BARTIM CANANGKAN PENGGUNAAN PRODUK PANGAN LOKAL

BartimDengan otonomi daerah semua komponen dan potensi lokal dapat diberdayakan, termasuk produk pangan. Selama ini dalam setiap acara atau pertemuan-pertemuan resmi seperti rapat, pelatihan atau penataran selalu disertai acara makan-makan. Makanan yang disajikan selalu dikemas ala modern. Mulai tata cara penyajian, hiasan yang menyertai, peralatan yang digunakan hingga makanan yang disajikan. Hal ini tidak sejalan dengan imbuan Bupati Barito Timur, yang mengimbau agar setiap acara pertemuan resmi lebih mengutamakan produk lokal.

Berdasarkan Edaran Bupati Barito Timur nomor 521/1056/Ek.511/VII/2009 tanggal Juli 2009 yang teruskan dengan imbauan Camat Dusun Tengah Nomor 521/304/Ek tentang Penggunaan Produk Pangan dalam Pertemuan, Rapat dan Pelatihan, seharusnya seluruh komponen masyarakat menyikapinya dan mengaplikasikannya. Instansi-instansi pemerintah di wilayah Kabupaten Barito Timur harus memberi contoh dalam melaksanakan imbauan ini terutama dunia pendidikan.

Adapun isi imbuannya tersebut ada dua poin yaitu :

1. Dalam rangka mendorong upaya percepatan diversifkasi konsumsi berkelanjutan didukung pasar domestik yang semakin berkembang, perlu diimbau kepada seluruh instansi di Kabupaten Barito Timur dan seluruh komponen masyarakat seperti : PKK, Dharma Wanita dan kemolpok lainnya untuk memanfaatkan produk pangan lokal termasuk buah-buahan dan sayuran serta penataan rangakain bunga (tidak bunga plastik) dalam penyajian makanan berbahan lokal dan rangkaian bunga pada acara Rapat, Pertemuan dan Pelatihan.

2. Melalui upaya percepatan penganekaragaman komsumsi pangan lokal tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas kesehatan dan produktivitas Sumber Daya Manusia Indnesia Kabupaten Barito Timur berbasis kemandirian pangan serta memperkokoh perekonomian global yang semakin kompetitif .

Marilah kita lihat hubungan dan peran serta pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam hal muatan kurikulum. Di setiap sekolah mulai SD, SMP, SMA telah mengembangkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan(KTSP). Di dalam KTSP tersebut terdapat muatan lokal yang dikembangkan oleh sekolah masing-masing. Tiap sekolah memiliki kemampuan yang berbeda dalam pelaksanaan muatan lokal ini. Namun sebagian besar cenderung asal jadi, asal jalan. Tidak jelas landasan dan tujuan dari muatan lokal yang dilaksanakannya.

Salah satu alasan bagi sekolah dalam melaksanakan muatan lokal dengan seadanya adalah dikarenakan belum adanya peran serta pemerintah daerah. Hal demikian ini bisa dimaklumi, karena sekolah tidak memiliki anggaran yang cukup untuk melaksanakan muatan lokal yang sejalan dengan visi misi daerah dan kebijakan daerah. Barangkali pemerintah daerah juga belum tahu bahwa pmerintah pusat telah memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk berperean aktif di dunia pendidikan, khususnya melalui muatan lokal.

Berbeda halnya jika dalam penyusunan silabus muatan lokal, pemerintah daerah bersedia -menjembatani kesulitan yang dialami sekolah-sekolah. Bukan hanya itu, bahkan melalui muatan lokal yang dikembangkan oleh setiap sekolah bisa dijadikan sarana bagi pemerintah daerah untuk mewujudkan visi misinya. Sehingga keunggulan daerah, potensi daerah, sumberdaya daerah dapat dikembangkan melalui muatan lokal.

Kinilah saatnya pemerintah daerah mengajak duduk bersama dengan dunia pendidikan mulai dari SD hingga SMA. Kesulitan yang dialami sekolah dapat diatasi. Program Pemerintah Daerah dapat terlaksana dengan optimal. Dana yang dikeluarkan untuk dunia pendidikan tepat sasaran. Peserta didik menjadi bangga dengan daerahnya. Kebanggaan akan daerahnya akan menjadi awal rasa nasionalisme, karena potensi daerah adalah potensi nasional.

Bagimana pelaksanaan muatan lokal di kabupaten Anda….?

DOWNLOAD MANUAL MSPD KOMPONEN KUALIFIKASI

10 thoughts on “BARTIM CANANGKAN PENGGUNAAN PRODUK PANGAN LOKAL

  1. waduh padahal bisa jadi potensi bagus untuk daerah sendiri, biar rakyat na ngerti akan local na sendiri…
    .
    .
    @trinil: sepertinya sedikit daerah yang sadar akan pentingnya pendidikan untuk memajukan daerahnya

  2. Memang orang lokal masih kurang merespon kekayaannya sendiri, sehingga kalau ada pihak luar yang pintar melihat peluang baru mereka kelabakan.
    Kalau kita yang punya gagasan, ide, opini selalu ditanggapi dingin.Tapi yang penting kita tetap harus bisa mewujudkan GUMI JARI JANANG KALALAWA sebagai pijakan kaki kita.

  3. laiyo, sakjane wes digawe sing sak apik-apike
    termasuk sudah ada muatan lokal, tapi neng ngawi kok gak ono pelajaran bertani
    padahal ngawi sebagai penghasil pertanian terbaik (dulunya)
    .
    .
    @Jauhdimata: Yaitulah.. pendidikan kita..pemda dengan dunia pendidikan sepertinya jalan sendiri-sendiri

  4. (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    Dengan adanya KTSP memang sekolah mulai memberikan pelajaran muatan lokal tetapi terkadang pelaksanaannya masih setengah-setengah dan asal-asalan. Yang dipentingkan tetap mata pelajaran yang masuk UN.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s