Membeli Aplikasi Android

Di gadged saya setidaknya ada dua “toko” penyedia aplikasi, yaitu tokonya Google dengan “Playstore-nya”dan tokonya samsung “Galaxy Apps”. Secara umum keduanya sama-sama menyediakan aplikasi gratis dan berbayar. Untuk aplikasi yang gratis keduanya tidak ada perbedaan. Namun untuk aplikasi yang berbayar ada perbedaan yang cukup signifikan.
Pada plastore bisa menggunakan deposit pulsa untuk pengguna telkomsel, karena google telh bermitra dengan telkomsel pada tahun 2015 ini. Tentu untuk kita-kita yang tidak mempunyai kartu kredit. Cukup menyediakan saldo pulsa yang cukup dan memiliki akun google, atau email xxx@gmail.
Pada Galaxy Apps untuk aplikasi berbayarnya masih menggunakan kartu kredit dan kode voucher. Semoga saja tidak lama lagi samsung juga bekerja sama dengan provider seluler Indonesia, sehingga untuk yang belum memiliki kartu kredit bisa ikut membeli aplikasi berbayar.
Kalau memang ada yang gratis,, ngapain harus berbayar? Pertanyaan ini sering kita dengar. Memang bener juga sih, tapi bagi pemilik gadged yang sangat disayang tentu ingin perangkatnya aman dan nyaman saat menggunakan aplikasi kesukaan. Aplikasi berbayar tidak disertai iklan yang mengganggu dan fiturnya lebih lengkap.
avg-pro (9)

avg-pro (10)

avg-pro (11)

avg-pro (12)

avg-pro (13)

avg-pro (14)

avg-pro (15)

avg-pro (16)

avg-pro (17)

quran-pro (1)

quran-pro (2)

quran-pro (3)

quran-pro (4)

quran-pro (5)

quran-pro (6)

quran-pro (7)

avg-pro (1)

avg-pro (2)

avg-pro (3)

avg-pro (4)

avg-pro (5)

avg-pro (6)

avg-pro (7)

avg-pro (8)

Empat Pilar Pendidikan Menurut UNESCO

Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (bahasa Inggris:United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization, disingkat UNESCO) merupakan badan khusus PBB yang didirikan pada 1945. Tujuan organisasi adalah mendukung perdamaian, dan keamanan dengan mempromosikan kerja sama antar negara melalui pendidikan, ilmu pengetahuan, dan budaya dalam rangka meningkatkan rasa saling menghormati yang berlandaskan kepada keadilan, peraturan hukum, HAM, dan kebebasan hakiki. (Pasal 1 Konstitusi UNESCO).[2]

UNESCO memiliki anggota 191 negara. Organisasi ini bermarkas di Paris,Perancis, dengan 50 kantor wilayah serta beberapa lembaga, dan institut di seluruh dunia. UNESCO memiliki lima program utama yang disebarluaskan melalui: pendidikan, ilmu alam, ilmu sosial, dan manusia, budaya, serta komunikasi, dan informasi. Proyek yang disponsori oleh UNESCO termasuk program baca-tulis, teknis, dan pelatihan guru; program ilmu internasional; proyek sejarah regional, dan budaya, promosi keragaman budaya; kerja sama persetujuan internasional untuk mengamankan warisan budaya, dan alam serta memelihara HAM; dan mencoba untuk memperbaiki perbedaan digital dunia. (wikipedia )

Pendidikan menurut Unesco meliputi empat pilar, yaitu;

  1. Learning to know (belajar mengetahui)
  2. Learning to do (belajar melakukan sesuatu)
  3. Learning to be (belajar menjadi sesuatu)
  4. Learning to live together (belajar hidup bersama)

1. Learning to know (belajar mengetahui)

Pendidikan pada hakikatnya merupakan usaha untuk mencari agar mengetahui informasi yang dibutuhkan dan berguna bagi kehidupan. Belajar untuk mengetahui (learning to know) dalam prosesnya tidak sekedar mengetahui apa yang bermakna tetapi juga sekaligus mengetahui apa yang tidak bermanfaat bagi kehidupannya.

Untuk mengimplementasikan “learning to know” (belajar untuk mengetahui), Guru harus mampu menempatkan dirinya sebagai fasilitator. Di samping itu guru dituntut untuk dapat berperan ganda sebagai kawan berdialog bagi siswanya dalam rangka mengembangkan penguasaan pengetahuan siswa.

2. Learning to do (belajar melakukan sesuatu)

Pendidikan juga merupakan proses belajar untuk bisa melakukan sesuatu (learning to do). Proses belajar menghasilkan perubahan dalam ranah kognitif, peningkatan kompetensi, serta pemilihan dan penerimaan secara sadar terhadap nilai, sikap, penghargaan, perasaan, serta kemauan untuk berbuat atau merespon suatu stimulus. Pendidikan membekali manusia tidak sekedar untuk mengetahui, tetapi lebih jauh untuk terampil berbuat atau mengerjakan sesuatu sehingga menghasilkan sesuatu yang bermakna bagi kehidupan.

Sekolah sebagai wadah masyarakat belajar seyogjanya memfasilitasi siswanya untuk mengaktualisasikan keterampilan yang dimiliki, serta bakat dan minatnya agar “Learning to do” (belajar untuk melakukan sesuatu) dapat terrealisasi. Walau sesungguhnya bakat dan minat anak dipengaruhi faktor keturunan namun tumbuh dan berkembangnya bakat dan minat juga bergantung pada lingkungan. Seperti kita ketahui bersama bahwa keterampilan merupakan sarana untuk menopang kehidupan seseorang bahkan keterampilan lebih dominan daripada penguasaan pengetahuan semata

3. Learning to be (belajar menjadi sesuatu)

Penguasaan pengetahuan dan keterampilan merupakan bagian dari proses menjadi diri sendiri (learning to be). Hali ini erat sekali kaitannya dengan bakat, minat, perkembangan fisik, kejiwaan, tipologi pribadi anak serta kondisi lingkungannya. Misal : bagi siswa yang agresif, akan menemukan jati dirinya bila diberi kesempatan cukup luas untuk berkreasi. Dan sebaliknya bagi siswa yang pasif, peran guru sebagai kompas penunjuk arah sekaligus menjadi fasilitator sangat diperlukan untuk menumbuhkembangkan potensi diri siswa secara utuh dan maksimal.

Menjadi diri sendiri diartikan sebagai proses pemahaman terhadap kebutuhan dan jati diri. Belajar berperilaku sesuai dengan norma dan kaidah yang berlaku di masyarakat, belajar menjadi orang yang berhasil, sesungguhnya merupakan proses pencapaian aktualisasi diri.

4. Learning to live together (belajar hidup bersama)

pada pilar keempat ini, kebiasaan hidup bersama, saling menghargai, terbuka, memberi dan menerima perlu dikembangkan disekolah. Kondisi seperti inilah yang memungkinkan tumbuhnya sikap saling pengertian antar ras, suku, dan agama

Dengan kemampuan yang dimiliki, sebagai hasil dari proses pendidikan, dapat dijadikan sebagai bekal untuk mampu berperan dalam lingkungan di mana individu tersebut berada, dan sekaligus mampu menempatkan diri sesuai dengan perannya. Pemahaman tentang peran diri dan orang lain dalam kelompok belajar merupakan bekal dalam bersosialisasi di masyarakat (learning to live together).

Untuk itu semua, pendidikan di Indonesia harus diarahkan pada peningkatan kualitas kemampuan intelektual dan profesional serta sikap, kepribadian dan moral. Dengan kemampuan dan sikap manusia Indonesia yang demikian maka pada gilirannya akan menjadikan masyarakat Indonesia masyarakat yang bermartabat di mata masyarakat dunia. (copas dari : http://dayanmaulana.blogspot.co.id/2010/06/empat-pilar-pendidikan-menurut-unesco.html)

Menulis Aksara Jawa di Word

unicodeBerkat perjuangan tanpa lelah akhirnya font HANACARA masuk unicode dan bisa ditambahkan ke dalam daftar font yang dikenali sistem operasi windows. Otomatis semua aplikasi turunan windows juga akan mengenali font hanacaraka jika font tersebut sudah diinstall, seperti Ms. Word, PowerPoint, Ms Excel termasuk WordArt seperti Baca lebih lanjut

Malam 1 Suro di Kalimantan

SHTerate-ampah (26)Kedatangan tahun baru biasanya disambut sukacita dan berbagai kemeriahan, arak-arakan motor, tiup terompet hingga pesta kembang api. Namun berbeda dengan menyambut tahun baru tahun baru Jawa yang kebanyakan diisi dengan ritual tirakatan. Tirakatan yang dilakukan tiap tiap daerah berbeda satu dengan yang lainnya. Pada umumnya tirakatan yang dilakukan adalah dengan kumpul bersama pada suatu tempat sambil menunggu datangnya tahun baru.

Kegiatan tirakatan umumnya dilakukan oleh masyarakat Jawa baik yang di jawa maupun yang berada di luar Pulau Jawa. Seperti halnya di Ampah, Kabupaten Barito Timur ada dua kelompok masyarakat yang melaksanakan tirakatan yaitu di kampungbaru yang diikuti masyarakat sekitar Ampah dan di Janah Harapan yang diikuti oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate Ranting Ampah.

SHTerate-ampah (28) SHTerate-ampah (1) SHTerate-ampah (7) SHTerate-ampah (9) SHTerate-ampah (16) SHTerate-ampah (24) SHTerate-ampah (27)

Kisi Kisi UN 2015

Tak tersasa Ujian Nasional sudah mulai dipersiapkan mulai dari pendataan calon peserta hingga kisi kisi, dari BSNP Berikut disampaikan :

  1. Peraturan Badan Standar Nasional Pendidikan Nomor 0035/P/BSNP/IX/2015 tentang Kisi-Kisi Soal Ujian Nasional untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah (Peraturan BSNP Kisi-kisi UN Dasar Menengah 2015-2016);
  2. Kisi-Kisi Ujian Nasional Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah Tahun Pelajaran 2015/2016 (KISI-KISI UJIAN NASIONAL SMP 2016);
  3. Kisi-Kisi Ujian Nasional Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah/Sekolah Menengah Teologi Kristen/Sekolah Menengah Agama Katolik Tahun Pelajaran 2015/2016 (KISI-KISI UJIAN NASIONAL SMA 2016);
  4. Kisi-Kisi Ujian Nasional Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan Tahun Pelajaran 2015/2016 (KISI-KISI UJIAN NASIONAL SMK 2016).

Catatan: untuk Kisi-Kisi Soal Ujian Satuan Pendidikan Kesetaraan Tahun Pelajaran 2015/2016 segera menyusul.

Data Flashdisk Hilang

Tadi pagi di sekolah SMKN Paku maunya menunjukkan hasil unduhan lampiran email dari dinas berupa daftar peserta UKG Kecamatan Paku tahun 2015. Daftar tersebut perlu diverifikasi oleh masing-masing PTK. Namun ketika flashdisk dicolok ke laptop salah seorang kawan ternyata kosong alias isinya semua hilang. Selang beberapa waktu kemudian ada kawan dari tata usaha yang juga menyodorkan laptop untuk mencoba membuka data di flashdisk. Namun data flashdisk sudah terlanjur disembunyikan oleh virus dari laptop sebelumnya. Baca lebih lanjut

Berpikir Besar

budi santosa
Budi Santosa

Banyak sekali teori yang mengatakan bahwa orang melakukan apa yang dia pikirkan. Orang yang berprestasi selalu berpikir tentang karya dan kompetisi, sedangkan seorang yang pekerjaannya mencuri tentu dalam pikirannya adalah tentang mengelabuhi petugas, mengelabuhi korban sampai mengelabuhi asal usul barang hasil curiannya.

Small Minds discuss people, Average Minds discuss events, Great Minds discuss ideas“. Eleanor Roosevelt.Perkataan dahsyat yang diucapkan oleh istri mantan presiden USA Roosevelt perlu kita simak baik-baik yang saya peroleh dari grup WA: Baca lebih lanjut