GURU BERSERTIFIKAT 24 JAM

Guru bersertifikat tidak akan serta merta menerima tambahan gaji. Gaji baru diberikan jika guru bersertifikat mengajar 24 jam perminggu, lantas yang tidak bersertifikat berapa jam tiap minggu? Mari kita hitung kasus di sekolahku. Jika tugas tambahan seperti

  • Kepala Sekolah,
  • Wakil Kepala Sekolah,
  • koordinator Laboratorium,
  • wali kelas,
  • petugas perpustakaan,
  • pembina ektrakurikuler,
  • pembina OSIS,
  • pembina majalah dinding,
  • pemantapan kelas XII,
  • apel bendera, senam pagi dan lain-lain tidak diperhitungkan sebagai jam mengajar, maka hasilnya dapat dilihat pada tabel di bawah

Tabel perhitungan pembagian jam mengajar

NO

URAIAN

KET

1 jumlah jam tiap minggu

40 jam

  jumlah kelas(X, XI dan XII)

15 kelas

  total jam pelajaran(40jam x 15kls)

600 jam

     
2 jumlah semua guru (Kepala Sekolah diasumsikan sbg guru)

44 guru

3 rataan jam tiap guru

13.64 jam

     
4 jika total jam dibagi 24 jam, maka hanya diperlukan

25 guru

5 guru yang kosong jam (44 – 25)

19 guru

     
6 jika 14 guru lulus sertifikasi, dan masing-masing mengajar 24 jam

336 jam

7 sisa jam yang akan dibagikan kepada guru

264jam

     

Spekulasi pertama

Seluruh jam di bagi rata ke seluruh guru, agar mempunyai peluang yang sama untuk mengikuti sertifikasi kemudian tugas kepala sekolah dilaksanakan secara bergantian. Setiap seminggu sekali ganti kepala sekolah termasuk tugas tambahan yang lain. Akhirnya semua guru mempunyai SK sebagai kepala sekolah. Semua dibagi rata semua tidak ada yang berhak mengikuti sertifikasi karena tidak ada yang mengajar 24 jam. Guru yang sudah terlanjur lulus sertifikasi dicabut kembali sertifikatnya sebagai guru profesional. ADIL.

Spekulasi kedua :

Beban mengajar 24jam hanya diberikan kepada guru-guru yang lulus sertifikasi. Kepala sekolah, wakli kepala sekolah yang terlanjur lulus harus memberikan tugas tambahannya kepada guru yang tidak mengikuti sertifikasi. Penyerahan ini perlu dilakukan agar dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengajar tidak sering ditinggalkan karena urusan sekolah. Tugas tambahan tersebut diberikan ke guru yang jumlah jam mengajarnya kurang dari 24 jam. Sedangkan yang kosong jam, pemerintah menyiapkan program TKI bagu guru, kita pengadakan ekspor tenaga kependidikan sebagai tenaga pemeliharaan kelapa sawit di negara tetangga. Sungguh ini tidak memanusiakan manusia.

Spekulasi ketiga :

Tugas tambahan dihitung sebagai beban mengajar, karena tugas tambahan tersebut juga untuk melayani siswa dan kelancaran sekolah secara umum. Profesional tidak harus jam mengajarnya banyak, melainkan melaksanakan tugasnya secara profesional dan penuh dedikasi. Dalam hal tertentu tugas tambahan yang dibebankan oleh sekolah kepada guru juga sangat menuntut profesinalisme seperti menjadi Kepala Sekolah, wakil kepala sekolah, wali kelas, pengelola laboratorium, membina pramuka, membina karya tulis dan lain-lain.

Saya mempunyai tugas tambahan sebagai pembina pramuka, pengelelola laboratorium IPA dan majalah dinding, sementara tugas mengajar saya sebanyak 20 jam (Kimia =2 jam, Bahasa Indonesia = 8 jam dan TIK = 10 jam). Apakah saya tidak berhak menerima tambahan tunjangan profesi karena tidak mencapai 24 jam?

8 thoughts on “GURU BERSERTIFIKAT 24 JAM

  1. Saya adalah seorang guru,sy disekolah membantu kepsek sebagai urusan kurikulum dan sy sdh bersertifikasi skrg beban ngajar sy 24 jp otomatis sy merasa kewalahan krn tugas sy menjadi sgt berat,apakah beban ngajar sy bisa jadi 12 jp saja?apa dasar hukumnya?

  2. Semua guru memang harus menjadi guru profesional? Tetapi, profesional yang seperti apa? Apakah profesional mengumpulkan portofolio?
    Lantas apakah profesional guru itu dilihat dari kuantitas 24 jam mengajarnya? Atau apakah itu dinilai dari qualitas mengajarnya?

  3. Ah.. ibu, saya jadi malu
    bilang teman-teman (dan saya juga sependapat) bikin blog itu mudah, tapi mengisinya yang sulit. Biar otakku kuperas, tulang kubanting rasanya pupus sudah harapanku, habis pula ide-ideku. Makanya aku selalu berhayal untuk bisa mewujudkan harapan-harapan saya.
    Ohya bu.. kalau teman-teman di Tamiang berminat bikin blog, kumpulkan dan adakan workshop. SMP 1 Ampah awalnya juga karena saya pamer. Ya.. begitulah kalau orang sedikit bisa sudah pamer-pamer. Sebenarnya saya tidak bermaksud pamer tapi sebuah ajakan untuk membangun kekuatan guru melalui jaringan blog. Kekuatan yang saya maksud adalah kekuatan persatuan kita antarguru melalui saling berkomunikasi, saling barbagi.

  4. Pak Budi,bapak seorang guru yang semakin berisi semakin rendah hati, saya tidak banyak mengenal bapak hanya 2 kali ketemu tapi saya mengatakan dengan sangat jujur bahwa saya perlu banyak belajar dari bapak. Barito Timur memerlukan guru yang profesional salah satunya seperti PakBudi. Membagikelebihan dibidang ilmu dan membagi kelebihan di bid. Ketrampilan yang bapak lakukan adalah salah satu dari ciri guru profesional.Membuka pikiran saya untukmau mempelajariiniternet.Kemampuanmenulis seorang guru didorong oleh :Rasa ingin tahu, mau mencoba, mau bertanya, mau membuka diri dan mau diajari oleh yang lebih tahu.dan dasar lain adalah Rajin membaca buku.Guru sering dikatakan malas menulis karena tidak mau mencoba dan tidak tahu untuk apa menulis serta kurangnya informasi.Jadi melalui situs ini kita saling berbagi informasi ya Pak.

  5. terima kasih bu..mau singgah di blognya orang goblog
    Ayo sama-sama kita majukan pendidikan di daerah kita. Kita mulai dari guru, Ya.. sebagaimana pada tulisan saya sebelumnya “Guru Biang Mutu”. Kenyataannya saya termasuk guru yang tidak kompeten, tidak profesional dan gaptek. Keterampilan berbahasa saya sungguh memprihatinkan, berbeda dengan ibu pintar sekali menulis. Kemampuan menulis saya masih pada taraf “ngrumpi”, kemampuan berbicara saya masih pada taraf “gosip”, bacaan saya terbatas pada selebaran-selebaran gratisan dan menyimak juga terbatas pada pembicaraan-pembicaraan tidak bermutu. Gimana Bartim bisa maju kalau semuanya seperti saya??
    Makanya saya ingin banyak belajar menulis dan pinjam buku-buku kepada ibu

  6. Guru profesional memang harus melaksanakan tatap muka 24 jam jika hanya diperoleh melalui tatap muka dikelas saja tentu sangat sulit diperoleh karena jumlah kelas yang terbatas. jika memang harus jumlah mengajar di kelas 24 jam maka jmlah kelas harus ditambah dan dalan satu kelas jumlah siswa sebaiknya 10-20 orang saja he…he..saat ini jumlah siswa dalam satu kelas rata-rata 3o orang.ada solusi lain,adalah dengan melaksanakan Program Pengembangan diri yang masing-masing bidang dihargai 2 jam dan melalui Program ini siswa dapat mengembangkan minat dan bakatnya, guru sebagai pembimbingnya,sesuai tuntutan KTSP. Guru dapat memperoleh surat keterangan mengajar 24 jam dari tugas pokok ditambah tugas tambahan.OK,semoga kita semua dapat menjadi guru yang profesional dan Kepsek tidak pusing memberikan surat keterangan itu.

  7. Kalau ditanya Anda pilih mana? Berbohong lantas lulus portofolio dan terima tunjangan tambahan atau Jujur lantas Anda tidak lulus portoflio?
    Kalau bohong pasti banyak yang mendukung, seperti sertifikat palsu, SK sulapan, Jabatan tipuan, jam mengajar rekaan, tugas tambahan yang ditambah-tambah, pelatihan siluman dan aneka muslihat yang lain. TAPI…
    Saya akan pilih jujur dan lulus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s