Tips agar lem korea awet

image

Saya menyebutnya dengan lem korea atau lem  china. Isinya cukup banyak, sementara penggunaan sering hanya beberapa tetes saja. Agar bisa digunakan lagi saat kita perlu, maka lem perlu disimpan agar tidak kering. Cara sedehana yang saya lakukan.
1. Siapkan kantong plastik ukuran setengah kg 2 buah (opsional)
2. Lilin

image

3. Masukkan lem ke dalam kantong plastik
4. Lilin gunanya untuk merapatkan kantong plastik dengan cara melipat plastik dan mendekatkan ke titik api
5. Masukkan lagi ke dalam kantong plastik . Lakukan perekatan dengan api lagi.. jadi lem masuk dua kali ke dalam kantong plastik yg direkatkan.
Selamat mencoba.

Pengolahan air sumur bor sekolah dengan cara aerasi dan filtrasi

SMKN Paku adalah sekolah kejuruan baru di Kabupaten Barito Timur Provnsi Kalimantan Tengah. Tahun ini sekolah telah membuatkan sumur bor untuk keperluan kebutuhan air di sekolah, baik untuk membersihkan, untuk penyiraman tanaman dan untuk keperluan laboratorium IPA yang dimiliki. Sekilas air sumur bor tampak jernih, namun setelah didiamkan ada endapan kuning kecoklatan. Endapan itu diperkirakan adalah dari senyawa besi. Untuk mengurangi kadar besi dalam air sumur dilakukanlah aerasi tentunya dengan harapan banyak besi yang lebih cepat terendapkan. Baca lebih lanjut

Melihat Gerhana dari Android

budi santosa (2)Gerhana Matahari total tahun 2016, tepatnya tanggal 9 Maret 2016  akan melewati Kalimantan Tengah. Sebagian masyarakat Kalteng mempercayai bahwa peristiwa gerhana adalah perkelahian antar surya dengan bulan, oleh karena itu ada yang melakukan tabuh “Garantung” semacam gong untuk menimbulkan kegaduhan. Tradisi ini mirip sebagian masyarakat Jawa yang memukul lesung saat gerhana.  Dengan adanya kegaduhan perkelahian akan segera berakhir, gerhanapun berakhir.

Bagi kaum muslimin peristiwa gerhana matahari atau gerhana bulan disikapi dengan melakukan salat gerhana secara berjamaah lalu dilanjutkan khutbah. Bahwa terjadinya gerhana bukan karena kematian atau kelahiran seseorang (HR. Al Bukhari no. 1043 dan Muslim no. 915)

Salah satu alternatif untuk melihat gerhana adalah dengan menggunakan aplikasi Stellarium yang terpasang di android. Hal ini perlu kita persiapkan kalau-kalau cuaca tidak bersahabat saat terjadinya gerhana. Tertarik…? silakan simak skrinsyut aplikasi stellarium for mobille.

budi santosa (6)
budi santosa (9)

budi santosa (8)

Pengaturan lokasi, agar cepat GPS dinyalakan, maka perangkat akan menentukan lokasi kita berdasarkan GPS

Screenshot_2016-03-04-19-29-54

budi santosa (11)

Screenshot_2016-03-04-19-30-41

Membeli Aplikasi Android

Di gadged saya setidaknya ada dua “toko” penyedia aplikasi, yaitu tokonya Google dengan “Playstore-nya”dan tokonya samsung “Galaxy Apps”. Secara umum keduanya sama-sama menyediakan aplikasi gratis dan berbayar. Untuk aplikasi yang gratis keduanya tidak ada perbedaan. Namun untuk aplikasi yang berbayar ada perbedaan yang cukup signifikan.
Pada plastore bisa menggunakan deposit pulsa untuk pengguna telkomsel, karena google telh bermitra dengan telkomsel pada tahun 2015 ini. Tentu untuk kita-kita yang tidak mempunyai kartu kredit. Cukup menyediakan saldo pulsa yang cukup dan memiliki akun google, atau email xxx@gmail.
Pada Galaxy Apps untuk aplikasi berbayarnya masih menggunakan kartu kredit dan kode voucher. Semoga saja tidak lama lagi samsung juga bekerja sama dengan provider seluler Indonesia, sehingga untuk yang belum memiliki kartu kredit bisa ikut membeli aplikasi berbayar.
Kalau memang ada yang gratis,, ngapain harus berbayar? Pertanyaan ini sering kita dengar. Memang bener juga sih, tapi bagi pemilik gadged yang sangat disayang tentu ingin perangkatnya aman dan nyaman saat menggunakan aplikasi kesukaan. Aplikasi berbayar tidak disertai iklan yang mengganggu dan fiturnya lebih lengkap.
avg-pro (9)

avg-pro (10)

avg-pro (11)

avg-pro (12)

avg-pro (13)

avg-pro (14)

avg-pro (15)

avg-pro (16)

avg-pro (17)

quran-pro (1)

quran-pro (2)

quran-pro (3)

quran-pro (4)

quran-pro (5)

quran-pro (6)

quran-pro (7)

avg-pro (1)

avg-pro (2)

avg-pro (3)

avg-pro (4)

avg-pro (5)

avg-pro (6)

avg-pro (7)

avg-pro (8)

Empat Pilar Pendidikan Menurut UNESCO

Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (bahasa Inggris:United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization, disingkat UNESCO) merupakan badan khusus PBB yang didirikan pada 1945. Tujuan organisasi adalah mendukung perdamaian, dan keamanan dengan mempromosikan kerja sama antar negara melalui pendidikan, ilmu pengetahuan, dan budaya dalam rangka meningkatkan rasa saling menghormati yang berlandaskan kepada keadilan, peraturan hukum, HAM, dan kebebasan hakiki. (Pasal 1 Konstitusi UNESCO).[2]

UNESCO memiliki anggota 191 negara. Organisasi ini bermarkas di Paris,Perancis, dengan 50 kantor wilayah serta beberapa lembaga, dan institut di seluruh dunia. UNESCO memiliki lima program utama yang disebarluaskan melalui: pendidikan, ilmu alam, ilmu sosial, dan manusia, budaya, serta komunikasi, dan informasi. Proyek yang disponsori oleh UNESCO termasuk program baca-tulis, teknis, dan pelatihan guru; program ilmu internasional; proyek sejarah regional, dan budaya, promosi keragaman budaya; kerja sama persetujuan internasional untuk mengamankan warisan budaya, dan alam serta memelihara HAM; dan mencoba untuk memperbaiki perbedaan digital dunia. (wikipedia )

Pendidikan menurut Unesco meliputi empat pilar, yaitu;

  1. Learning to know (belajar mengetahui)
  2. Learning to do (belajar melakukan sesuatu)
  3. Learning to be (belajar menjadi sesuatu)
  4. Learning to live together (belajar hidup bersama)

1. Learning to know (belajar mengetahui)

Pendidikan pada hakikatnya merupakan usaha untuk mencari agar mengetahui informasi yang dibutuhkan dan berguna bagi kehidupan. Belajar untuk mengetahui (learning to know) dalam prosesnya tidak sekedar mengetahui apa yang bermakna tetapi juga sekaligus mengetahui apa yang tidak bermanfaat bagi kehidupannya.

Untuk mengimplementasikan “learning to know” (belajar untuk mengetahui), Guru harus mampu menempatkan dirinya sebagai fasilitator. Di samping itu guru dituntut untuk dapat berperan ganda sebagai kawan berdialog bagi siswanya dalam rangka mengembangkan penguasaan pengetahuan siswa.

2. Learning to do (belajar melakukan sesuatu)

Pendidikan juga merupakan proses belajar untuk bisa melakukan sesuatu (learning to do). Proses belajar menghasilkan perubahan dalam ranah kognitif, peningkatan kompetensi, serta pemilihan dan penerimaan secara sadar terhadap nilai, sikap, penghargaan, perasaan, serta kemauan untuk berbuat atau merespon suatu stimulus. Pendidikan membekali manusia tidak sekedar untuk mengetahui, tetapi lebih jauh untuk terampil berbuat atau mengerjakan sesuatu sehingga menghasilkan sesuatu yang bermakna bagi kehidupan.

Sekolah sebagai wadah masyarakat belajar seyogjanya memfasilitasi siswanya untuk mengaktualisasikan keterampilan yang dimiliki, serta bakat dan minatnya agar “Learning to do” (belajar untuk melakukan sesuatu) dapat terrealisasi. Walau sesungguhnya bakat dan minat anak dipengaruhi faktor keturunan namun tumbuh dan berkembangnya bakat dan minat juga bergantung pada lingkungan. Seperti kita ketahui bersama bahwa keterampilan merupakan sarana untuk menopang kehidupan seseorang bahkan keterampilan lebih dominan daripada penguasaan pengetahuan semata

3. Learning to be (belajar menjadi sesuatu)

Penguasaan pengetahuan dan keterampilan merupakan bagian dari proses menjadi diri sendiri (learning to be). Hali ini erat sekali kaitannya dengan bakat, minat, perkembangan fisik, kejiwaan, tipologi pribadi anak serta kondisi lingkungannya. Misal : bagi siswa yang agresif, akan menemukan jati dirinya bila diberi kesempatan cukup luas untuk berkreasi. Dan sebaliknya bagi siswa yang pasif, peran guru sebagai kompas penunjuk arah sekaligus menjadi fasilitator sangat diperlukan untuk menumbuhkembangkan potensi diri siswa secara utuh dan maksimal.

Menjadi diri sendiri diartikan sebagai proses pemahaman terhadap kebutuhan dan jati diri. Belajar berperilaku sesuai dengan norma dan kaidah yang berlaku di masyarakat, belajar menjadi orang yang berhasil, sesungguhnya merupakan proses pencapaian aktualisasi diri.

4. Learning to live together (belajar hidup bersama)

pada pilar keempat ini, kebiasaan hidup bersama, saling menghargai, terbuka, memberi dan menerima perlu dikembangkan disekolah. Kondisi seperti inilah yang memungkinkan tumbuhnya sikap saling pengertian antar ras, suku, dan agama

Dengan kemampuan yang dimiliki, sebagai hasil dari proses pendidikan, dapat dijadikan sebagai bekal untuk mampu berperan dalam lingkungan di mana individu tersebut berada, dan sekaligus mampu menempatkan diri sesuai dengan perannya. Pemahaman tentang peran diri dan orang lain dalam kelompok belajar merupakan bekal dalam bersosialisasi di masyarakat (learning to live together).

Untuk itu semua, pendidikan di Indonesia harus diarahkan pada peningkatan kualitas kemampuan intelektual dan profesional serta sikap, kepribadian dan moral. Dengan kemampuan dan sikap manusia Indonesia yang demikian maka pada gilirannya akan menjadikan masyarakat Indonesia masyarakat yang bermartabat di mata masyarakat dunia. (copas dari : http://dayanmaulana.blogspot.co.id/2010/06/empat-pilar-pendidikan-menurut-unesco.html)

Menulis Aksara Jawa di Word

unicodeBerkat perjuangan tanpa lelah akhirnya font HANACARA masuk unicode dan bisa ditambahkan ke dalam daftar font yang dikenali sistem operasi windows. Otomatis semua aplikasi turunan windows juga akan mengenali font hanacaraka jika font tersebut sudah diinstall, seperti Ms. Word, PowerPoint, Ms Excel termasuk WordArt seperti Baca lebih lanjut

Malam 1 Suro di Kalimantan

SHTerate-ampah (26)Kedatangan tahun baru biasanya disambut sukacita dan berbagai kemeriahan, arak-arakan motor, tiup terompet hingga pesta kembang api. Namun berbeda dengan menyambut tahun baru tahun baru Jawa yang kebanyakan diisi dengan ritual tirakatan. Tirakatan yang dilakukan tiap tiap daerah berbeda satu dengan yang lainnya. Pada umumnya tirakatan yang dilakukan adalah dengan kumpul bersama pada suatu tempat sambil menunggu datangnya tahun baru.

Kegiatan tirakatan umumnya dilakukan oleh masyarakat Jawa baik yang di jawa maupun yang berada di luar Pulau Jawa. Seperti halnya di Ampah, Kabupaten Barito Timur ada dua kelompok masyarakat yang melaksanakan tirakatan yaitu di kampungbaru yang diikuti masyarakat sekitar Ampah dan di Janah Harapan yang diikuti oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate Ranting Ampah.

SHTerate-ampah (28) SHTerate-ampah (1) SHTerate-ampah (7) SHTerate-ampah (9) SHTerate-ampah (16) SHTerate-ampah (24) SHTerate-ampah (27)