BECIK KETITIK OLO DIBECIKNO WAE

BECIK KETITIK, ÅLÅ DIBEBCIKNÅ WAE, Siapa yang berbuat baik pasti ada balasannya siapa yang berbuat jahat ayo kita bawa ke jalan yang benar. Lha Kalau tidak mau? ….”Ya kita coba lagi…”, begitu kata Pak Sastro, seperti ungkapannya pada PUISI TITRASI. Terus, terus dan terus sampai menemukan suatu titik ekivalen, sebuah keadaan yang tidak membedakan bahwa kamu Asam dan aku Basa.

Padahal ketika itu ada temannya mengusulkan dengan menggunakan sebuah peribahasa, BIARKAN ANJING MENGGONGGONG, KAFILAH TETAP BERLALU. Tetapi Pak Sastro tidak mau menggunakan peribahasa itu. Mengapa..? “Saya tidak mau menggunakan peribahasa itu, karena siapa Kafilahnya dan siapa anjingnya?” Jawabnya. “Lha kalau saya Kafilahnya berarti dia anjing? Mana mungkin anjing bisa jadi PNS?”, katanya lebih lanjut.

Tadi siang Pak Sastro mampir ke Kantor Pos untuk menanyakan kalau-kalau ada surat untuknya. Harapannya terpenuhi, karena pegawai Pos langsung memberikan surat yang dia maksud. Surat dari ITSF yang isinya Undangan, tanda Pengenal, Jadwal Kegiatan dan Formulir isian biodata. Dia tampak puas dan bangga. “Ini yang saya maksud, tanda pengenal untuk mengikuti kegiatan”, gumamnya pada isterinya yang saat itu ikut menyertai ke Kantor Pos.

Memang beberapa saat yang lalu Pak Sastro mengirim email ke panitia ITSF, yang intinya meminta dikirimi kembali karena surat yang dikirim untuknya telah terbuka dan isinya tidak lengkap lagi. Bahkan pada undangan ada tulisan catatan (seperti pada Don’t be Sad). Pihak ITSF menyatakan keheranannya dan bersedia mengirim kembali. Terjawab sudah kegundahan Pak Sastro. Tidak perlu membesar-besarkan kesalahan

BECIK KETITIK YEN OLO AYO DI BECIKNO

34 thoughts on “BECIK KETITIK OLO DIBECIKNO WAE

  1. This is my first time i visit here. I found a lot of entertaining stuff inside your blog, particularly its discussion. From your a great deal of comments on your articles, I guess I’m not the only one having all the enjoyment here! Maintain in the good work.

  2. […] Pak Sastro yang kini tinggal di Kalimantan Tengah lahir dengan candra Salira Rasa Hanggatra Negara menggagas sebuah candra yang pas sesuai keadaan zaman di tahun ini. Tahun 2010 ini ditandai banyaknya para pejabat yang tidak mengemban amanat. Di sana-sini terdengar berita tentang penyalahgunaan jabatannya. […]

  3. Kalau dalam surat yang dikirim ITSF untuk Pak Budi ada ceknya, kira-kira masih tetap ada atau ikkut menguap ya ???. Atau mungkin ada catatannya,”jangan lupa potongannya!!”… BTW, Congrat… ya pak Budi !!!

  4. sugeng tindak ke jakarta, pak sastro, mugi tansah pinaringan rahayu, wilujeng, widodo, nir hing sambikala. rahayua ingkang sami pinganggih, sampun ngantos kesupen oleh2ipun, pak. dalem tansah nengga, hehe …

  5. Wkekeke masak ada anj*** yang jadi PNS ? ah yang bener pak… babujur, jadi penasaran yang mana se anj***-nya ? ( tukang kompor lagi beraksi… Hehehehehe )

  6. berbesar hati Pak Budi,
    ini merupakan rencana-Nya yang indah bagi Pak Budi walaupun terlihat sangat berat dan mengecewakan,
    Anda tengah dibentuk menjadi Orang Hebat Pak !
    Selamat !

  7. (maaf) izin mengamankan KETIGA dulu. Boleh kan?!
    Tetapi seringnya kita adalah selalu mencari-cari kesalahan orang lain untuk kemudian dibesar-besarkan. Syukur-syukur kalau bisa untuk menutupi kesalahan kita.

  8. Pertamaxxx sik….
    Saya jadi inget sebuah tulisan dari Ndoro Seten Van Magelang…. BECIK KESIRIK ALA KETAMPA. tumerap untuk tatanan yang ada saat ini. Hehehe….🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s