Penipuan via telepon

Ada orang tua murid datang ke sekolah lalu marah-marah sekenanya, semaunya. Setiap guru yang duduk di piket dia pelototi dan tidak terima dengan perlakuan sekolah terhadap anaknya. Setelah didiamkan beberapa saat kemudian ditanya pelan-pelan maka dia mengaku bahwa baru saja mendapat telepon dari seseorang yang menyatakan kalau anaknya masuk rumah sakit karena kecelakaan dan sekolah tidak mau ngurus.

Selanjutnya ditanya lagi siapa anaknya dan duduk di kelas berapa, dia menjawab dengan lancar dan jelas, selanjutnya salah satu petugas piket menuju kelas anak tersebut. Dan ternyata anak tersebut sedang di dalam kelas sehat bugar dan sedang mengikuti pelajaran.

Orang tua siswa tadi menjadi malu dan meminta maaf kepada guru-guru yang duduk di meja piket. Pemerasan melalui telepon memang sedang “IN” beberapa minggu terakhir ini. Beberapa kejadian di beberapa minggu terakhir ini.

1.Guru di telepon : seseorang mengaku polisi dan sedang menangani anak guru tersebut yang sedang tersangkut kasus narkoba. Sontak guru tersebut mengangis minta jalan damai. Hampir saja terjadi transaksi transfer sejumlah uang untuk membebaskan anaknya dari jeratan hukum. Untung salah seorang guru yang lain mengingatkan bahwa itu adalah telepon penipuan, telepon pemerasan.

2.Beberapa siswa juga ada yang melaporkan bahwa mereka ditelepon seseorang yang mengaku guru sekaligus bagian kesiswaan. Sang penelepon memberi informasi bahwa anak ini mendapat beasiswa dan diminta mentransfer sejumlah uang terlebih dahulu..

3.Saya juga mendapat telepon yang serupa, tetapi karena sudah mengetahui modusnya maka sang penelepon segera menutup telepon… tidak melanjutkan lagi.

Selain perorangan yang dijadikan sasaran penipuan juga adalah instansi, khususnya sekolah yang memiliki guru guru dengan pola nurut ketika ada surat mengatasnamakan kementerian, seperti contoh email dari seseorang yang mengatasnamakan  dapodikdasmen. email ini ditujukan ke sekolah-sekolah dengan dalih pendataan, padahal mereka minta nomor telepon rumah dan HP.. ini contoh email

SRT-DAPODIKMEN

 

2 thoughts on “Penipuan via telepon

  1. Menarik Pak, Saya juga pernah mengalami pengalaman yang sama, kena “tipu” karena kurang bijak menyikapi panggilan telpon seperti kasus diatas. Modus penipuan seperti ini marak terjadi akhir-akhir ini. Dari pihak Bapak, tindakan pencegahan apa yang bisa bapak sarankan ? dan apakah bisa hal ini dilaporkan kepada pihak yang berwajib ? Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s