BINTEK KTSP

Tanggal 21 – 24 Mei mengikuti kegiatan bintek(Bimbingan Teknis) ktsp se-Barsel dan beberapa sekolah di Bartim. Kegiatan ini seharusnya diikuti oleh KS dan wakil kurikulum dan satu guru lagi untuk tiap sekolah. namun KS-ku berpendapat lain

“masak KS- kok dicampur dengan anak buah“, itulah mengapa saya yang dikirim. lantas sampai rumah berkaca. Ooo.. ini to yang dimaksud anak buah, kurus, nurut, dan gak banyak protes. Dengan membawa  laptop butut kesayangan sayapun berangkat dengan niat kegagalan, karena tujuan panitia untuk “memelekkan” ktsp kepada para bapak buah telah tidak indahkan. banyak hal aneh yang kucatat karena memang sedikit hal baru yang kudapat.

PAIKEM dan Penjual jamu. Menurut teman-teman yang mengikuti diklat PLPG, setiap mengajar guru harus mengajar dengan PAKEM tetapi pada kegiatan ini justru gaya penjual jamu yang ditampilkan dari awal sampai akhir kegiatan. Jauh sekali untuk disebut kreatif, inovatif apalagi menyenangkan. Lhawong dari awal sampai akhir cuma baca slide persis penjual jamu. Bagaimana guru bisa kreatif kalau para fasilitator memberi contoh tidak kreatif. Sesekali kutinggal keluar untuk menghilangkan kepenatan.

BUTA HURUF. Salah satu fasilitator dari Jakarta mengatakan, ” Sekarang yang disebut buta huruf adalah tidak ngerti komputer dan bahasa komputer“.  Bahasa komputer dicontohkan pesan error yang ditampilkan di monitor. WADUH ini salah konsep!! masak bahasa  komputer kok dicontohkan pesan yang diberikan komputer. Ternyata setelah ditanya tentang email dia belum punya. “OOO dia contoh orang buta huruf”, pikirku dalam hati.

6 thoughts on “BINTEK KTSP

  1. sy gak kasih komen pak Bud…..krn ternyata kita masih saudara ya ?
    sm sy agak lebih gendut ketimbang anda dan……maaf…..agak sedikit lebih ganteng (kt istri sy looh)
    sbg ank buah kita memang selalu dituntut untuk tahu lebih dulu ketimbang “bapak buah”
    ujung2nya…..sang bapak buah gelagapan saat ditanya sesuatu yg justru kita tahu lebih daripada beliau….termasuk ktsp
    selamat bertugas “sodaraku”…..sesama anak buah………..heeeheeeheeee

  2. Guru,fasilatator,tutor adalah pamong yang harus mampu membimbing maka orangtua kita ngajari falsafah padi makin berisi makin merunduk tanda tawaduk, artinya kalau merasa guru mestinya baik dia sedang mengajar, memberi nasehat ataupun memberi masukan, kritik tetaplah harus dengan prinsip mendidik dan akan sempurna bisa memberi contoh.Apapun bahasa yang keluar tidak berbahan bakar emosi, meski pinter , dosen lagi apabila menyampaikan ungkapan hanya untuk meremehkan orang lain tanda tidak bisa mengendalikan diri, tidak cerdas emosional.Dan nanti terlihat lucu kaya orang kebakaran jenggot.Ngak bener guru yang mengajar tidak pernah belajar, kalau begini percuma dapat sertifikat profesional,apalagi kalau yang ngomong gurunya diklat sertifikasi guru.
    .
    .
    @dimasheri: kalau beberapa pekan lalu saya jalan agak merunduk (terutama stelah lama duduk) bukan berarti saya telah mengamalkan ilmu padi, tapi saya sakit pingggang…kekekeke

  3. Hallo sahabat kami di kalteng, terutama di kabupaten Bartim dan Barut. Saya pernah berkunjung ke Kabupaten sampean. Salah satunya ke SMP 1 Dusun Tengah dan SMP 6 Muarateweh. Saya senang sekali dalam ketugasan saya ( waktu itu monev SSN dan Calon RSBI)ternyata dapat berjalan lancar, karena data-data yang saya butuhkan cepat terlayani. Itu semua karena guru-guru dan pegawai meskipun di tengah hutan kelapa sawit (seperti smp 6 Muarateweh) tetapi sebagian besar sudah melek komputer. Jadi menurut saya yang dikatakan melek komputer adalah familier terhadap komputer lalu dapat memanfaatkanya sebagai suatu sistem untuk meningkatkan kinerja yang lebih efektif, tentunya termasuk harus memahami bahasa komputer. Baik di directory-nya, kotak dialognya, saya rasa termasuk juga bahasa pemrogramannya dan simbul- simbul lainnya. Ya termasuk pesan Bapak kita yang dari Jakarta itu. Sinyal eror di monitor itu termasuk dialog komputer, jadi itu juga bahasa komputer kan? Mari kita belajar mendengarkan apa yang dikatakan orang lain dan tidak melihat siapa yang mengatakannya.Dengan begitu kita akan dapat mensyukuri nikmat Allah, seperti apa kita diciptakan oleh-Nya jika dibandingkan dengan orang lain. Selamat menelaah KTSP sebagaimana dibintekan oleh PUSKUR. Trims.
    .
    .
    @BAGYO: terima kasih Pak, ini adalah sebuah pencerahan terutama untuk saya. berikutnya saya tetap berharap kesediaannya untuk mengoreksi hal-hal yg dirasa kurang pas, saya tidak bermaksud mencari siapa yang salah dan siapa yang benar. semuanya untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. sekali lagi terima kasih

  4. BUTA HURUF. Salah satu fasilitator dari Jakarta mengatakan, ” Sekarang yang disebut buta huruf adalah tidak ngerti komputer dan bahasa komputer“. Bahasa komputer dicontohkan pesan error yang ditampilkan di monitor. WADUH ini salah konsep!! masak bahasa komputer kok dicontohkan pesan yang diberikan komputer. Ternyata setelah ditanya tentang email dia belum punya. “OOO dia contoh orang buta huruf”, pikirku dalam hati.

    smilie “ketawa ngakak” apa ya ? LOL

    btw, salam kenal pak

  5. 1. bahasa komputer itu maksudnya bahasa yang dipakai komputer pak. bukan seperti tulisan sampean ini, Dia benar! bahasa komputer itu bahasa yg dipakai komputer bukan bahasa pemrograman komputer. Sampean itu yang buta huruf. jangan sok ngerti komputer kalau ternyata juga tidak menguasai.
    2. Saya tersinggung pak kalau fasilitator ditamsilkan seperti penjual jamu. Memang seeperti itu cara menyajikan materi dalam penataran. seperti kalau guru mengajar pasti menyuruh siswanya untuk belajar, padahal guru kan gak pernah belajar. Guru menyuruh siswanya untuk banyak membaca, padahal guru tidak pernah membaca. Guru menyuruh siswanya tertib padahal guru sering terlambat. Guru menyuruh siswanya untuk memiliki rasa nasionalisme padahal guru jarang ikut apel. Memang seperti itu di Indonesia kalau lagi di atas gak bisa disalahkan. Salah itu miliknya orang kecil seperti sampean itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s