KH-nisasi PLat Kendaraan Bermotor

Di beberapa sudut kota di wilayah Kalimantan Tengah banyak terdapat imbauan untuk mengubah plat kendaraan bermotornya menjadi plat KH. Imbauan tersebut ditujukan kepada pemilik kendaraan bermotor yang masih menggunakan plat/nomor polisinya masih belum berplat KH. KH-nisasi…meningkatkan pendapatan asli daerah?

Imbauan KH-nisasi sangat ditujukan kepada PNS yang berdomisili di wilayah Kalimantan Tengah. Sebuah harapan agar PNS dapat memberi contoh kepada warga masyarakat secara umum, bahwa KH-nisasi dapat meningkatkan pendapatan daerah, KH-nisasi dapat meningkatkan rasa nasionalisme. Batulkah demikian.?

Bagi warga yang berdomisili di bagian tengah Provinsi Kalimantan Tengah, imbauan ini tidak begitu mengusik pikiran. Namun berbeda bagi warga Kalteng yang berdomisili di dekat perbatasan dengan provinsi lain. Sebagai contoh Kabupaten Barito Timur yang dulu merupakan kabupaten pemekaran dari Kabupaten Barito Selatan berbatasan dengan Provinsi Kalimantan Selatan. Hubungan perekonomian Barito Timur banyak dipengaruhi dari kabupaten tetangganya yaitu Kabupaten Tabalong dan Kabupaten Hulu Sungai Utara, yang keduanya merupakan wilayah Provinsi Kalimantan Selatan.

Saya tinggal di Kabupaten Barito Timur, mempunyai dua buah kendaraan roda dua, satu bernomor polisi KH…, satu lagi bernomor polisi DA….Setiap tahun saya harus mengisi/memperpanjang/membayar pajak kendaraan bermotor saya. Setiap tahun pula saya merasa jengkel. Ketika saya membayar pajak KH ada saja alasan saya untuk “ngomel”, karena pelayanan yang diberikan. Suatu ketika saya harus batal membayar pajak karena lupa membawa BPKB padahal jarak ke kantor samsat sekitar 50km. Suatu ketika saya jengkel karena harus  mengisi formulir yang harus ditebus Rp.15 ribu dan isiannya buanyak sekali. Belum lagi masih menunggu dengan waktu yang cukup lama dan loket yang harus dibayar lebih dari dua loket.

Berbeda dengan kendaraan DA saya yang pengisiannya ke wilayah Kalimantan Selatan, saya cukup menitipkan sejumlah uang dan dengan sopir angkutan umum. Menurut sopir tadi, enak sekali proses perpanjangan pajak di Kalsel. Tidak ada yang diisi-isi, tidak ditanya KTP, fotokopi STNK, fotokopi BPKB, tidak keluar masukloket-loket. Cukup menyerahkan STNK asli dan sejumlah uang, tunggu sebentar beres.

Karena proses dan layanan yang “njlimet” ini, harga purnajual kendaraan KH lebih murah dibanding kendaraan DA. Tahun 2000-an saya berencana menjual sepeda motor KH saya. “Wah… susah mas kalau platnya KH”, komentar salah seorang “makelar”. Itulah salah satu sebabnya tidak jadi dijual, tapi malah beli lagi sepeda motor plat DA. Sampai sekarang sepeda motor DA saya belum juga saya mutasikan ke KH, mengapa?

Menurut saya nasionalisme tidak diukur dari plat nomor kendaraan yang dimiliki. KH-nisasi tidak dengan intimidasi, tapi dengan meningkatkan pelayanan. Saya juga sependapat KH-nisasi dapat meningkatkan pendapatan daerah, tapi peningkatan pelayanan jauh lebih baik dan berdampak luas.

Kita lihat beberapa kota besar di Jawa, tidak ada pengumuman mahasiswa UGM harus berplat AB, tidak ada pengumuman di jakarta harus berplat B. Justru dengan bebasnya plat nomor bagi warga perkembangan investasi malah lebih baik. Apa yang terjadi jika warga Jakarta harus B, Joga harus AB, Surabaya harus S

3 thoughts on “KH-nisasi PLat Kendaraan Bermotor

  1. KH-nisasi justru akan menghambat pembangunan….

    apalagi bila sudah disertai dengan operasi2…
    sekedar informasi… di dinas pendapatan barito utara sekarang lagi gencar2nya ngadain operasi di jalan2 muara teweh dan menghentikan motor atau mobil yang memakai plat nomer selain KH….
    tolong pak, kalo pian punya perda tentang ini aku dikasih tau yah…
    soalnya ni dah melampaui batas… setau saya KH-nisasi hanya bersifat himbauan dan tidak ada sanksi hukumnya…..
    saya orang Jakarta sebagai pemilik kendaraan berplat “B” yang kerja cuma 3 tahun (3 taun sekali pindah)sangat merasa dirugikan dengan adanya ini….
    coba bayangkan masak tiap 3 tahun aku harus ganti plat nomer sih….
    makasih

  2. Idealnya jika hidup permanen disuatu daerah maka sebaiknya plat nomer kendaraan kita juga disesuaikan dengan alamat dimana kita tinggal. Tetapi jika kita hanya tinggal sekundary atau tidak tetap tidak perlu diganti juga tidak masalah.

    Pelayanan memang hal yang sangat penting, Masih segar dalam ingatan saya sebuah kebiasaan pegawai
    “Pegawai Negeri masuk jam 8 mulai kerja jam 8:15 dan bersiap pulang pukul 3:45”
    “Pegawai Swasta masuk jam 8 mulai bekerja jam 7:45 dan meninggalkan kantor jam 4:15”
    Semoga pelayanan pemerintah terhadap masyarakat lebih ditingkatkan dimasa yang akan datang. thanks
    .
    .
    @yullism: makasih masih mau singgah di pedalaman, Eh, mBak, bu, eh bingung aku. “londo amerika” memang bagus kenerjanya. kita pantas mencontoh kali ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s