Sikap IGI Terhadap Uji Kompetensi Guru

SIKAP RESMI IGI TERHADAP UJI KOMPETENSI

Soal Uji Kompetensi
IGI: Berani Menguji Harus Berani Diuji

Jakarta-IGImedia

Niat pemerintah melaksanakan uji kompetensi disambut baik Ikatan Guru Indonesia (IGI). “Ujian kompetensi bagi guru ini penting. Kalau guru berani menguji siswanya, maka guru harus berani diuji kompetensinya,” tegas Ketua IGI Satria Dharma di Surabaya, Selasa (26 Juni 2012).

Satria mengakui selama ini IGI memang berupaya terus-menerus meningkatkan kompetensi dan profesionalitas guru. “Ujian kompetensi dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh kompetensi guru Indonesia,” papar Satria.

IGI berharap uji kompetensi dan diklat (pendidikan dan pelatihan) guna meningkatan mutu guru bisa dilakukan rutin agar profesionalitas guru terjaga.

Menanggapi berbagai penolakan guru atas uji kompetensi ini, Satria menyatakan tidak berseberangan. “Kami tidak berseberangan dengan teman-teman organisasi guru. Kami justru mendukung upaya kritis itu. Sebab, jangan sampai uji kompetensi ini hanya dilakukan untuk menguji satu kompetensi saja. Empat kompetensi mesti dilihat hasilnya. Baik kompetensi profesional, pedagogi, sosial dan kepribadian,” ujar Satria.

Selanjutnya, uji kompetensi juga jangan sampai menjadi hukuman untuk mencabut tunjangan sertifikasi. “Uji kompetensi ini harus menjadi data awal untuk meningkatkan mutu dan profesionalitas guru. Di aspek kompetensi mana yang lemah, di sanalah pemerintah harus melakukan terapi meningkatkan kompetensi gurunya,” tuturnya.

Jika aspek pedagogi guru lemah, pemerintah melakukan intervensi dengan memberikan pelatihan pedagogi. Begitu juga jika aspek profesional lemah, pemerintah harus melatih guru agar mampu menguasai materi bidang studi yang diampu guru.

“IGI mendukung setiap upaya siapa pun untuk melakukan peningkatan mutu guru, baik itu pemerintah, swasta, atau pribadi-pribadi. Tapi IGI menolak politisasi setiap peningkatan profesionalitas guru,” tambah Satria menegaskan.

Sementara itu, Dewan Pembina IGI Ahmad Rizali mengaku peningkatan mutu dan profesionalias guru memang tidak mudah dan sering kali melewati jalan terjal. “Kami konsisten dengan ikhtiar kami kepada bangsa ini untuk terus-menerus memperbaiki mutu guru. Bagaimana pun memperbaiki mutu dan profesionalitas guru adalah taruhan penting apakah bangsa ini akan menjadi bangsa besar dan terhormat atau hanya jadi bangsa kacung dan gagal,” tegas Ahmad Rizali. (***)

Catatan:
1. lampirkan file PPT penjelasan soal UK dan penilian kinerja dari Kemdikbud. Silakan diunduh, semoga bermanfaat

2. di kopas dari satus Facebook sekjen IGI

3. logo IGI dari http://klubgurusmi.files.wordpress.com/2009/04/logo-igi1.jpg

 

7 thoughts on “Sikap IGI Terhadap Uji Kompetensi Guru

  1. guru yang nolak berarti guru yang ga bermutu, sertifikasi gede2 tapi ga profesional kapan majunya pendidikan kita?? masih banyak kecurangan hanya semta2 mendapatkan predikat dan sertifikat tapi aslinya ga profesional dan ga berkualiats pantes diuji tuh pak,hehehe

  2. Yang Sepi ini sedang ditemai oleh secangkir Kopi dan Sebatang Rokok.. Namun Ditambah Baca Artikel.. Mancaaapppp..😛

  3. Tidak ada alasan bagi guru untuk takut, apalagi kalau uji kompetensinya sesuai dengan kompetensi yang memang menjadi bidangnya…
    =====================
    Tapi nek jika tesnya bikin mobil2an dari kulit jeruk bali, saya pasrah😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s