PEMILIHAN GURU BERPRESTASI, KALTENG 2009

DSCF0017

Pemilihan guru berprestasi tingkat Provinsi Kalimantan Tengah dilaksanakan dari tanggal 21 s/d 25 Juli 2009 bertempat LPMP Kalimantan Tengah. Peserta yang mengikuti seleksi ini berjumlah 30 orang guru dari 12 kabupaten. Kabupaten Kapuas dan Kodya Palangka Raya tidak mengirimkan peserta.

Materi yang diujikan meliputi hasil bimbingan siswa, Hasil inovasi pembelajaran dan 4 jenis kompetensi yang harus dimiliki guru (PP No. 19 Tahun 2005)

Menurut PP No. 19 tahun 2005 : Pendidik adalah agen pembelajaran yang harus memiliki empat jenis kompetensi, yakni kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional,dan sosial.

A. Kompetensi Pedagogik
• Memahami peserta didik.
Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: memamahami peserta didik dengan memanfaatkan prinsip-prinsip perkembangan kognitif; memahami peserta didik dengan memanfaatkan prinsip-prinsip kepribadian; dan mengidentifikasi bekalajar awal peserta didik.
• Merancang pembelajaran, termasuk memahami landasan pendidikan untuk kepentingan pembelajaran. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: menerapkan teori belajar dan pembelajaran; menentukan strategi pembelajaran berdasarkan karakteristik peserta didik, kompetensi yang ingin dicapai, dan materi ajar; serta menyusun rancangan pembelajaran berdasarkan strategi yang dipilih.
• Melaksanakan pembelajaran.
Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: menata latar (setting) pembelajaran; dan melaksanakan pembelajaran yang kondusif.
• Merancang dan melaksanakan evaluasi pembelajaran.
Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: melaksanakan evaluasi (assessment) proses dan hasil belajar secara berkesinambungan dengan berbagai metode; menganalisis hasil penilaian proses dan hasil belajar untuk menentukan tingkat ketuntasan belajar (mastery level); dan memanfaatkan hasil penilaian pembelajaran untuk perbaikan kualitas program pembelajaran secara umum.
• Mengembangkan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.
Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: memfasilitasi peserta didik untuk pengembangan berbagai potensi akademik; dan memfasilitasi peserta didik untuk mengembangkan berbagai potensi nonakademik.
B. Kompetensi Kepribadian
• Memiliki kepribadian yang mantap dan stabil. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: bertindak sesuai dengan norma hukum; bertindak sesuai dengan norma sosial; bangga sebagai pendidik; dan memiliki konsistensi dalam bertindak sesuai dengan norma.
• Memiliki kepribadian yang dewasa.
Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: menampilkan kemandirian dalam bertindak sebagai pendidik dan memiliki etos kerja sebagai pendidik.
• Memiliki kepribadian yang arif.
Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: menampilkan tindakan yang didasarkan pada kemanfaatan peserta didik, sekolah, dan masyarakat dan menunjukkan keterbukaan dalam berpikir dan bertindak.
• Memiliki kepribadian yang berwibawa.
Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: memiliki perilaku yang berpengaruh positif terhadap peserta didik dan memiliki perilaku yang disegani.
• Memiliki akhlak mulia dan dapat menjadi teladan. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: bertindak sesuai dengan norma religius (imtaq, jujur, ikhlas,suka menolong), dan memiliki perilaku yang diteladani peserta didik.
C. Kompetensi Profesional
• Menguasai substansi keilmuan yang terkait dengan bidang studi. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: memahami materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah; memahami struktur, konsep dan metode keilmuan yang menaungi atau koheren dengan materi ajar; memahami hubungan konsep antarmata pelajaran terkait; dan menerapkan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari.
• Menguasai langkah-langkah penelitian dan kajian kritis untuk menambah wawasan dan memperdalam pengetahuan/materi bidang studi.
D. Kompetensi Sosial
• Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: berkomunikasi secara efektif dengan peserta didik.
• Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan sesama pendidik dan tenaga kependidikan.
• Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan orang tua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar.

Dari 6 ruang ujian yang kami ikuti, saya terkesan pada ruang kepribadian. Berikut ini sebagian dialog yang menurut saya lucu tapi menarik:

(+) sudah berapa tahun bapak mengajar?

(-) baru 18 tahun pak

(+)lho 18 tahun kok baru (heran…..)

(-) saya menganggap baru karena perjalanan saya sebagai guru masih panjang (cengengesan….)

(+) oooo..bagus-bagus, berarti Anda bangga menjadi guru?

(-) ya, saya sangat bangga menjadi guru

……………….

(0) setelah 2 hari mengikuti kegiatan seleksi, apa kesan bapak?

(-) awalnya saya pesimis, bahkan berprasangka buruk terhadap proses seleksi. namun hari ini saya optimis

(0) bisa dijelaskan?

(-) sebelum berangkat, saya mendapat informasi bahwa siapa pemenang yang akan mewakili Kalimantan untuk lomba di tingkat nasional. percuma saja saya mempersiapkan segalanya, makanya persiapan yang saya lakukanpun seadanya. Tapi setelah melewati beberapa tahapan seleksi, saya menjadi optimis bahwa sayapun berpeluang menjadi pemenang. Hal ini saya simpulkan berdasarkan komposisi tim penguji yang merupakan juri gabungan dari UNPAR, LPMP, DIKNAS, DEPAG, PSIKOLOG

(0)..(terkejut..) wah ini informasi yang baru saya dengar dari peserta. terima kasih pak ini masukan yang sangat bagus bagi kami semua tim juri. kami akan bertindak secara profesional.

bla-bla-bla…. menunggu hasil sidang dewan juri

8 thoughts on “PEMILIHAN GURU BERPRESTASI, KALTENG 2009

  1. bagaimana kalau guru berprestasi itu ditugaskan aja d daerah terpencil u/membntu penddkn yg masih sangat jauh tertnggal….kasian guru2 d sana pada borong ngajar….1 sklh bisa 1 guru….imana???????????ayo …………..buktikan profesionalmu……jgan hanya teori toooooo………

  2. Apa kabar pak budi? wah lama nian kita tak bersua… setelah bersua eh ternyata di kandang kuda(?)..hehehehe! Sekedar menyapa saja nih pak.. baru akan nulis lagi nih..mumpung banyak waktu luang di perantauan..

  3. Kini saya tahu kenapa sampean tidak kepilih atau masuk 3 besar, padahal menurut saya sampean itu guru paling berprestasi. Itu karena sampean banyak cengengesannya. Kan itu gak baik untuk wibawa seorang guru. Mulai sekarang sampean harus stop cengengesan..hehehehe.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s