Surat untuk sahabaku Khafid

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Kabar kuwarasan dari kalimantan, semoga demikian juga kabar dirimu sekeluarga. Fid… Hari ini adalah tanggal 2 Mei, sebenarnya sebagai seorang guru saya menulis tentang pendidikan dan segala kehebatannya. Sadar nggak Fid, bahwa kita bisa begini juga dari hasil sebuah pendidikan? Terlepas dari pergunjingan carut-marutnya pendidikan di negeri kita yang sudah campur aduk dengan politik. Lupa dengan esensi pendidikan itu sendiri yang seharusnya memiliki karakter…. Kalau dari atas menuntut pendidikan karakter, saya sering bertanya, “Karakter pendidikan kita ini seperti apa sih?”

Sudahlah Fid,.. saya gak ingin berdebat masalah pendidikan. (Lho memangnya pendidikan kita bermasalah..?). saya hanya ingin mengenang bahwa semenjak SMA atau kurang lebih seperempat abad kita gak ketemu.Image Melalui surat ini saya pingin cerita kenangan kita waktu sma dulu. Waktu itu kita punya warung idola yang letaknya tidak jauh dari sekolah. Kita menyebutnya “best restaurant in town“. Kita memberi sebutan demikian bukan lantaran megahnya warung itu. namun karena sang pemilik warung itu sudah tua dan kita juga memberi nama warung itu “warung mbah tua”. Fid…ingat nggak kamu waktu itu tangankita sering mengacungkan seperti gambar disamping itu?

“Tiga mbah……” , tapi tangan kita mengacungkan dua jari. Suara kita tidak begitu diperhatikan oleh mbah tua, tapi acungan tangan kita yang dilihat. Tahukan apa yang selanjutnya terjadi? mbah tua hanya menghitung bakwan dua biji, karena kita mengacungkan dua jari. Kejadian seperti itu bukan hanya sekali. Bahkan beberapa teman kita juga ikut-ikutan seperti yang kita lakukan.

Fid… walaupun dirimu sekarang sudah menjadi dosen, pasti kau masih mengenang cerita -cerita indah masa sma kita. Mbok ya kalau saya SMS dibalas ti Fid,…  atau mbok ya sekali-kali berkunjung dan ninggalin komentar di blogku ini atau blog yang satunya www.budies.info.

Fid.. nanti kita cerita lagi ya… ini rahasia kita berdua lho… jangan dikasih tahu sama teman-teman lain ya,… kita khan malu, kalau ternyata dulu kita pernah ngakali.

Wasalam

3 thoughts on “Surat untuk sahabaku Khafid

  1. barangkali suatu kali hafid akan berkunjung kemari. atau sebenarnya sdh prnah, dan bahkan seringkali mencari-cari informasi tentang mas budi. hehe. bisa jadi. salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s