Mengasah Punggung Parang

Seperti biasa setiap hari Senin selalu mengikuti Upacara Bendera. Tiba gilirannya amanat oleh pembina upacara, kali ini pak Sastro yang bertugas sebagai pembina. 

Biasanya pembina banyak memberi komentar kurang, bahkan cenderung memarahi petugas yang telah berupaya sebisa dia. Namun beda dengan gaya yang diamanatkan oleh pak Sastro. Dia banyak memberi motivasi serta masukan bahkan pujian kepada petugas. Bahwa menjadi petugas upacara itu harus bangga, karena hal itu merupakan pelaksanaan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara. Mengibarkan Bendera Merah Putih dengan khitmat juga menanamkan jiwa kepahlawanan. Belajar dengan sungguh-sungguh merupakan bagian dari menepati janji amanat UUD’45, bahwa salah satu tujuan republik ini berdiri adalah mencerdaskan kehidupan bangsa.Semua itu tentunya punya maksud agar semua siswa berani mencoba untuk menjadi petugas.  “alah bisa  itu karena biasa”, jika kali ini masih ada yang kurang benar itu artinya harus mencoba dan mencoba lagi menjadi petugas. Jangan berhenti berlatih, baik itu hasil dari upaya yang sungguh-sungguh.

“Punggung parang itu kalau diasah terus menerus tanpa mengenal lelah lama-lama juga bisa tajam”. Jangan mengenal lelah untuk berlatih fan berlatih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s