KURSI MALAS tanpa menunggu penghitungan kursi

kursimalas2Hiruk-pikuk, hingar-bingar, riuh- rendah, gegap – gempita telah menyebabkan kacau-balau, porak – poranda, carut – marut, luluh – lantak tatanan yang adem ayem, guyup – rukun, gemah – ripah, tata – tentrem. Tak peduli tua- muda, kaya – miskin, muda – mudi, laki – bini, abang-none, cak – ning, atak diang, mas-mbak…. Halah opo wae
mau tahu bacaan tentang kata ulang disini atau di tempat pak sunarno atau di endonesa

Berebut kursi?penghitungan kursi? kursi dpr? (kursi dapur)

Ni kubuatkan kursi malas. Karena di daerahku banyak sekali kayu, serta murah pula. Membikin sendiri memang ada nilai kepuasan yang tidak dapat disamaratakan dengan nilai uang.

Sebagaimana namanya, kursi ini memang untuk orang malas atau lagi bermalas-malasan cocok untuk berdua-duaan, asal tidak cubit-cubitan, apa lagi tendang-tendangan. Dipasang di teras rumah untuk duduk santai di sore hari sambil melihat tanam-tanaman yang sedang berbunga, wah uenak tenan. Apalagi disebelahnya ada aquarium yang mengeluarkan bunyi gemericik air.
Dengan melihat pamandangan ke arah jalan melihan anak-anak sedang main-mainan, tentu sebuah hiburan tersendiri. Tak tahulah apa yang sedang dimainkan, dokter-dokteran, jual-jualan atau mobil-mobilan. Yang jelas mereka kelihatan bersenda gurau, riang gembira.

Kembali ke kursi malas, alat bahan yang dipersiapkan adalah
kayu ukuran 10 x 2 x 400 cm (atau sesuai selera) 2 keping
kayu bulat diameter 3-5 cm panjang 60 cm = 8 buah, kayu bulat kecil (sebesar gagang sapu 2 buah masing-masing 50 cm
paku papan secukupnya
kain yang kuat untuk duduk 1,5 meter

ampelas, cat, gergaji, palu, bor kayu, mur-baut ukurang 12 panjang sekitar 5 cm( tergantung tebal kayu) dan sesajen lain

kursi1

gbr. 1 kursi malas tampak samping

gambar yang dibesarkan adalah bentuk/susunan pemasangan kain yang di “slobok-kan/didlêsêpkan” di sela kayu bulat

kursi2gbr.2 tampak atas

tanda panah adalah tempat pemasangan baut ukuran 12 (sebanyak 4 pasang). lebar kotak kayu warna merah menyesuaikan ukuran

kursi3gbr.3 potongan kain

potongan kain dan posisi tempat kayu kecil untuk “didlêsêpkan”

selanjutnya kalau sudah selesai dapat dicat sesuai selera, atau dapat disesuaikan dengan partai pilihannya. seperti saya suka presiden SBY ya tak kasih warna biru. selamat mencoba bermalasan-malasan

DSC01510DSC01514

12 thoughts on “KURSI MALAS tanpa menunggu penghitungan kursi

  1. wah ide genius nih……yah lumayan dengan biaya sedikit dapat kursi ini……dari pada modal untuk “kursi dewan”….lebih baik untuk bikin kursi ini bisa jadi berapa yah…..

  2. Tapi kalo lihat di tivi itu, kayaknya lebih nyaman kursi dewan! Buktinya ada anggota yg tidur pulas di ruang sidang. Setelah selesai sidang bangun & pulang dapat sangu.

  3. Wah, yg kreatif gini ga bikin stres. Kawannya kawanku stres gara-gara rebutan “kursi”. Klo ga bisa bikin sendiri, mbok ya pesen Pak Budi. Boleh tho?

  4. wah kalau dari anngota dewan ada yang pesen gimana itu pak, untuk bermalas-malas ria
    .
    @masnur: wah kalau dapat pesenan kaya gini bisa dimarah orang saya..hehehehe

  5. Praktis dan mudah kelihatannya ya pak. Tapi bila malas ngerjakannya dijamin gak jadi kursi malas. Jadinya kursi mules….
    .
    .
    @Zulmasri: he…ada juga ya kursi mules

  6. wuih… pinter banget buatnya si bapak ini.. hmmm.. mau donk dibuatin… berapa budgetnya pak?
    .
    .
    @ceznez: wah nanti budgetnya nunggu pelantikan DPR, komisi C, yang ngurusi komisi-komisi tanpa melihat orang berkomis apa tidak

  7. Mmmm… ide yg bagus… *lgsung mikir pengen nangkep kayu ilegal trus dibuat kursi lumuh ( baca : males ).. wkeke…
    .
    .
    @zarod: ya..daripada berebut kursi, mending bikin sendiri

  8. Wah, kok ya gak kepikiran guru bisa buat kursi sendiri… kursi malas lagi… wkwkwk… Ini simbol bahwa guru itu pekerjaan yg super berat, shg perlu beristirahat dg nyaman ya bro? Cuma biasanya malah yg sudah hidup nyaman lebih banyak yg duduk di kursi ini… hehe.

    Salam hangat, bro😀
    .
    .
    @hejis: ya..karena guru gak punya jatah kursi, makanya harus bisa bikin kursi sendiri

  9. Ra maido..,urusan kayu orang sidolaju memang pinter-pinter.
    Tp kalo mau bermalas-malasan,apalagi menylobok-kan atau mendlesep-ndlesep mending ke kebun teh jamus Om..yo..
    .
    .
    @Sangbayang: aku ini guru lho mas, ya gak mungkin lah pinter maen kayu. kaya sepakbola aja…. sampean inget mblandhong…..

  10. Wah..lha saya orangnya pemalasssss… dibikinin kursi malas apa ndak toambah malas mas…hehehe…

    nice idea…. terima kasih dah mampir dan met kenal.
    .
    .
    @xitalho:sesekali ya..nyantai gitu….kulingdon. wuih senengnya dapat kenalan orang top..makasih

  11. Siap Besok saya buat persis seperti ini. Kursi ini sekaligus mengingatkan saya untuk flash back ke tahun 1993 pada saat saya mengikuti kegiatan teater film Kursi seperti ini nihjadi tempat duduknya sang sutradara (alm Darsa Warsana Putra. Pemeran sambudi dalam serial sinetron Kedasih TPI)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s