KOREKSI ULANGAN PILIHAN GANDA DENGAN EXCEL
25 Desember 2009 at 12:33 am | In Ide-ide, Pendidikan, maen Excel | 26 CommentsTags: aplikasi excel untuk pendidikan, excel mania, koreksi soal, koreksi soal dengan excel
Berawal dari coba-coba akhirnya ketagihan maen-maen excel. Setelah ulangan selesai amplop menumpuk, ya kalau isinya duit, lha wong isinya lembaran jawaban siswa setelah ulangan umum semester 1. Ulangan kali ini menggunakan jenis soal pilihan ganda. Halah malah terpikir ganda kembang di kampung sebelah yang semlohe…(ck…,ck….,ck…., clegug)
OK, balik ke permasalahan. Gini…intinya jawaban di tulis kembali di excel kemudian kunci jawaban juga ditulis, maka excel bisa mengoreksi dengan cepat dan mudah. JAdi gak perlu menulis ulang ketika nanti harus menyetor nilai ke wali kelas. Agar mudah input datanya jawaban siswa yang ABCDE diubah ke angka 12345. Artinya jika siswa menjawab A, maka diketik angka 1, jawaban B diketik angka 2 begitu seterusnya.
Njlimet….? Lho nggak! pasalnya begitu kita selesai membaca jawaban siswa(sambil input tentunya), maka nilai sudah langsung muncul.
Kenapa kudu diubah ke angka? GIni… kalau huruf ABCDE letak/posisinya pada papan ketik kan berjauhan, sementara kalau angka 12345 khan berdekatan. Agar lebih mudah lagi sel pada excel dibuat 5 jawaban-5 jawaban. Jadi setelah mengetik jawaban 1 s/d 5 tekan tombol TAB untuk membaca/menginputkan nomor 6 s/d 10.
Untuk lebih gamblangnya bisa diUNDUH disini contoh koreksi jawaban pilihan ganda dengan excel.
setelah di ketik setiap 5 soal, pada sel berikutnya adalah menggabungkan menjadi seluruh jawaban siswa menggunakan rumus =&. selanjutnya diadakan pemarkahan dengan membandingkan dengan kunci jawaban yang telah ditulis diatasnya. JIka benar diberi skor 1 dan jika salah diberi skor 0(nol). RUmusnya pakai fungsi logika = IF. Sebenarnya pekerjaan ini telah dikerjakan sebelum menginputkan data, sehingga ketika input data praktis langsung melihat hasilnya. Selesai baca, selesai koreksi, enak to?
Keuntungan excel apa sih? Dengan koreksi dengan excel nantinya mudah untuk dilakukan analisis butir soal, sehingga bisa diketahui soal-soal mana yang sahih dan tidak,
Kepada excel mania, mohon petunjuk kalau ada yang lebih praktis.
SELAMAT DATANG UBUNTU
23 Desember 2009 at 9:27 am | In Uneg-Uneg | 20 CommentsTags: coba linux, linux belajaran
Selamat datang ubuntu kuucapkan bertepatan dengan hari ibu,
walaupun masih berdua bersanding dengan windows prita tapi biarlah lama-lama juga akan jatuh cinta padamu. Lantas gimana ya kalau sudah bener-bener jatuh cinta? sementara cara menambah fonts, cara install printer masih belom dong. Aku masih tetep kepingin nulis hanacaraka, anakku masih pingin maen empire, counter strick dan game-game windows lainnya.
Tulisan hanacaraka ku menjadi kode-kode yang gak bermakna.” Kalau ada bajakan kenapa pilih yang halal?” lho inikan pertanyaan yang kebalik…
Seandainya anakku (sikembar) rela gak main game, aku juga kesulitan meng-uninstall windows prita. Kalau diformat ulang CD ubuntuku versi 9.04, padahal dengan susah payah bisa upgrade ke versi 9.10.
Ternyata aku juga masih kesulitan mau menambah gambar di postingan, lho tampilannya kok beda? kok gak ada pilihan browse dari kompi, kok adanya pilihan dari url.. wah bingung..coba ya tak ulangi lagi..masih gak bisa juga. lho kok bisa… kenapa. tes lagi
NATIONAL EXAM WILL “BE MAKE” DUCK BECOME HAWK ?
20 Desember 2009 at 6:00 pm | In KTSP, Pendidikan | 18 CommentsTags: ebtanas, ujian nasional 2010, UN 2010
UJIAN NASIONAL AKAN CETAK BEBEK JADI ELANG?
Ujian Nasional (UN) akhir-akhir ini menuai banyak protes, bahkan kasusnya di bawa hingga ke Mahkamah Konstitusi. Rekomendasi dari MK-pun mempertanyakan dampak yang timbul dari UN ini. Salah satu rekomendasi yang saya ingat adalah bahwa pemerintah telah lalai menangani dampak psikologis yang diakibatkan oleh ketidaktercapaian standar minimal yang ditetapkan untuk dinyatakan lulus.
Dalam kasus yang ekstrim misalnya, si Fulan adalan anak yang selalu mendapat ranking di kelasnya mulai kelas 1 hingga kelas 3. Nilai hasil ujiannya 7,25 ;8,00 ;6,75 ; 6,75 ; 8,50 dan 3,00. Ketika ditanya mengapa ada nilai 3,00 dia menjawab entahlah, padahal teman dibelakangnya yang meminta jawaban darinya mendapat nilai 7,33.
Berbeda lagi kasus yang dialami oleh si Badu, dia jago komputer bahkan pernah mendapat peringkat satu tingkat provinsidi bidang olimpiade komputer. Namun ada beberapa mata pelajaran yang memang dia tidak pandai, terutama masalah hafal menghafal. Badu harus menerima nasib berijazah paket C dikarenakan ada nilai merah hasil ujian nasionalnya.
Badu adalah Bebek unggul yang perlu di”tangkar” haruskah dia dipaksa menjadi Elang? Adakah Badu-Badu lain yang terlantar karena UN? Sepertinya pemerintah tetap bersiteguh akan mencetak semua Bebek menjadi Elang.
Dalam sebuah talk show di salah satu stasiun televisi swasta, Joseph Landri penulis buku Mimpi Anak Jadi Naga (2007) dan penulis buku Tulang Miskin (2007) mengungkapkan keprihatinnya tarhadap nasib anak-anak Indonesia yang kerap menjadi korban kekecewan atau kegagalan orang tua. Maksudnya, ia kurang lebih ingin mengungkapkan banyak orang tua yang merasa gagal dalam hal tertentu lalu ingin kegagalannya itu ditebus dengan memanfaatkan dan oleh anak-anaknya. Mereka berusaha sekuat tenaga agar anak-anak mereka berhasil sesuai dengan impian mereka, bukan impian anak-anak mereka. Dalam pada itu tidak jarang para orang tua itu melakukannya dengan cara-cara yang agak memaksakan kehendak.
Yang sering tidak kita sadari bahwa tiap-tiap anak atau individu itu berbeda. Mereka masing-masing memiliki yang namanya individual differencies . Dalam tataran yang lebih luas, orang tua dalam pengertian yang juga luas seperti mentor, guru, pembimbing, atau apapun namanya, sering juga terjebak dalam format pemaksaan, bahkan pemerkosaan terhadap hak-hak anak atau hak individu lain. Dengan dalih agar bimbingannya sukes, ia paksa mereka bekerja sesuai dengan gaya dan selera dia tanpa mempetimbangkan hasrat, psikologi, serta dunia batin anak atau indvidu lain.
Intinya dalam hal mendidik anak hendaknya para orang tua bisa lebih bijak. Memang adakalanya dalam hal mendidik disiplin kita harus keras. Yang salah ya salah, dan yang benar ya benar. Jangan sesuatu yang salah dikatakan benar atau bahkan ditutup-tutupi. Nanti anaknya menjadi peragu dan tidak tegas. Namun, di sini yang penting adalah kita mendidik anak harus sesuai dengan potensinya. Kalau potensinya hanya bisa membangun tipe rumah empat lima, ya bangun tipe empat lima, jangan dipaksakan membangun rumah tipe tujuh puluh atau tipe satu empat lima. Sebab rumah tipe empat lima juga asal penataan bagus ya bagus juga hasilnya.
Kita semua tentu ingin agar anak-anak kita menjadi luar biasa dan hebat. Namun kalau anak kita tidak memiliki kemampuan yang luar biasa, jangan didorong-dorong atau bahkan dipaksa. Terimalah diri anak apa adanya dengan ikhlas dan rela. Di dalam buku *Mimpi Anak Jadi Naga*, Joseph Landri menulis begini, “Kalau diumpamakan, misalnya anak kita adalah jenis “bebek”, terimalah sebagai bebek. Jangan dipaksa menjadi elang.” Sebab kalau dipaksa akan susahlah nantinya.
Karena itu, barangkalai tugas dan tanggung jawab orang tua dalam hal mendidik anak sebagai seorang individu terutama harus lebih menjadi fasilitator dan motivator saja. Karena itu, langkah pertama yang perlu mereka lakukan adalah menggali dan mengidentifikasi potensi dan kecerdasan anak. Kecepatan belajar anak juga harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan sang anak. Kerap terjadi para orang tua yang “kebelet” ingin cepat-cepat melihat hasil dan impian mereka menjadi kenyataan pada anak-anaknya. Lalu, mereka atur itu semua tanpa kompromi. Pokoknya, anak-anaknya tinggal nunut saja.
Yang lebih parah adalah perlakuan para orang tua, guru, mentor, atau apapun yang memandang anak atau asuhannya sebagai asset dan milik mereka, sehingga anak boleh diperlakukan sekehendak dan kemauan mereka. Kita juga kerap melihat para orang tua, guru, mentor, atau apapun yang seolah tidak rela melihat anaknya maju sesuai dengan kodrat alamiahnya. Orang tua jenis ini akan merasa senang dan bangga kalau anak-anaknya cuma ikut-ikutan saja. Memang kata-katanya biasa terdengar indah, “Aku senang kalau kau bisa lebih hebat bla…bla…bla…”, tapi pada dasarnya ia lebih suka kalau anak-anaknya sekadar menjadi bayang-bayang dirinya dan cuma mengekor saja.
Padahal Khalil Gibran mengatakan anak bukan milik kita, orang tua, tapi milik dirinya sendiri. Mereka laksana busur anak panah, melesat menyongsong masa depannya. So, kalau potensinya hanya menjadi bebek, ya jadikanlah dia bebek, tapi yang baik, yang produktif. “Kalau sebagai bebek sudah bisa berenang, menangkap ikan, mempunyai bulu yang bersih dan mengkilap indah warnanya, serta bisa bernyanyi kwek-kwek, hal itu sudah lebih dari cukup. Kalau dipaksakan menjadi elang, mungkin hanya akan menjadi elang yang lemah, tidak bisa terbang tinggi, dan tidak cakap menangkap mangsa. Walaupun hanya menjadi bebek, anak kita harus menjadi bebek yang unggul. Jangan hanya menjadi bebek yang bengong melulu, tidak bisa berenang, dan jangankan menangkap ikan, bernyanyi kwek-kwek saja tidak bisa” (Landri, 2007:9-30).
Jangan sampe ujung-ujungnya nasib anak-anak kita jadi bebek tidak, elang pun bukan. Yang lebih parah jangan-jangan anak kita malah menjadi “belang” alias bebek yang elang yang sudah barang tentu tidak terlalu banyak gunanya sebab ia hanya menjadi seeokor bebek lumpuh. Ya nggak? Sumber :http://www.mail-archive.com/rantaunet@googlegroups.com/msg06731.html[diakses 20Des09]
WINNER ANNOUNCEMENT, ITSF 2009
15 Desember 2009 at 8:09 pm | In motivasi | 30 CommentsTags: guru tidak profesional, inovasi kreasi, lomba, media, pemenang sea itsf, science education award 2009, 意ノヴァ氏ぐる

“Selalu saja ada alasan untuk bersyukur, bersyukur dan bersyukur”, begitulah kata pak Sastro Guru pada SMA N 1 Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur Provinsi Kalimantan Tengah. Pak Sastro yang juga bapaknya Nohara, adalah putera kelahiran Ngawi 42 tahun yang lalu, tepatnya di Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren.
Semenjak awal tahun 1991 dia menjadi guru di Ampah, kota kecil yang ramah dan terbuka. Barangkali sudah nasibnya yang “nurutan” dia pernah mengajar Matematika, Bahasa Inggris, Kesenian, Keterampilan, Bahasa Indonesia, Komputer dan Kimia. Tiga mata pelajaran terakhir masih diampunya hinggga sekarang. Halah Pak, Pak.. kok mau-maunya ngajar tiga mata pelaajran sekaligus. Gimana sampean bisa disebut guru profesional?
Pak Sastro memang rela disebut sebagai guru tidak profesional, karena menurutnya profesinal adalah pengakuan orang lain. Sedangkan dia lebih suka memilih disebut guru yang bisa memberi manfaat bagi siswa dan bagi masyarakat. Keinginannya mempelajari berbagai bidang disebabkan dia masih punya definisi bahwa yang disebut guru itu ya harus serba bisa. Wah pak Sastro, mentang-mentang ibunya juga seorang guru lantas pengertiannya tentang guru masih konvensional banget. Ndeso ndak ngikuti perkembangan zaman (Kasian deh lu…red)
Sore itu sekitar pukul 14.30 BBWI pak Sastro panggilan akrab budies, mendapat pemberitahuan melalui telepon bahwa dia terpilih untuk mendapat penghargaan bidang “Science education award”. Ketika itu dia sedang menjalani tugas sebagai fasilitator pada kegiatan KKG Bermutu. Materi yang disampaikan adalah masalah yang bekenaan dengan ICT.
Sekonyong-konyong para pesertapun memberikan ucapan selamat. がんばて ください Selamat ya pak Sastro biar ndeso tapi gak kampungan. Pak Sastro lantas keluar ruangan sebentar untuk sujud syukur, niatnya untuk membantu pembangunan mushola SMA N 1 Dusun Tengah benar-benar di ridhoi Allah swt.
WINNERS’ ANNOUNCEMENT 15 December 2009
Science and Technology Award 2009 recipient, is:
Prof. Dr. Sri Widiyantoro from Institute of Technology Bandung
Field & Focus of Research: Geophysics (Seismology)
Title: Earthquake Imaging of Subduction Zone Structure in the Indonesian Region and Worldwide
Science Education Award 2009 recipients, are:
| NO | NAME | GENDER | SUBJECT | SCHOOL |
| 1 | Anis Farida, S. Pd | Female | Physics | SMAN 1 Bantur, Malang East Java |
| 2 | Budi Santosa, S. Pd | Male | Chemistry | SMAN 1 Dusun Tengah Central Kalimantan |
| 3 | Dra. Lilis Komariah | Female | Physics | SMAN 21 Bandung |
| 4 | Mujahidin Agus, S. Pd., M. Si | Male | Physics | SMAN 1 Unggulan Kamanre South Sulawesi |
| 5 | Munis Darmawan | Male | Chemistry | SMAN 1 Pulung Ponorogo, East Java |
| 6 | Dra. Newyenu Watneka Romuti | Female | Chemistry | SMAN 1 Ambon Maluku |
| 7 | Salmiyati, M. Pd | Female | Biology | SMAN 1 Pangkalan Kerinci Riau |
| 8 | Siti Hidayati, S. Pd | Female | Biology | SMAN 1 Purwareja Klampok Central Java |
| 9 | Widianto, S. Pd | Male | Biology | SMAN 1 Rembang Central Java |
| 10 | Wiji Astutik, S. Pd | Female | Biology | Madrasah Aliyah Al-Hidayah Pasuruan, East Java |
ITSF will contact all the winners by phone soon.
Official announcement and invitation letter for attend the seminar and the ceremony of award’s presentation on 10 & 11 February 2010 at Shangri-La Hotel, Jakarta, will be sent soon.
Congratulation for the winners.
Written by Andrianna
http://www.itsf.or.id/main/readnews/pengumuman-pemenang
MOUSE GETAR, PRODUK BARU?
11 Desember 2009 at 12:04 am | In jalan-jalan | 17 CommentsTags: aburage(あぶらげ), bento (べんと), daikon (だいこん), dashi (だし), 間盛んじぇぱんg, fugu (ふぐ), sashimi9さしみ), soy (そy), teriyaki (てりやき), umeboshi(うめぼし)
Rasanya saya sudah cukup lama bergelut dengan benda yang diberi nama tetikus (mouse), tapi baru kali ini saya merasakan ada tetikus yang bisa bergetar. Lho,..memang ada mouse yang bisa bergetar. Ini benar-benar ada di 15 finalis science education award. Gini ceritanya…
Hari ini saya giliran maju di hadapan dewan juri untuk ajang disini disebut sebagai KOMITE SELEKSI. Halah gak usah diterusin juga dah ngerti…. Lhawong harus presentasi di hadapan para profesor, doctor. Saat mouse saya pegang tiba-tiba bergetar, padahal dari tadi kelihatan tidak ada yang aneh pada benda itu. Wah ini pasti Grogi ya..?. sorry man cuma nDredeg. Yang saya pikirkan bukan pertanyaan atau jawaban masalah materi presentasi, tapi pasti nanti saat makan siang akan dapat makanan ala Jepang lagi seperti …(halah yang dipikir kok makanan):
aburage(あぶらげ), bento (べんと), daikon (だいこん), dashi (だし), fugu (ふぐ), sashimi(さしみ), soy (そy), umeboshi(うめぼし), teriyaki (てりやき)
tu presentasi, seperti terdakwa kasus bang thoyib
kotak berisi lauk masakan jepang
wah, saya lalu ingat waktu di desa dulu, sambil bermain おりがみ di lereng 富士やまbersama なると dan どらえもん。
BABAK 15 BESAR SCIENCE EDUCATION AWARD
9 Desember 2009 at 7:20 pm | In Ide-ide, Pendidikan | 13 CommentsTags: gren alia hotel, ITSF Award, science education award itsf
Setelah melalui seleksi dari 119 proposal yang lolos seleksi, terpilihlah 15 peserta untuk memasuki babak Interview. babak ini dilaksanakan mulai tanggal 8 s/11 Desember 2009 bertempat di gedung Summitmas jalan Jend. Sudirman Jakarta. Seluruh peserta di tampung di Hotel Gren Alia Cikini.
Telihat persiapan yang dibawa oleh para peserta, sepertinya semua layak menjadi juara. Beberapa peserta bercerita bahwa dia telah mengikuti berbagai lomba sejenis ini. Tak heran jika ajang ini dianggap ajang penghargaan tertinggi di Indonesia bidang sains. Saya jadi miris melihat penampilan dan persiapan teman-teman.
Kami sesama peserta sangat akrab, walaupun baru sekali bertemu. Banyak manfaat yang saya dapat bertemu dengan orang-orang hebat seperti mereka. Sesekali kami saling memuji, memamerkan sekolah masing-masing, bahkan saling mengolok. Namun kami tetap akrab, tidak ada yang tersinggung.
Hal lain yang tidak pernah saya alami adalah kebersamaan antara panitia, perserta dan dewan juri. Kami makan siang bersama, saling bercanda dan terasa hangat, seperti sudah kenal lama.Di bawah ini beberapa foto yang sempat saya abadikan.
tu..khan wajahnya angker-angker, gak kaya saya…katro’
saling tertawa, ketika harus menyantap makanan ala Jepang, pakai sumpit lagi
PUISI CINTA, CAKEPAN POCUNG
6 Desember 2009 at 8:47 am | In javanese | 15 CommentsTags: anak ngawi, belajar nulis hanacaraka, cakepan pocung, geguritan jawa, kotangawi, ngawi, puisi cinta cakepan pocung
Indonesia memiliki sebutan bangsa seribu budaya. Sebagai perwujudan rasa bangga akan budaya bangsa yang beraneka ragam, saya mencoba memposting PUISI JAWA menggunakan “Cakepan Pocung“.
Postingan ini bukan menunjukkan bahwa saya bisa(halah dasar wongndeso), melainkan justru saya menghendaki masukan terutama dalam hal penulisan huruf Jawa “HANACARA”. Keinginan saya begitu kuat justru ketika saya telah 18 tahun merantau meninggalkan tanah Jawa (kotaNgawi). Saya sekarang berada di tlatah Kalimantan yang JAUHDIMATA yang jelas-jelas saya kesulitan mencari guru untuk ngangsu kawruh babagan Jawa.
Puisi sengaja saya ikutkan dalam kontes puisi cinta Pakde Cholik, karena saya yakin disana banyak berkumpul tokoh-tokoh yang demen memetri kabudayan nasional.
ALI-ALI
Kusumayu
Kang dadi antebing kalbu
Sasmiteng katresnan
Katampia ali-ali
Asung tandha rasa tresna
Mring kang garwa
Panyuwunku
Mugi lestari rahayu
Sajroning bebrayan
Wiwit lahir trusing batin
Muga Gusti sung nugraha
Mring kawula
di bawah ini saya mencoba menulis cakepan pocung tersebut ke dalam huruf Jawa “Hanacaraka”, sudah barang tentu bisa terbca jika di komputer Anda sudah terinstall font HAnacaraka. FONT HANACARAKA dapat di unduh di sini. Kopikan saja di c:\windoows\fonts.Untuk open office, saya masih belum bisa cara menambah fonts
CINCIN
kekasihku
yang selalu membuat hati ini tak berpaling
yang menjadi gambaran kasih sayang
terimalah cincin ini
sebagai tanda raca cintaku
ke pada dirimu
Harapanku…
semoga cinta kita lestari
dalam kita membina rumah tangga
semoga Tuhan YME memberi berkah
kepada kita berdua
?kusumyu,
,k= ffi anTebi= klB|,
,ssMi[t= kt}sNn\,
,ktmPia ali ali,
,asu= tnD rs t}esN,
,mrai= k= g/w.?
?pvuwunK|,
,mugi XsTri rayu,
,s[j]oni= beb]yn\,
,wiwitLai/ terusi= btin\,
,mug gusTi su= nug]a,
,m]i= kwul.?
MENCARI HARI LAHIR DAN WETON DENGAN EXCEL
2 Desember 2009 at 8:55 am | In Ide-ide, Pendidikan, javanese | 16 CommentsTags: gogo dino, mencari pasaran, mencari weton, pasaran, pitungansalaki rabi, weton
Kemampuan Excel dalam itung-itungan sudah tidak diragukan lagi(paling tidak menurut saya). Suatu hari saya dimintai tolong untuk mencarikan hari lahir putera sahabat saya. lalu saya coba menggunakan excel.
Rumus yang saya buat saat itu bisa mencari hari lahir hari pasaran (Jawa) neptu dino, pernahing jaya, wataking dino lan liyo-liyane. Hsil rumus ini juga bisa digunakan sebagai petungan selaki rabi. Namun disini saya buwat hanya mencari hari saja, karena beberapa murid saya menanyakan. Saya berjani jawaban saya posting.
yang perlu disiapkan tentu hanya sedikit kemampuan mengoperasikan excel.Persiapan yang njlimet seperti bubur abang-putih, puasa ngebleng, mandi tujuh sumur, dan kemenyan tidak diperlukan. Berikut ini langkah-langkahnya:
1. aktifkan excel ( jangan lupa berdoa dulu)
2. pada sel A1 SAMPAI A7 ketik 0,1,2,3,4,5,6
3. pada sel B1 sampai B7 ketik SABTU,MINGGU, SENIN, SELAS, RABU, KAMIS, JUMAT
4. pada sel C1 sampai C5 ketik : KLIWON. LEGI, PAHING, PON, WAGE
5. Susunannya seperti
0 SABTU KLIWON
1 MINGGU LEGI
2 SENIN PAHING
3 SELASA PON
4 RABU WAGE
5 KAMIS
6 JUMAT
6. Blok sel A1 sampai C7 : klik menu Insert – Name – Define – ketik HARI – OK ( langkah ini mendefinisikan range) Cara mudah langkah ini adalah dengan klik bagian NAMEBOX- ketik HARI - enter
7. pada sel E1 ketik Tanggal. sel F1 ketik Hari, sel G1 ketik PASARAN
8. Ses E2 tempat mengisikan tanggal yang dicari (penulisan tanggal harus mnyesuaikan seting di kompi)
9.Sel F2 rumus mencari hari =VLOOKUP(MOD(E2,7),HARI,2) lalu enter
10 Sel G2 rumus mencari pasaran =VLOOKUP(MOD(E2,5),HARI,3) lalu enter
Pasa seting regional kompi jika telh diubah menjadi Indonesia, maka tanda koma diganti titik koma
kalau mau contoh jadi bisa unduh di sini
Kalampesu An Alternative Latex Freezer
27 November 2009 at 6:38 pm | In Ide-ide, Pendidikan | 8 CommentsTags: asam ampusu, Baccaurea Glabriflora Pax & K. Khoffm, Baccaurea Iancoelata Mull.Arg., Baccaurea Pyrrhodasya (Miq) Mull.Arg, buah liar kalimantan, Hedycarpus Lancoelatus Miq, In DC. Prodr. 15.2 (1866). It is synonym with Adenocrepis Iancoelatus (Miq.) Mull.Arg, kalampesu, kalimpasu, Pieardia Pyrrhodasya Miq.
Education is a learning process. A Meaningful Learning must give the benefit of knowledge and information to the learners for their life and environment. The society of Barito Timur Regency is very depending on the rubber plantation for their economic especially at Dusun Tengah District. Lately, the price of latex undergoes to down. It is also followed by the price of fertilizer and chemical substance that frequently used as a latex freezer increasingly expensive. It is necessary to look for the alternative. The alternative must be reducing the cost of production.
Kalampesu is a fruit. It grows wild in Borneo forest. It can be used as a latex freezer. It is scientific named as Baccaurea Iancoelata Mull.Arg., In DC. Prodr. 15.2 (1866). It is synonym with Adenocrepis Iancoelatus (Miq.) Mull.Arg, Baccaurea Glabriflora Pax & K. Khoffm, Baccaurea Pyrrhodasya (Miq) Mull.Arg, Hedycarpus Lancoelatus Miq, Pieardia Pyrrhodasya Miq.
(http://www.nationaalherbarium.nl/euphorbs/specB/Baccaurea.htm#Baccaurea%20lanceolata )
It fruit has several names in Kalimantan/Borneo. It is called Ampusu, Asam Pauh, Buah Lapasu, Lipasu, Tamasu, and Tampoi. The extraction process of it fruit are simple and easy. It can be planted everywhere and undependable with the season.

pic. take from http://www.nationaalherbarium.nl/Sungaiwain/Euphorbiaceae/Baccaurea_lanceolata_files/image010.jpg
dipun sesulih dening pak Akhta
PENCEMARAN NAMA BAIK ≠ PERBAIKAN NAMA CEMAR?
23 November 2009 at 11:49 pm | In Uneg-Uneg, motivasi | 14 CommentsTags: award bagi guru, budi santosa, guru berprestasi, ITSF, KKM, kompetensi sosial guru, lomba inovasi pembelajaran, pencemaran nama baik, penghargaan guru, Science education award, tolak uu ite, UU ITE
Siapa yang namanya baik lantas tercemar?
Siapa yang namanya tercemar lantas baik?
Menurut Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 (pasal 28 :3) Guru sebagai agen pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan anak usia dini harus memiliki kompetensi yang meliputi: Kompetensi pedagogik; Kompetensi kepribadian; Kompetensi profesional; dan Kompetensi sosial. Yang dimaksud dengan kompetensi sosial adalah kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orangtua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.
Sekarang kita lihat jejak rekam Pak Sastro guru pada SMA Negeri 1 Dusun Tengah kaitannya dengan tuntutan kompetensi sosial di atas. Namun sebelumnya saya informasiken bahwa dia telah dinyataken sebagai guru proporsional profesional tahun 2007 oleh Rektor Universitas Palangkaraya. Pada bulan Juni tahun 2009 dinyatakan dengan terpaksa sebagai Juara I Guru Berprestasi Tingkat Kabupaten Barito Timur. Pada tanggal 19 November 2009 dinyatakan lulus seleksi proposal karya inovasi guru untuk mengikuti babak 15 besar di Jakarta yang diadakan oleh ITSF.
Dalam komunikasinya dengan siswa, Pak Sastro sepertinya tidak perlu diragukan lagi. Kedekatannya dengan siswa bukan hanya disebabkan pada mata pelajaran yang diampunya saja (Kimia, Bahasa Indonesia, TIK). Namun pada sore hari Pak Sastro juga mengadakan kegiatan di sekolah untuk membimbing siswa-siwanya. Hari Selasa sore membina anak-anak pramuka. Hari Rabu sore membina kelompok Mading MWS untuk latihan menulis dan kegiatan jurnalistik lainnya. Hari Kamis memberikan pemantapan Kimia bagi kelas XII IPA untuk menghadapi UN. Hari Sabtu dan/atau Minggu membina tim olimpiade sains bidang komputer.
Dalam komunikasinya dengan sesama pendidik, Pak Sastro pernah menjadi fasislitator penyusunan KTSP Gugus VIII SD Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur. Fasislitator pada Workshop pembuatan Media Pembelajran berbasis ICT pada SMP Negeri 1 Dusun Tengah. Fasilitator MGMP TIK Kabupaten Barito Timur. Sekretaris Forum Ilmiah Guru Kabupaten Barito Timur.
Adapun komouikasi sosial dengan masyarakat Pak Sastro juga aktif di bidang keagamaan dan kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya. Pernah menjadi sekretaris Panwascam pda Pilkada Bartim. Pendiri dan sekaligus sebagai anggota dewan pakar pada Perkumpulan Warga Transmigran Laras Asri Muti Tama Barito Timur (Pawartalamat). Anggota balitbang pada pengurus Gamelan Barito Timur. Memandu pengoperasian komputer pada Polsek Ampah, Koramil 1012-07/Ampah, Puskesmas Ampah dan masih ada beberapa kegiatan lain yang bersifat insidentil.
Hal yang aneh dirasakan oleh Pak Sastro adalah ketika melihat nilai Kompetensi Sosial yang diberikan oleh dewan juri pada penilaian guru berprestasi tingkat Provinsi Kalimantan Tengah pada Juni 2009. Dia sama sekali tidak menyangka kalau nilai kompetensi sosial yang diberikan untuknya adalah 62,33. Seandainya saja dia mendapat nilai 70,00 maka dia akan menjadi juara I guru berprestasi tingkat Provinsi karena selisih dengan juara teripilh hanya enam poin.
Keluhan ini baru disampaikan kepada redaksi jauh setelah pelaksanaan lomba guru berprestasi dengan maksud supaya tidak terkesan protes. Biasanya orang yang kalah itu suka protes, tidak terima keputusan. Padahal dalam setiap kegiatan penjurian selalu ada kalimat keputusan dewan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Selain itu Pak Sastro khawatir kalau langsung posting masalah ini bisa dikenakan pasal pencemaran nama baik sesuai UU ITE. Loh siapa yang tercemar…..?
Pak Sastro tidak merasa memiliki nama yang baik, sehingga walaupun mendapat nilai di bawah KKM (kriteria kompetensi minimal), dia tidak merasa namanya tercemar. Tanpa dicemaripun namanya sudah tercemar dimana-mana. Logikanya dia tidak lulus sebagai guru profesional karena nilai kompetensi sosialnya di bawah KKM Kini Pak Sastro sedang berusaha membaiki namanya yang tercemar. Masuknya Pak Sastro sebagai 15 besar pada SCIENCE EDUCATION AWARD 2009 yang diadakan oleh Indonesia Toray Science Foundation (ITSF)adalah salah satu upayanya.
Semoga semuanya berjalan lancar……dan bisa menjadi juara. Selamat berjuang Pak Sastro.
Akhir-akhir ini, pengguna blog ekstra waspada. Pasalnya, jika materi blog dianggap menghina seseorang, pemilik blog tersebut bisa diancam pidana penjara enam tahun dan denda Rp 1 miliar. Adalah Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang menyebutkan ancaman itu. Secara lengkap, ayat itu berbunyi “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.” Selanjutnya, tercantum di Pasal 45 UU ITE, sanksi pidana bagi pelanggar pasal 27 ayat (3) yaitu penjara enam tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar. (http://www.unindra.ac.id/?q=node/70 )


Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.



















