Pelepasan Kegiatan IN-1 Keahlian Ganda

Kegiatan In Service pertama Pelatihan Sertifikasi Pendidik dan Sertifikasi Keahlian yang dilaksanakan dari tanggal 18 Maret hingga 19 Mei 2017 telah berakhir. SMKN 4 Sampit dipercaya sebagai Pusat Belajar Program Keahlian Ganda untuk jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura wilayah Kalimantan Tengah. Sebanyak 26 guru SMA/SMK mengikuti program ini dari awal hingga akhir kegiatan.

Selanjutnya peserta melakukan kegiatan onservice di sekolah magang dengan praktik mengajar dan praktik kerja industri hingga akhir bulan Juli. Bulan Agustus kegiatan inservice dilanjutkan kembali.

 

Mencangkok Aglaonema

​Aglonema bagi pecinta bunga pasti bukan hal asing. Selain mudah didapat cara perbanyakannya pun cukup bervariasi. Untuk stek saja bisa stek pucuk, stek batang dan stek daun. Kemudian bisa juga perbanyakan dari anakannya.

perbanyakan aglaonema
media yang didiapkan untuk perbanyakan aglaonema
gelas plastik bekas yang dibelah dan diberi lubang bagian bawah

Hal yang terasa baru adalah perbanyakan aglaonema dengan cara cangkok. Memang bisa…? Ingin mengetahui? Nah.. berikut ini alat bahan yang diperlukan.

Alat : Pisau cutter, gunting, stapler, gelas plastik bekas wadah air mineral, gembor, kertas tissue

Bahan : Aglaonema yang batangnya sudah cukup panjang, alkohõl, zat perangsang akar.

Langkah kerja :

1.  media tanam disiapkan dari campuran tanah subur: arang sekam: pupuk kandang = 1:1:1

2. Gẽlas plastik dibelah dan diberi lobang pada bagian bawah sebesar batang aglaonema.

3. Batang aglaonema ditoreh dengan cutter sedalam setengah cm sepanjang sekitar 3 cm. Toreh pada sisi kiri dan kanan.

4. Pada bagian batang yang telah ditoreh diolesi zat perangsang akar dengan menggunalan kertas tissue.

5. Pasang gelas plastik melingkar batang lalu di staples.

6. Pastikan gelas telah terpasang dengan kuat. Lalu isi media yang telah disitam dengan air.

demikian .. selamat mencoba. Salam ATPH

video pembuatan arang sekam

 

MGMP SMK BARTIM

Ada sebanyak 6 SMK di Barito Timur berhimpun membentuk MGMP untuk menyusun soal ujian sekolah Kegiatan musyawarah guru ini dilaksanakan di SMK Negeri 2 Tamiang Layang selama dua hari yaitu tanggal 7 s/d 8 Maret 2017. Pada tahun pelajaran ini ujian terbagi dalam beberapa jenis yaitu,. ujjian sekolah, ujian sekolah berstandar nasional dan ujjian nasional serta ditambah uji kompetensi masing masing progrm studi.

Kelambu Menjangan

 

kelambu menjangan
kelambu menjangan

Kelambu menjangan, tanaman semak yang sering digolongkan sebagai tanaman pengganggu atau gulma. Masyarakat Kabupaten Barito Timur menyebutnya sebagai kelambu menjangan karena memang tanaman ini cepat rimbun dan bisa dijadikan persembunyian rusa. Nama lain yang lebih populer adalah daun kirinyut (Chromolaena-Odorata). SMKN paku sedang mencoba membuat pupuk organik cair dari daun kelambu menjangan. harapannya akan dihasilkan pupuk organik yang bermanfaat

kelambu menjangan yang dicincang
kelambu menjangan yang dicincang
  1. KlasifikasiChromolaena odorata L.

Klasifikasi Chromolaena odorata L. menurut Backer dan Brink, (1965) adalah:

Kigdom      : Plantae

Divisi          : Magnoliophyta

Class           : Magnoliopsida

Sub Class    : Asteridae

Ordo            : Asterales

Familia        : Asteraceae

Genus          : Chromolaena

Spesies        : Chromolaena odorata L.

  1. Morfologi Chromolaena odorata L.

Gulma krinyu (Chromolaena odorata L.) termasuk keluarga Asteraceae/ Compositae. Daunnya berbentuk oval, bagian   bawah lebih  lebar, makin ke ujung makin runcing. Panjang daun 6-10 cm dan lebarnya 3-6 cm. Tepi daun bergerigi, menghadap ke pangkal. Letak daun juga berhadap-hadapan. Karangan bunga terletak di ujung cabang (terminal). Setiap karangan bunga terdiri atas 20-35 bunga, warna bunga pada saat muda kebiru-biruan, semakin tua menjadi coklat.  Krinyu memiliki batang yang tegak, berkayu, ditumbuhi rambut-rambut halus, bercorak garis-garis membujur yang paralel, tingginya mencapai 100-200 cm, bercabang-cabang dan susunan daun berhadapan  (Prawiradiputra, 2007).

  1. Kandungan KimiaChromolaena odorata L.

Krinyu cukup potensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber bahan organik karena produksi biomassanya tinggi. Pada umur 6 bulan krinyu dapat menghasilkan biomassa sebesar 11,2 ton/ha, dan setelah umur 3 tahun mampu menghasilkan biomassa sebesar 27,7 ton/ha (Suntoro dalam Kastono, 2005). Komposisi kimia bahan krinyu dan pupuk kandang sapi dapat dilihat pada tabel berikut:

sumber http://belajar-di-rumah.blogspot.co.id/2015/02/krinyu-chromolaena-odorata-l.html

praktik membuat pupuk cair dari daun kelambu menjangan, chromolaena odorata

 

Waduk Pacal sejak 1933

Waduk Pacal yang diresmikan pada tahun 1933 masih berdiri kokoh serta masih terlihat perkasa, padahal sudah lebih dari 80 tahun. Waduk ini berada di wilayah Kabupaten Bojonegoro, tepatnya di kecamatan Temayang. Untuk menuju ke lokasi dari kota Bojonegoro diperlukan kurang dari satu jam perjalanan darat, karena akses menuju lokasi jalannya sudah aspal dan cukup nyaman. Lanjutkan membaca “Waduk Pacal sejak 1933”

Membuat Kompos Sendiri

mengaduk kompos
mengaduk kompos

Di sekolah mendapat bantuan alat komposter dari Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Barito Timur beberapa hari yang lalu. Dengan dibantu siswa SMKN Paku kelas XII kami mencoba membuat kompos dari sisa-sisa tanaman di sekolah menggunakan aktivator EM4.

Kompos adalah hasil penguraian parsial/tidak lengkap dari Lanjutkan membaca “Membuat Kompos Sendiri”

MOL Jambu Air, Asupan Alternatif

MOL mikro organisme lokal dapat dibuat dari berbagai macam tanaman atau sisa metabolisme hewan. Kali ini saya akan mencoba membuat pupuk cair dari mikro organisme lokal buah Jambu Air. Bahan yang diperlukan :

1. Buah jambu air sekitar 2kg

2. Gula merah 100 gr

3. EM4 = 50 ml.

4. Air sumur secukupnya ( 15 l)

Alat yang diperlukan adalah

1. Bekas kaleng cat ukuran 20kg = 1 bh

2. Selang plastik = 1 meter

3. Botol air mineral 500ml = 1

4. lem bakar atau lem tembak atau lem lilin

Cara pembuatannya cukup sederhana. Jambu air dipotong kecil kecil kira kira sebanyak duapertiga volume wadah kaleng cat. Gula merah dilarutkan dengan air dingin lalu ditambahkan 50 mL EM4. Campuran gula merah dan EM4 dimasukkan ke kaleng cat yang sudah berisi jambu air. Tambahkan air hingga memdekati penuh lalu tutup rapat kaleng cat tersebut. Pada bagian tutup sudah dipasang selang pernafasan, lalu bagian ujung dimasukkan ke botol yang berisi air.

fungsi botol berisi air ini untuk menghalangi udara masuk, namun gas dari aktivitas dalam kaleng masih bisa keluar. Tunggu sekitar 8 hari maka nutrisi mol jambu sudah jadi.

Setelah jadi, caian dan ampasnya dipisahkan. bagian cair ebagai pupuk cair, bagian padat untuk pupuk kompos. sebelum menggunakan pupuk cair perlu diketahui bahwa pupuk cair ini perlu diencerkan ketia akan digunakan dengan perbandingan 1 : 20

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: