LASKAR GURU

alat21 Beginilah perlengkapan persiapan mengajar seorang guru yang diberi gelar oleh siswanya sebagai bagian dari LASKAR GURU, kerana selalu mengobarkan semangat pantang menyerah menghadapi keterbatasan sarana prasarana yang tersedia. Laskar guru memang diilhami dari sebuah novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata dengan seting sosio kultur masyarakat Melayu Belitung pada masa tahun 80an.

Impiannya untuk memiliki sebuah ruang multimedia yang belum juga terwujud hingga sekarang dijawabnya sendiri. Bermodal sebuah laptop butut, speaker aktif + microphone, generator listrik, (semuanya milik pribadi) dan infocus (milik sekolah) dia mengajar siswanya sambil berandai-andai berada di sebuah ruang multimedia. Listrik di daerah ini sangat sering padam bahkan hampir setiap hari selalu saja ada pemadaman yang jangka waktunya tak terbatas, oleh sebab itu dia hampir selalu membawa genset ketika pergi mengajar. Laptop milik sekolah pun juga ada, tapi dia berpikir kenapa harus menunggu ‘dipinjami”, toh milik sendiri sudah ada walaupun butut.

Pada suatu hari ketika mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia pada topik resensi novel, guru ini memutar rekaman wawancara Andy F Noya dengan pengarang novel Laskar Pelangi dari acara Kick Andy. VCD tersebut diperolehnya secara gratis dari membeli novel Laskar Pelangi edisi Hard Cover. Awalnya hanya ada satu-dua siswa yang terlihat sesekali mengusap airmata, namun ketika sang guru menutup kegiatan dengan menyampaikan kalimat-kalimat motivasi hampir separoh lebih siswanya berlinang airmata.

Kalimat-kalimat penutup tersebut adalah sebagai berikut.

“Saya tidak mengharuskan kalian terinspirasi, termotivasi oleh tayangan ini”.

“Ada yang terinspirasi untuk tidak kebut-kebutan setelah menjenguk temannya masuk rumah sakit karena kecelakaan”.

“Ada yang termotivasi untuk belajar lebih giat setelah melihat pengumuman kelulusan, yang ternyata banyak sekali yang tidak lulus”.

“Ada yang tergerak hatinya untuk lebih peduli lingkungan setelah melihat tayangan-tayangan musibah bencana alam yang disebabkan oleh perusakan alam dan lingkungan”.

Mengutip kalimat motivasi dari Mario Teguh di acara Golden Ways yang ditayangkan di salah satu stasiun TV, “ Diantara semut-semut yang kecil pasti ada semut yang hebat, sebaliknya diantara gajah-gajah yang gagah perkasa pasti ada gajah yang brengsek”.

Menjadi profesi apapun kalian jadilah yang hebat, dengan banyak bersyukur dan berbuat.

Marilah kita tutup kegiatan belajar kita hari ini dengan menundukkan kepala seraya bersyukur lalu berdoa. Kalau beberapa bulan terakhir ini kalian mengeluh bahwa listrik kita sering padam, seharusnya kalian tetap bersyukur ternyata kita sudah ada listrik. Lihatlah daerah-daerah lain yang belum terpasang aliran listrik. Jika kemarin mengeluh karena handphone Anda ketinggalan model, marilah hari ini bersyukur bahwa Anda telah memiliki alat komunikasi. Marilah lebih banyak untuk bersyukur dan sedikit mengeluh. Bertanyalah seberapa banyak yang telah kalian berikan kepada orangtua kalian. Baiklah berdoa menurut agamanya masing-masing ………….. mulai.

Selesai.

Selamat siang.

Namun ketika dilihatnya ada seorang anak masih juga belum beranjak dari tempat duduknya, dia bertanya kepada murid tersebut, “ Kenapa ? Apakah kamu sakit?”.

“Tidak Pak”, sambil kelihatan mengusap bagian pepuluk matanya yang sedikit berlinang. “Saya ingin menjadi penulis Pak, bersediakah Bapak menjadi LASKAR GURU yang membimbing saya menjadi penulis?”

9 thoughts on “LASKAR GURU

  1. PAK GURU MEMANG PAHLAWAN TANPA TANDA JASA….

    Pak Budi, saya sekarang sudah menjadi abdi negara berkat orang tua saya…ayah saya juga seorang guru disalah satu sekolah diBuntok, Kalteng…dulu seingat saya waktu saya duduk dibangku Taman Kanak-Kanak Als TK, ayah saya masih berangkat mengajar dengan berjalan kaki…kemudian waktu saya duduk dibangku SD bapak bisa membeli 1(satu) buah sepeda pancal meskipun yahhhh…setengah pake, (alhamdulillah tetap kita syukuri)…kadang-kadang kalau ingat saat itu, saya kasian dengan ayah saya yang setiap pagi2 sekali berangkat kesekolah untuk mengajar, kemudian pada jam1 biasanya ayah baru pulang dan tidak istirahat jam1.30 siang bapak sudah berangkat lagi ngajar di sekolah swasta (PGRI) atau mungkin ke SMU Muhammadiyah, jam5 sore baru pulang….hampir tiap kali seperti itulah aktivitas ayah saya….saya sangat-sangat salut dengan artikel PAK Budi yang memuat tentang PAHLAWAN ANPA TANDA JASA…

    trima kasih GURU….

    Salam, by Yotry

  2. hhhhhhhhhhhhhhhhh…………….saya dukung pak… kita memulai dari lingkungan yang kecil di sekitar kita…. take action….with small action. LANJUT>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
    .
    .
    @didik:makasih dukungannya….sering2 ya bertandang

  3. saya suka kalimat2 terakhir sang guru. jadi inget harus bersyukur saya tinggal di indonesia yang relatif aman sentosa dibandingkan anak2 dan wanita2 di palestina sana
    .
    .
    @wyd:alhamdulillah

  4. Pak Budi,
    Apa kabar, Pak ?
    Terharu membaca tulisan ini.
    Saya yakin dg keterbatasan, anak-anak akan menjadi generasi yg tidak akan mudah menyerah.
    Sukses selalu !
    .
    .
    @murni:kabar baik bu… makasih

  5. bravo pa budi, inilah dia – guru yang selalu berjuang di tengah ketiadaan sarana dan tidak kalah karena kekurangan namun selalu berusaha berubah walau sulit berkelit dengan keadaan …

    kami salut dan kagum dengan perjuangan dan pendekatan bapak, memang luar biasa motivasi dari Laskar Pelangi . .. setelah sebelumnya ada Laskar cinta dan sekarang ada Laskar Guru …

    selamat hari Guru ke-63 dan jadikan titik balik kemajuan pendidikan di Barito Timur …
    saya yakin, Tuhan akan memberikan imbalan yang setimpal atas perjuangan Bapak Budi dan kawan-kawan di sana …
    Jangan ragu untuk terus maju, kami menantikan kabar dan berita perjuangan dari Ampah …
    .
    .
    @rudy:makaci….

  6. sungguh luar biasa, pak budi. pendekatan yang digunakan sungguh menarik di tengah keterbatasan sarana dan prasarana. sangat masuk akal kalau hymne guru “pahlawan tanpa tanda jasa” diubah menjadi “pahlawan penyemi benih cendekia”. selamat hari guru, pak. sukses selalu buat pak budi.
    .
    .
    @sawali:terimakasih… pujian bapak semoga tidak menjadikan riya’, takabur lalu lupa diri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s