Barito Timur Mengejar Ketertinggalan

Propinsi Kalimantan Tengah secara geografis terletak di daerah khatulistiwa, yaitu 0°45 LU, 3°30 LS, 111 ° BT dan 116° BT.
Luas wilayah 157.983 Km2 mencakup 13 kabupaten dan 1 kota dengan 85 kecamatan terdiri dari 1.340 desa dan 101 keluarahan. Jumlah Kecamatan akan meingkat seiring dengan pemekaran Kabupaten tersebut.

Semula, daerah Kalimantan Tengah terdiri dari tiga Kabupaten Otonom berasal dari eks Daerah Dayak Besar dan Swapraja Kotawaringin yang termasuk dalam wilayah Keresidenan Kalimantan Selatan. Ketiga Kabupaten otonom itu adalah Kabupaten Barito, Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Kotawaringin.

Ketiga daerah kabupaten otonom ini merupakan daerah daerah bawahan yang dibentuk berdasarkan hak-hak darurat yang dilakukan oleh Gubernur Kalimantan waktu itu, dengan Surat Keputusan nomor 186/OPB/92/14 tanggal 14 Agustus 1950 tentang pembentukan daerah otonom tingkat Kabupaten dan Kota.

Surat keputusan ini kemudian dikukuhkan dengan undang-undang Darurat Nonaor 3 Tahun 1953. Undang-undang Darurat Nomor 3 Tahun 1953 kemudian dijadikan Undang-undang Nomor 27 Tahun 1959 Lembaran Negara Tahun 1959 Nomor 72 dan mulai berlaku serta disyahkan pada 26 Juni 1959.

Pemekaran daerah otonom Kabupaten dan Kota terjadi dalam masa propinsi Kalimantan Tengah menjadi daerah otonom. Kabupaten Barito dimekarkan menjadi Kabupaten Barito Utara dan Barito Selatan, sedangkan Kabupaten Kotawaringin dimekarkan menjadi Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kotawaringin Timur. Sementara itu, daerah otonom kota diberikan kepada Palangka Raya sebagai ibukota Propinsi Kalimantan Tengah.

Propinsi Otonom Kalimantan Tengah dibentuk berdasarkan Undang-undang Darurat Nomor 10 Tahun 1957, Lembaran Negara Nomor 53 Tahun 1957 Tambahan Lembaran Negara Nomor 1284 yang berlaku mulai tanggal 23 Mei 1957. Undang undang ini kemudian disahkan dengan Undang-undang Nomor 21 Tahun 1958 Lembaran Negara Nomor 62 sekaligus pula menetapkan ibukota Propinsi Kalimantan Tengah bernama Palangka Raya. Peresmian pemancangan tiang pertama pembangunan kota Palangka Raya dilakukan oleh Presiden RI Pertama Ir. Soekarno pada tanggal 17 Juli 1957.

Sejak tahun 2002 lalu, dengan diterbitkannya Undang-undang Nomor 5 Tahun 2002, telah berlangsung pemekaran wilayah, ditambah 8 (delapan) Kabupaten baru, sehingga jumlahnya saat ini menjadi 13 Kabupaten dan satu Kota. Kabupaten kabupaten pemekaran itu ialah:

  1. Kabupaten Murung Raya dengan ibukotanya Puruk Cahu.
  2. Kabupaten Barito Timur dengan ibukotanya Tamiyang Layang
  3. Kabupaten Pulang Pisau ibukotanya Pulang Pisau
  4. Kabupaten Gunung Mas ibukotanya Kuala Kurun
  5. Kabupaten Katingan ibukotanya Kasongan
  6. Kabupaten Seruyan ibukotanya Kuala Pembuang
  7. Kabupaten Sukamara ibukotanya Sukamara
  8. Kabupaten Lamandau ibukotanya Nanga Bulik.(sumber : dari sini)

Barito Timur sebagai kabupaten pemekaran sudah tentu berupaya mengejar ketertinggalan. Diantaranya dengan mengadakan penggantian kepala dinas pendidikan sebanyak empat kali dalam kurun waktu kurang lebih lima tahun. Sepertinya memang semaaaaakin tertinggal. Lho berarti sukses dong mengejar ketertinggalannya?.

Mengejar ketertinggalan berarti mengejar hal-hal yang tertinggal. Ketertinggalan berarti hal-hal yang tertinggal.
Mengejar ketertinggalan tidak akan pernah membuat kita maju sejajar dengan  orang atau daerah lain. Mengejar ketertinggalan akan membuat kita semakin tertinggal dan terbelakang. Oleh sebab itu, jika kita ingin maju, maka ungkapan mengejar ketertinggalan harus kita tinggalkan dan kita ganti menjadi mengejar kemajuan. Kemajuan berarti hal-hal yang maju.

Apabila kita tetap menggunakan ungkapan mengejar ketertinggalan, yakinlah kita tidak akan bisa menyaingi apalagi menyamai atau melampaui orang atau bangsa lain yang sudah lebih dahulu maju. Untuk itu, mulai sekarang marilah kita tinggalkan ketertinggalan dan kita kejar kemajuan!

(inspirasi dari hasil safari Romadhon Barito Timur 2010)

13 thoughts on “Barito Timur Mengejar Ketertinggalan

  1. Adat dayak meniti diatas mata keris
    Pusaka turun temurun diwaris
    Adat pahlawan mati sebelum kalah
    Pusaka tak disimpan di dalam lukah

    ayoo kejar ketertinggalan mu barito timur…
    jgn sampai terkejar keterpurukan..hee(ifur ampah jalata)

  2. Hallo Bartim,….. ayo para pemimpin dan generasi muda Bartim .. BANGKIT !!, tinggalkan pola pikir (paradigma)lama, miliki paradigma yang baru, tanyakan pada dirimu “apa yang saya bisa berikan buat kemajuan BARTIM ? bukan apa yang saya bisa dapatkan dari BARTIM”
    Kemajuan/perubahan harus mulai terjadi dalam pikiran, MULAILAH DARI SEKARANG…. SUKSES SELALU. GOD BLESS BARTIM.

    Pemerhati Bartim

    PmJesse

  3. betul…betul….betul…..
    mari anak bartim
    kita majukan daerah kita….

    untuk para aparatur daerah’y dukung kreatifitas anak2 bartim…
    ehem.. dukungan’y jgn cma d ibukota kbupaten’y saja…
    msh bnyak msh banyak anak2 yg jauh lbh kreatif yg ad dkecamatan…..
    chayo BARTIM

  4. Saya baru sadar dan baru tahu kalau Kepala Dinas Pendidikan di Tamiang Layang di ganti sampai 4 x dalam kurun waktu kurang lebih lima tahun. Informasi yang menarik sekali pak …
    Postingan Senior ini memang banyak pemutaran dan permainan kata sehingga enak di baca .. saya belajar juga kok nggak bisa2 yah pak sampe sekarang … malau saya ..
    ujung-ujungnya kata hati saya JADI DIRI SENDIRI AJA hee.

  5. Betul…betul…. betul….😆 kenapa juga ketertinggalan dikejar, mendingan mengejar kemajuan biar bisa melewati ketertinggalan.
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  6. wah ini orang tua kok pada begadang terus, mentang libur sekolah, seperti semalam juga dalam undang-undang ada yang mengatakan MEMELIHARA KEMISKINAN, mungkin kata-kata ini beda-beda tipis hehehehehehehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s