EDUCATION HAVE AS BODY LAW, HEAD …

sphinxSphinx Agung Giza adalah sebuah patung sphinx besar berbentuk separuh manusia, dan separuh singa yang terdapat di Mesir, di Dataran Giza, tepi barat Sungai Nil, dekat Kairo sekarang. Ini adalah satu dari beberapa patung terbesar di dunia yang terbuat dari satu batu utuh, dan dipercaya telah dibangun oleh Mesir Kuno pada milenium ketiga SM.

Nama yang digunakan bagi masyarakat Mesir Kuno untuk menyebut patung ini sama sekali tidak diketahui. Nama “sphinx” yang biasa digunakan diambil dari nama makhluk mitologi Yunani dengan tubuh seekor singa, kepala seorang wanita, dan sayap seekor elang, walaupun patung sphinx Mesir memiliki kepala laki-laki. Kata “sphinx” berasal dari bahasa Yunani (Σφιγξ — Sphinx, dari kata kerja σφιγγω — sphingo) yang berarti mencekik, karena sphinx dari mitologi Yunani mencekik orang yang tidak dapat menjawab pertanyaan teka-tekinya. Bagi beberapa orang, dipercayai bahwa nama ini merupakan perubahan kata dari bahasa Mesir kuno Shesep-ankh, sebuah nama yang diberikan kepada patung bangsawan pada Dinasti Keempat. Pada tulisan-tulisan abad pertengahan, nama balhib dan bilhaw yang menunjuk pada Sphinx dipergunakan, termasuk oleh sejarawan Mesir Maqrizi, yang menyarankan penyusunan bahasa Koptik, tapi istilah Arab-Mesir Abul-Hôl, yang diartikan sebagai “Bapak Teror,” lebih banyak digunakan. (wikipedia 1 mei 2009).

Ki-Sastro yang mengampu Ki-Mia, ki-ranya harus bersedia juga menerima tawaran untuk juga mengampu Bahasa Indonesia dan Komputer. Pasalnya, dia harus menggunakan bahasa Indonesia ketika mengajar dan menggunakan komputer untuk memperjelas kepemahaman siswa tentang kimia. Menjelang HARDIKNAS 2 Mei 2009, dia memikirkan kepala apa yang cocok untuk pendidikan?

EDUCATION HAVE AS BODY LAW, HEAD …., (Pendidikan berbadan hukum, berkepala… red). Rupanya pendidikan yang selama ini dianggap tidak berhasil karena pendidikan itu belum mempunyai kepala. Padahal, kalau berbicara kemajuan tentu (isi) kepala yang harus didahulukan. Berbicara moral tentu isi hati. berbicara perut tentu isi badan. berarti selama ini yang kita pikirkan baru sebatas perut?

Pendidikan berbadan hukum, berkepala…. Kalau berbadan singa, berkepala manusia mah sudah ada yang punya ide. Mesir! Kalau diIndonesia apa kira-kira yang cocok untuk dipersembahkan di HARDIKNAS ini?. Badan sudah ada, untuk kali ini kita pikirkan kepalanya saja dulu. tahun depan baru mikir ekornya.

Kepala Naga, wah kalau ini sudahmenjadi trade merk-nya Caina.

Kepala Udang, nah ini khas Indonesia. tapi kok kepala udang itu isinya AB (big water).

Kepala Ular, kelihatannya ini agak sangar, cocok dengan karakter politikus. karena ular suka makan tikus. Waduh tapi nanti kalau ada ular berkepala dua gimana…

susah deh, padahal beberapa menit lagi sudah tanggal 2 Mei 2009. Kalau gitu disayembarakan saja lah. Bagi pemenang perempuan ….jika pemenang laki-laki…..

menyoal uu no 9 tahun 2009 tentang badan hukum pendidikan…. pendidikan kok berbadan hukum, lha kepalanya apa?

bacaan lainnya

13 thoughts on “EDUCATION HAVE AS BODY LAW, HEAD …

  1. apapun kepalanya….. yang penting perjuangkan pendididikan bermutu dan “terjangkau” bagi seluruh warga negara Indonesia !!! . Sesuai amanat UUD 1945 (pasal berapa ya…..he.he.saya lupa).
    .
    .
    @gusfudz: hehe saya juga lupa…

  2. Yang repot jika ternyata hanya berbadan (hukum)…, tapi tidak berkepala, tidak beranggota badan apalagi berekor…

    Sejenis virus amuba…
    Atau sejenis mutan hasil eksperimen biogenetik yang salah…
    Jangan-jangan anomali…

    Jadi inget film horor…
    Hiiiiii…, udah aaaahhhh…..

    Tabik…🙂
    .
    .
    @Itempoeti:wah ini di jawabnya…pendidikan kita ndak maju-maju, ternyata gak punya kaki

  3. Ekspektasinya jika pendidikan mau maju kayaknya gak musti berbadan hukum ya…😀

    kayaknya lebih bagus menata dan mengimplementasikan visi misi pendidikan sekarang ini aja dulu deh…
    .
    .
    @ceznez: saya sependapat, makasih

  4. jadi merasa gimana aku ini mending kaburrrrrrrrrrrrrrrrrr
    .
    .
    @awie: lho mas awie, ni sandale ketinggalan……….SPD=sandal pedhot dewe

  5. Kayaknya (agak) setuju Pak Sawali … Lucunya orang-orang pendidikan itu ngak begigir alias ompong … mau-maunya diurus orang lain. Mendiknas saja misalnya, dari 30-an lebih … ngak ada yang dari akar akademik pendidikan … coba kalau Depkes dipimpin oleh ahli pendidikan, bisa geger dunia he he …

  6. visi pendidikan di negeri kita agaknya makin ndak jelas, mas budi, karena diurus oleh orang2 yang ndak visioner. badan hukum pendidikan hanya akan menyingkirkan anak2 cerdas dari golongan tak mampu utk bisa mengakses pendidikan. makin berabe, kan?
    .
    .
    @sawali:iya..ya…gimana kalau usul mendiknas mendatang syaratnya harus pernah jadi guru di luar jawa

  7. Badan hukum itu apa ya??
    Apakah badan hukum itu wajib karena mengolah manajemen?? Dan pasti ada hubungannya dengan duit…
    Berarti apa pun kepalanya, pasti matanya warna hijau..(mata duitan).

  8. kepala garuda aja Mr. Budi.
    Kan kita punya garuda pancasila.
    Kendaraan Dewa Wisnu juga garuda.
    Klo mau mencapai cita-cita setinggi langit harus terbang dan terfokus, dan mata garuda paling pas buat terfokus akan cita-cita.
    Ckckckck…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s