010 lunas di bayar selama 12 bulan penuh, akan tetapi kami guru-guru yang lulus sertifikasi tahun 2007 hanya dibayar ada yang 9 bulan dan ada juga yang 6 bulan. kami mohon penjelasan kepada pihak-pihak yang berwenag dalam hal ini. Jangan sampai terjadi kecemburuan !

  2. ditempat kami ada yang masa jabatanya dibawah 5 tahun kok bisa sertifikasi.sedangkan sepengetahuan saya.masa kerja diatas 5 tahun baru ada penilaiannya kok bisa sih.
    .
    .
    @khairani: sama dong..makasih

  3. kapan kami bisa menerima sertifikasi angkatan 2007 untuk wilayah sumbar bidang guru agama, masalahnya sampai sekarang kami belum menerima ataupun mendapat kabar kapan keluarnya sertifikasi guru tersebu, sedangkan dalam DIPA 2009 sudah dicantumkan tunjangan sertifikasi tersebut. terima kasih
    .
    .
    @Arni: guru agama tanyaken ke depag BU… makasih ya

  4. DILEMA JADI GURU, YG SATU SIBUK MENGAJAR,YG SATU SIBUK DIKLAT (POKOKNYA DIKLAT APA AJA IKUT ASAL KEJAWA),YG SATU SIBUK URUSAN REHAB SEKOLAH),YG SATU TURUN HANYA SESUAI JADWAL NGAJAR LALU KIRA-KIRA MURID NGURUS APA YA …?🙂

    @eri:makasih atas komentarnya, kok tahu kegiatan guru di sekolahku?kalau murid saya sibuk memberi gelar pada tiap guru. ada yang diberi gelar seperti bintang film. ada yang diberi gelar seperti pelawak. ada diberi gelar seperti mantan presiden. macam-macam lah. Lha wong KTSP sampai sekarang sekolahku juga belum punya. padahal tahun depan mau jadi sekolah SSN

  5. Kelihatannya kuota Kalteng untuk tahun 2007 kelebihan sehingga proses pencairannyapun tertunda. untuk tahun 2008 belum ada tanda-tanda penilaian telah dilakukan

  6. setahu saya, untuk kab. Barito Timur dan Barito Selatan yang lulus tahun 2007 sudah pada cair. sedangkan yang tahun 2008 belum ada kabar

  7. Hallo sahabatku para guru se Indonesia, kita sekarang zamannya sertifikasi, yaitu suatu cara untuk mencapai sebutan guru profesional, adakah teman-teman berpikirdemikian? jawabnya pasti ya… Untuk mencapai sebuah profesional sangat mudah yaitu mengikuti sertifikasi dan juka telah lulus maka guru yang bersangkutan bersertifikat menjadi guru profesional. Hanya saja ada tapinya, berdasarkan UU No. 14 th. 2005 bagi yang lulus akan diberikan tunjangan setahun kemudian setelah lulus, tapi ternyata saat ini banyak teman -teman yang lulus 2007 belum menerima tunjangan itu, kalau menurut saya sebaiknya kita dak usah diserifikasi, tapi diberikan riwad bagi yang berprestasi, memang pengambilan guru berprestasi sangat sulit, sebagai contoh perekrutan yang dilakukan lewat jalur diknas dari tk UPTD sampai dinas Tk.I agknya masih berbau K2n dimana prestasi tersebut semu, jika memang mau pemerintah atau lembaga dan perusahaan dapat mempelopori lewat internet pengumuman tersebut atau media masa tentang pagelaran lomba yang menjurus pada kreatifitas guru atau kepala sekolah untuk memberikan ide-idenya yang cemerlang, sehingga para guru akan giat mencari informasi melelui dunia maya ini. Selanjutnya guru yang lainnya pasti akan terpengaruh karena mendapat riwad jika berhasil, contoh lomba yang dimaksud adalah berupa kiriman cd pembelajaran atau kegiatan kepala sekolah dalam mengelola sekolahnya. baru sertifikasi yang diberikan akan bermakna. Puji Bkl.

    @Wah saya juga sependapat dengan anda. lihat saja nanti. judulnya sudah bersertifikasi, tapi berbicara di depan forum diskusi, membuat karyatulis pasti masih banyak yang kedodoran. Lah contohnya saya saja, lhawong saya ini kepingin membuat karya tulis gak pernah kesampaian. masak teganya memberi saya penghargaan profesional. Seharusnya profesional disebutkan bidang minatnya, misalnya kaya saya ini profesional dalam hal membolos, ngakali anak-anak untuk beli diktat. Meihat kemampuan saya sepertinya bukan profesional tapi DIKTATOR, (menjual diktat untuk memperbaiki motor) maklumlah motor saya udah butut, boro-boro ganti motor, memperbaiki yang ada saja harus jual diktat

  8. itulah Pendidikan di Indonesia. biasanya orang-orang yang menempuh jalur pintas lebih berhasil dari segi karir. Menduduki jabatan dan mengatur orang-orang. Lantas kita bisa membayangkan. Lha wong di dunia pendidikan saja seperti itu, bagaimana sumberdaya manusia yang terbentuk? menghasilkan pemimpin, ya pemimpin yang korup.
    Akhrnya semua berawal dari pendidikan:
    pencetakan calon guru, rekrutmen calon guru, manajemen guru, pengawasan guru, kesejahteraan guru, kepedulian pemerintah dan DPR terhadap pendidikan, kelulusan, mata pelajaran yang seabreg, dll.
    di sekolahku sampai saat ini saja belum punya KTSP, dinas juga belum menyuruh, sebagian besar temen-teman pada gak ngerti apa itu KTSP

  9. bagaimana dengan ijasah yang kuliahnya 1 minggu sekali tanpa modul tiga bulan tamat hanya bayar 8 juta seperti yang akan dilakukan oleh PTS Tri Tunggal Surabaya. apakah dapat untuk sertifikasi. kalau bisa enak amat. dengan kuliah beneran. terus apa jadinya mutu pendidikan indonesia. apalagi S 2 hanya 15 juta kuliah juga 3 bulan. toofel tak tahu

  10. sepertinya, gara-gara BBM sehingga tunjangan tambahan belum dibayar. atau mungkin nanti menunggu pemilu pilpress 2009 sekalian untuk kampanye, atau nunggu guru-guru mogok nasional, atau guru harus demonstrasi yang anarkis agar dapat perhatian. coba anda lihat kalu yang berkaitan dengan guru pasti di ulet-ulet. PAHLAWAN TANPA TANDA JASA untuk senjata mendinginkan dan menghibur sekaligus mengejek guru

  11. kapan ya dibayarkan gaji kita yg telah lulus ikut sertifikasi guru kauta 2007.teman-teman guru dimana saja yg telah mendapat tunjangan profesi guru?

  12. E=mc2
    Dalam sebuah teori relativitas E=mc2, memang semuanya serba relatif. Kemajuan pendidikan berbanding lurus dengan PANGKAT(kuadrat)dari kecepatan CAHAYA KEBIJAKAN. Kita dapat bayangkan seandainya para pengambil kebijakan sangat berpihak kepada kemajuan pendidikan, wah pasti menghasilkan energi yang sangat besar bagi guru yang konon sebagai ujung tombak kemajuan pendidikan, untuk lebih banyak berkarya.
    Dari persamaan di atas terkandung makna sedikit saja berpihak sudah menghasilkan energi yang besar, apalagi banyak.
    Ternyata PANGKAT KEBIJAKAN telah didekantasi sehingga hanya tinggal residu. Tidak mengherankan jika hanya pangkat yang dikejar. Diknas dijadikan sebagai eluen pada peristiwa kromatografi lapis tipis untuk naiknya warna tertentu.
    Lihat saja bagaimana sertifikasi, bagaimana NUPTK, bagaimana NISN, kalau tidak bisa jadi eluen ngurusnya seperti…..

  13. Berapa sebenarnya harga sertifikat hasil sertifikasiku kalau dijual?Setelah dikukuhkan menjadi guru profesional tetap saja keprofesionalanku diragukan orang.Paparanku yang berjudul” Arah Kebikan Pendidikan di Bartim masih Semu” tidak ditandatangani kadis,alasannya paparanku berisi kritikan terhadap Pemda.
    Ya…….kalau kita mau hidup damai,memang harus mekitu arus.
    W=VI, apalah dayaku,kalau tegangan lagi turun,baik mengikuti arus

  14. Ketidakpastian (Heisenberg) menyebabkan semuanya serba boleh jadi.
    Guru boleh jadi kepala dinas kesehatan, guru boleh jadi tukang ojek, guru boleh jadi apa saja. Kebolehan tidak ditonjolkan, asal jadi justru yang dipertontonkan, fenomena ini memang semakin menjadi-jadi. Yang tidak mengenakkan kalau pendidikan ini menjadi bahan tertawaan, karena semuanya seperti jadi-jadian… HI….ngeri

  15. w=m.g.
    Berat memang beban yang kita sandang setelah di eksekusi jadi guru yang berlabel, tapi entah bagi yang lain.
    Saking beratnya sehingga kita jadi malas karena terpengaruh oleh gaya gravitasi pribumi.
    Saya kelebihan stok jam pelajaran karena banyak guru yang melepaskan tanggung jawabnya karena tidak bisa ikut sertifikasi.
    Entah siapa yang salah, pada tahun 1993 saya mencari S1 banyak kawan yang mengolok-olok. Sekarang setelah lulus sertifikasi tetap dielek-elek.

  16. Hasil sertifikasi k2007 rayon 17 banjarmsin baru diumumkan. Banyak ‘katanya’ guru senior yang tidak lulus dan harus mengikuti DPG. Sebagian yang junior justru lulus (apa lolos?). Kalau si junior punya banyak prestasi tentu gak masalah. Lha bagi junior yang gak punya prestasi apa2 trus lulus…dipertanyakan dong keabsahan portofolionya.

    Pak Suhadi : Ya itulah pak, seandainya saya tahu di mana IBU PERTIWI tinggal, saya akan datang dan menangis ke pangkuan Ibu Pertiwi, atau barangkali sekarang juga ibu sedang bersusah hati, airmatanya berlinang, melihat jalannya proses protofolio. Atau Ibu Pertiwi sudah ikut program TKI, sehingga tahu Ibu tidak ada kita pada tidak berbakti. Atau Ibu Pertiwi sudah menikah lagi (dengan paman Sam, misalnya) sehingga kita lebih banyak diatur oleh bapak tiri. Atau Ibu Pertiwi lagi sibuk menjual aset negara karena kita sedang dalam kemiskinan…. AAH TIDAK pasti Ibu Pertiwi masih bersemayam di hati bangsa Indonesia

  17. informasi atau lebih tepatnya gosip, karena saya tidak tahu persis sumbernya. Sekarang berkas penilaian oleh asesor rayon18 sudah selesai namun proses selanjutnya berkas tersebut dikirim ke Jakarta. Sekarang kita sama-sama berdoa dan menunggu mudahan semuanya lulus.
    Nanti kalo ada kabar tak unggahnya di blog ini
    Beberapa teman yang ikut diklat menyayangkan bahwa yang lulus langsung portofolio kok justru gak tahu materi tentang asesmen dan PTK. ternyata ujung-ujungnya kembali ke laptop, yang ikut diklat dan dapat meteri tentang asesmenpun belum menerapkan ilmu barunya setelah sepulang dari diklat

  18. kapan pengumuman hasil diklat yg dilaksanakan dr tgl 4 sampai 13 februari diumumkan,kmi guru yg bertugas didaerah terpencil sangat menanti hasil siapa saja peserta lulus yg ikut di rayon 18 palangkaraya.

  19. yang benar aja deh, kok kepala sekolah dibilang bukan guru…!
    kata nenek saya dulu, “Cu…., kamu kok belum berangkat ke sekolah, coba tuh lihat, Kepala Guru sudah datang.”
    Kepala Sekolah itu hanya tugas tambahan, sebenarnya juga guru… ya, ngak…? eh… emang ada kepala sekolah yang masih guru dan ada juga mantan guru, ya karena ndak ngajar lagi….

  20. Mmhh jalani aja deh Profesi Sebagai Guru Ber-Sertifikat, karena saya yakin banyak “harapan” dengan hadirnya sertifikat ini. Banyak tantangannya. Saya jadi teringat ucapan teman sekaligus direktur saya pada saat saya masih bekerja beliau hanya mengatakan “Be A Profesional” and “Just Do It” (eitss bukan niru iklan Nike lho pak.. )

  21. sudah jadi masalah pelik pak,
    karena semuanya bicara tentang u**g

    coba kalo pemerintah serius tanpa harus ada embel-embel seperti ini, cukup dengan warning melalui tata organisasi yang ada dan sesuai dengan hasil pelajaran kita tentang kependidikan

    tidak mesti semua jadi hil yang mustahal sebagaimana uraian sebelumnya.

    Jangan kuatir, tunggu yang gratisan sertifikasinya ….

    Ada contoh, banyak teman saya yang di SMAN-2 Pahandut sudah lulus sertifikasi tapi tabiat tetep gak berubah …

  22. kadangkala kita musti bersabar, sebagaimana tugas kita sebagai guru untuk selalu menyampaikan kebenaran dengan penuh kesabaran.
    KE DEPAN.. lho kok ke depan lagi.
    Pagi tadi di Metro TV ada pembicaraan masalah mahalnya harga kedelai. bahkan kedelai impor lebih murah dari kedelai lokal walaupun harganya selangit untuk ukuran guru yang hanya mampu makan dengan tahu tempe. Jawabnya apa… Ke depan kita harus……
    Memangnya kita ini tidak pernah jalan ke depan? kok dari dulu setiap ada permasalahan selalu jawabnya ke depan.
    Termasuk masalah sertifikasi ke depan harus…
    Kalau saya berharap ke depan PGRI berubah menjadi PARTAI GURU REPUBLIK INDONESIA, biar DPRnya banyak berasal dari guru, kalau perlu menteri juga berasal dari guru sehingga memahami masalah pendidikan/guru

  23. Saya juga bingung… bagaimana sih cara penilaian portofolio sertifikasi guru…??? Truss… banyak pula yang berkasnya sampai sekarang belum diketemukan padahal DIKLAT bagi yang belum lulus sudah dilaksanakan … Duuuh… saya jadi bingung nggak karuan….

  24. apakah undang-undang yang akan disahkan tidak hanya menambah lobang-lobang dalam dunia pendidikan, sementara lobang-lobang yang lama belum tertutupi telah direncanakan sebuah lobang baru

  25. Hidup guru, selalu mau maju dan tak pernah mengeluh. Sebentar lagi kita akan memasuki Undang-undang Tentang Badan Hukum Pendidikan. Profesionalisme kita dibutuhkan, untuk tak sekedar menjadi ” korban ” kebijakan. Kita menyiapkan diri sebaik mungkin. Untuk yang belum sertifikasi, tak usah kecil hati. Pasti akan mendapat jatah, yang sudah saja belum pengumuman kok. HIDUP GURU !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s