​Sebagai kelanjutan dari program keahlian ganda, maka dari tanggal 20 Maret s.d. 19 Mei 2017 peserta bidang Agrobisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura wilayah Provinsi Kalimantan Tengah mengikuti kegiatan Pelatihan di SMKN 4 Sampit. Pada pelatihan Sertifikasi Pendidik dan Sertifikasi Keahlian Ganda peserta akan dibimbing oleh instruktur dan Widyaiswara dari pusat. 

selama mengikuti kegiatan In service training ke-1 ini. Peserta ditempatkan di rumah warga sekitar sekolah

MGMP SMK BARTIM

Ada sebanyak 6 SMK di Barito Timur berhimpun membentuk MGMP untuk menyusun soal ujian sekolah Kegiatan musyawarah guru ini dilaksanakan di SMK Negeri 2 Tamiang Layang selama dua hari yaitu tanggal 7 s/d 8 Maret 2017. Pada tahun pelajaran ini ujian terbagi dalam beberapa jenis yaitu,. ujjian sekolah, ujian sekolah berstandar nasional dan ujjian nasional serta ditambah uji kompetensi masing masing progrm studi.

Kelambu Menjangan

 

kelambu menjangan
kelambu menjangan

Kelambu menjangan, tanaman semak yang sering digolongkan sebagai tanaman pengganggu atau gulma. Masyarakat Kabupaten Barito Timur menyebutnya sebagai kelambu menjangan karena memang tanaman ini cepat rimbun dan bisa dijadikan persembunyian rusa. Nama lain yang lebih populer adalah daun kirinyut (Chromolaena-Odorata). SMKN paku sedang mencoba membuat pupuk organik cair dari daun kelambu menjangan. harapannya akan dihasilkan pupuk organik yang bermanfaat

kelambu menjangan yang dicincang
kelambu menjangan yang dicincang
  1. KlasifikasiChromolaena odorata L.

Klasifikasi Chromolaena odorata L. menurut Backer dan Brink, (1965) adalah:

Kigdom      : Plantae

Divisi          : Magnoliophyta

Class           : Magnoliopsida

Sub Class    : Asteridae

Ordo            : Asterales

Familia        : Asteraceae

Genus          : Chromolaena

Spesies        : Chromolaena odorata L.

  1. Morfologi Chromolaena odorata L.

Gulma krinyu (Chromolaena odorata L.) termasuk keluarga Asteraceae/ Compositae. Daunnya berbentuk oval, bagian   bawah lebih  lebar, makin ke ujung makin runcing. Panjang daun 6-10 cm dan lebarnya 3-6 cm. Tepi daun bergerigi, menghadap ke pangkal. Letak daun juga berhadap-hadapan. Karangan bunga terletak di ujung cabang (terminal). Setiap karangan bunga terdiri atas 20-35 bunga, warna bunga pada saat muda kebiru-biruan, semakin tua menjadi coklat.  Krinyu memiliki batang yang tegak, berkayu, ditumbuhi rambut-rambut halus, bercorak garis-garis membujur yang paralel, tingginya mencapai 100-200 cm, bercabang-cabang dan susunan daun berhadapan  (Prawiradiputra, 2007).

  1. Kandungan KimiaChromolaena odorata L.

Krinyu cukup potensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber bahan organik karena produksi biomassanya tinggi. Pada umur 6 bulan krinyu dapat menghasilkan biomassa sebesar 11,2 ton/ha, dan setelah umur 3 tahun mampu menghasilkan biomassa sebesar 27,7 ton/ha (Suntoro dalam Kastono, 2005). Komposisi kimia bahan krinyu dan pupuk kandang sapi dapat dilihat pada tabel berikut:

sumber http://belajar-di-rumah.blogspot.co.id/2015/02/krinyu-chromolaena-odorata-l.html

praktik membuat pupuk cair dari daun kelambu menjangan, chromolaena odorata

 

Waduk Pacal sejak 1933

Waduk Pacal yang diresmikan pada tahun 1933 masih berdiri kokoh serta masih terlihat perkasa, padahal sudah lebih dari 80 tahun. Waduk ini berada di wilayah Kabupaten Bojonegoro, tepatnya di kecamatan Temayang. Untuk menuju ke lokasi dari kota Bojonegoro diperlukan kurang dari satu jam perjalanan darat, karena akses menuju lokasi jalannya sudah aspal dan cukup nyaman. Baca lebih lanjut

Membuat Kompos Sendiri

mengaduk kompos
mengaduk kompos

Di sekolah mendapat bantuan alat komposter dari Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Barito Timur beberapa hari yang lalu. Dengan dibantu siswa SMKN Paku kelas XII kami mencoba membuat kompos dari sisa-sisa tanaman di sekolah menggunakan aktivator EM4.

Kompos adalah hasil penguraian parsial/tidak lengkap dari Baca lebih lanjut

MOL Jambu Air, Asupan Alternatif

MOL mikro organisme lokal dapat dibuat dari berbagai macam tanaman atau sisa metabolisme hewan. Kali ini saya akan mencoba membuat pupuk cair dari mikro organisme lokal buah Jambu Air. Bahan yang diperlukan :

1. Buah jambu air sekitar 2kg

2. Gula merah 100 gr

3. EM4 = 50 ml.

4. Air sumur secukupnya ( 15 l)

Alat yang diperlukan adalah

1. Bekas kaleng cat ukuran 20kg = 1 bh

2. Selang plastik = 1 meter

3. Botol air mineral 500ml = 1

4. lem bakar atau lem tembak atau lem lilin

Cara pembuatannya cukup sederhana. Jambu air dipotong kecil kecil kira kira sebanyak duapertiga volume wadah kaleng cat. Gula merah dilarutkan dengan air dingin lalu ditambahkan 50 mL EM4. Campuran gula merah dan EM4 dimasukkan ke kaleng cat yang sudah berisi jambu air. Tambahkan air hingga memdekati penuh lalu tutup rapat kaleng cat tersebut. Pada bagian tutup sudah dipasang selang pernafasan, lalu bagian ujung dimasukkan ke botol yang berisi air.

fungsi botol berisi air ini untuk menghalangi udara masuk, namun gas dari aktivitas dalam kaleng masih bisa keluar. Tunggu sekitar 8 hari maka nutrisi mol jambu sudah jadi.

Setelah jadi, caian dan ampasnya dipisahkan. bagian cair ebagai pupuk cair, bagian padat untuk pupuk kompos. sebelum menggunakan pupuk cair perlu diketahui bahwa pupuk cair ini perlu diencerkan ketia akan digunakan dengan perbandingan 1 : 20